Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)

Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)
Bagian 23 : Bisnis Tuan Cipto


__ADS_3

"Tadi saya mau tambah nasi, karna merasa sangat kelaparan dan melihat Ratih sedang mengerjakan hal lain jadi saya turun dan sekalian membawa makanan saya dari atas tuan. " Jelas Alisa.


###


Ratih nampak menghela nafasnya, lega karena Alisa tidak mengadukan perlakuan buruknya kepada tuan Cipto.


"Ya sudah kau boleh kembali ke dapur dan selesaikan tugasmu dengan baik. " Perintah tuan Cipto yang segera di laksanakan oleh Ratih.


Sedangkan Alisa merasa iba kepada pembantu baru itu, jika dirinya harus mengatakan hal yang sebenarnya terjadi pada tuan Cipto. Jika Ratih sama sekali tidak bersikap baik padanya.


Namun, Alisa tidak ingin memperpanjang hal tersebut, baginya yang lalu biarlah berlalu, toh Alisa juga tidak masalah jika harus mencuci piringnya sendiri sekali-kali.


Sore harinya tuan Cipto kembali pergi keluar untuk mengurus bisnis barunya.


"Alisa, aku mungkin akan pulang terlambat malam ini, tidurlah lebih cepat besok pagi aku akan menyuruh salah satu anak buahku menjemput orang tuamu. " Pesan tuan Cipto sebelum laki-laki pergi dengan kendaraannya.


Livia mengangguk dengan patuh.


"Selamat jalan, Hati-hati tuan. " Balas Alisa.


Tidak lama kemudian mobil tuan Cipto meninggalkan halaman depan rumah tersebut. Pagar kemudian terkunci secara otomatis.

__ADS_1


Alisa kembali masuk ke dalam rumah dan melihat Ratih baru saja masuk dari pintu samping sembari membawa pakaian kering yang habis di jemur di halaman belakang.


"Mbak Ratih mau saya bantuin?. " Sapa Alisa ramah.


Ratih tidak menghiraukan ucapan Alisa dengan sombong perempuan itu berjalan di hadapan Alisa tanpa melirik sedikitpun.


Alisa mengernyitkan alisnya, tidak mengerti dengan sikap Ratih yang sangat tidak ramah itu.


"Ada apa dengan mbak Ratih, kok dia kayak nggak suka gitu yah sama aku." Gumam Alisa, pelan.


###


Di tempat lain.


Salah satu bisnisnya adalah pinjaman uang dengan bunga yang sebenarnya sangat minim, hal ini sangat membantu para pedagang di pasar yang mengambil modal usaha dari tuan Cipto.


Rusak hanya pedagang, beberapa pengusaha juga mengambil modal usaha dari kantor tuan Cipto, salah satunya adalah orang tua Alisa.


Dulunya ibu isa adalah seorang pengusaha yang memiliki toko percetakan namun seiring berjalannya waktu, berkembangnya teknologi dan semakin banyaknya saingan membuat usaha orang tua Alisa bangkrut dan hal itulah yang menyebabkan hitamgnya pada tuan Cipto semakin membengkak.


Di tambah ayah tiri Alisa yang seorang pemain judi, bahkan uang yang Alisa pernah kumpulkan juga habis di pakai untuk bermain judi.

__ADS_1


"Bagaiamana dengan pak Bokir? Sudah berapa lama dia tidak membayar utangnya?. " Tanya tuan Cipto pada salah seorang preman yang di tugaskan untuk menagih uang tuan Cipto.


Preman itupun dengan sigao mengeluarkan catatan dari sakunya lalu mencocokkan nya dengan data yang telah teringat di komputer.


"Sudah 3 bukan tuan. " Ujar preman tersebut.


"Kurang ajar! Lalu apa yang kalian lakukan selama ini? . " Sentak Tuan Cipto.


"M-maaf tuan, kami sudah mencoba menagih tapi setiap kali di datangi rumahnya laki-laki tua itu tidak pernah ada. " Jelas preman tersebut.


"Lalu?. "


"Di rumahnya hanya ada beberapa anaknya yang masih kecil dan istrinya yang sakit-sakitan tuan. " Lanjut preman tersebut.


"Kurang ajar, lagi pula siapa yang memberikan pinjaman pada laki-laki yang sudah tua itu? Kalian ini bodoh? Goblok apa gimana? Aku sudah berulang kali mengatakan jika usianya sudah lanjut jangan di berikan pinjaman lagi, jika tidak ama akan begini jadinya!. " Bentak tuan Cipto, marah.


Preman itu seketika mundur beberapa langkah untuk menghindari kemarahan tuan Cipto.


"Tagih lagi, kalau perlu sita barang berharga apa saja yang ada di rumah itu, aku tidak mau tau barang apapun yang bisa di jadikan uang, sita dan bawa kesini. " Perintah tuan Cipto.


Preman itupun langsung pergi menjalankan tugasnya, meninggalkan tuan Cipto yang sedang naik darah.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2