Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)

Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)
Bagian 24 : Anak Laki-laki


__ADS_3

Preman itupun langsung pergi menjalankan tugasnya, meninggalkan tuan Cipto yang sedang naik darah.


###


"Dasar tidak becus!. " Pekik tuan Cipto.


Tok..


Tok..


Tok..


Sebuah ketukan pada daun ointu ruang kerjanya membuat perhatian tuan Cipto terakihkan.


"Ya silahkan masuk saja. " Peritmnta tuan Cipto.


Tidak lama kemudian pintu itu terbuka, menampilkan anak mudah yang wajahnya sangat mirip dengan tuan Cipto, namun anak muda itu adalah versi lebih muda dari tuan Cipto.


Tuan Cipto seketika berdiri dari kursinya ekspresinya yang tadi masam seketika berubah menjadi sangat cerita, tuan Cipto menyambut anak muda itu dengan penuh suka cita.


"Kamu sudah pulang? Akhirnya... " Pekik tuan Cipto.


"Ayah.... " Sapa anak muda itu, yang ternyata adalah anak laki-laki tuan Cipto.

__ADS_1


Mereka berdua akhirnya berpelukan, melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu.


"Ayah apa kabar?. " Tanya anak laki-laki Tia Cipto yang usianya sekitar awal 20an tahun, hampir seumuran dengan Alisa.


"Ayah baik, kamu sendiri bagaimana?. "


Anak laki-laki itu tersenyum. Senyumnya sangat mirip dengan tuan Cipto.


"Baik, maaf aku baru sempat mengunjungi ayah, jadwal kuliahku benar-benar padat. " Jelas anak laki-laki itu. Sebenarnya alasannya bukan hanya karena jadwal kuliahnya saja akan tetapi hubungan antara Tuan Cipto dan anak laki-lakinya itu tidak terlalu baik beberapa tahun terakhir.


Apalagi sejak kematian ibunya, lalu di susul kematian kakaknya, ayahnya yakni tuan Cipto sangat terobsesi untuk menjadikan anak laki-lakinya itu sebagai penerus bisnisnya.


"Padahal ayah sudah bilang, lebih baik kamu kuliah disini dan membantu usaha ayah, Agus. " Ujar tuan Cipto kepada anak laki-lakinya yang ternyata bernama Agus Sucipto.


Agus nampak tersenyum kecut. Lalu menggelengkan kepalanya.


Tuan Cipto hanya bisa menghela nafasnya dengan berat, seolah ada sesuatu yang mengganjal dalam benaknya.


"Gimana kabar nenek kamu? Apa dia masih marah sama ayah?." Tanya tuan Cipto lagi, sepertinya hubungan tuan Cipto dengan orang tuanya sendiri saat ini juga sedang tidak baik-baik saja.


Agus sekali lagi menggelengkan kepalanya.


"Mereka baik, ayah saja yang tidak pernah mau melihat keadaan mereka, harusnya ayah berbesar hati untuk sesekali mengunjungi rumah nenek dan kakek mereka sangat kesepian, sejak kakak meninggal. " Ujar Agus.

__ADS_1


Tuan Cipto kembali menghela nafasnya.


"Ah sudahlah tidak usah membahas hal itu terus-terussan, yang terpenting kamu sudah pulang, kamu hampir 5 tahun pergi meninggalkan ayah sendirian dan hanya sesekali datang kesini tanpa kita sempat bertemu, mungkin kamu baru akan sadar dan mengerti kalau ayah sudah mati. " Oceh tuan Cipto sembari menuntun Agus untuk duduk bersama di sofa.


Agus hanya tersenyum canggung menanggapi ocehan tuan Cipto.


"Jangan bicara sembarangan. " Balas Agus nada suaranya bergetar.


Lama mereka terdiam, lalu Agus kemudian memulai pembicaraan lagi.


"Sebenarnya ada hal lain yang mau Agus sampaikan pada ayah. " Ujar Agus, nada bicaranya kali ini terdengar serius.


"Apa itu? uang kuliahmu kurang? Kamu butuh sesuatu? Ada yang mengganggumu? Kamu mau beli mobil baru? Katakan pada ayah, aku akan memberikan apapun yang kamu inginkan asalkan kamu mau membantu bisnis ayah disini. " Cecar tuan Cipto.


Agus menggelengkan kepalanya lagi.


"Bukan ayah, aku tidak mau menjalankan bisnis kotor ayah ini, aku ingin hidup lurus tanpa bayang-bayang ayah dan masa lalu yang pahit itu, aku datang kesini ingin meminta ayah menikahkan ku dengan seorang gadis yang ku cintai. " Jelas Agus.


Ekspresi tuan Cipto nampak masam mendengar ucapan anak laki-laki semata wayangnya mengatakan bisnisnya adalah bisnis kotor.


Akan tetapi setelah mendengar jika anak laki-lakinya itu ingin menikahi seorang gadis tuan Cipto yang tidak ingin menyia-nyiakan moment bersama anak satu-satunya tersebut, untuk mencoba memperbaiki kesalahannya di masa lalu.


Namun, di dalam hati tuan Cipto tetap berharap suatu hari Agus akan mengerti dengan pilihan yang di ambil olehnya dan Agus lambat laun akan menyadari hal tersebut dan mau meneruskan bisnis yang sudah di bangunnya selama belasan tahun itu.

__ADS_1


"Kau ingin menikah?. " Tanya fuan Cipto lagi memastikan pernyatan anak laki-lakinya itu.


Bersambung...


__ADS_2