Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)

Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)
Bagian 32 : Lumpuh


__ADS_3

Alisa dan Agus serentak berdiri dan langsung menghampiri dokter tersebut, sementara Ratih duduk diam di tempatnya, namun raut wajahnya juga menunjukkan kekhawatiran.


###


"Bagaimana keadaan ayah saya dokter... " Cecar Agus pada dokter itu.


"Iya dokter bagaimana keadaan suami saya?. " Timpal Alisa.


Dokter itu tampak kebingungan mendengar pertanyaan Alisa, di tatap nya Agus dan Alisa secara bergantian, lalu dokter itu nampak menghela nafasnya dengan berat.


"Kalian keluarganya pasien?. "Tanya dokter itu memastikan.


Alisa dan Agus kompak mengangguk.


"Kondisinya sekarang belum sadar, pak Cipto mengalami serangan jantung yang membuat tubuhnya mungkin tidak akan bisa bergerak bebas seperti biasanya. " Jelas si dokter.


Alisa dan Agus saling bertatapan untuk sesaat.


"Maksudnya dok?. " Tanya Alisa kurang mengerti.


"Ayah kalian mengalami kelumpuhan akibat serangan jantung. " Ujar dokter itu lagi yang seketika membuat Alisa, Agus dan Ratih yang juga mendengar ucapan si dokter terkejut.


Alisa kembali menangis, sedangkan Agus sontak merangkul bahu Alisa, agar gadis itu tidak terjatuh ke lantai.


"Untuk lebih jelasnya, kita akan membicarakannya di ruangan saya, untuk saat ini pak Cipto akan di rawat di ruang perawatan. " Lanjut dokter tersebut.

__ADS_1


"Apa kami sudah bisa melihatnya dok?. " Tanya Agus.


Dokter itu mengangguk.


"Bisa, nanti kalau sudah di ruang perawatan. " Jelas dokter itu, tidak lama kemudian tuan Cipto yang kini terbaring lemas di atas brankar rumah sakit di dorong keluar dari ruangan UGD oleh beberapa orang perawat.


"Kalau begitu saya permisi dulu, salah satu dari perwakilan keluarga Pak Cipto bisa ke ruangan saya. " Ujar dokter itu, berlalu pergi.


Alisa, Agus dan Ratih kemudian mengikuti brankar yang akan membawa tuan Cipto ke ruang perawatan, laki-laki itu belum sadar seperti yang dokter tadi katakan. Tubuhnya terbaring lemas di atas brankar.


"Lumpuh? Ya Allah cobaan apalagi ini?. " Batin Alisa.


Meskipun Alisa sama sekali tidak memiliki perasaan cinta kepada suaminya itu, namun bagi Alisa tuan Cipto sudah menjadi bagian dari hidupnya.


Alisa melirik ke araha Agus yang kini berjalan di sampingnya, laki-laki itu juga nampak lemas.


"Tuan Cipto sedang sakit, lalu aku harus bagaimana ya Allah?. " Pekik batin Alisa.


Tidak lama kemudian mereka sampai di ruang perawatan. Beberapa perawat tadi memindahkan tubuh tuan Cipto yang masih tidak sadarkan diri di atas tempat tidur rumah sakit yang lebih nyaman.


Kini tinggallah mereka berempat di ruangan tersebut, setelah para perawat tadi sudah pergi.


"Tuan Agus, emm Nona Alisa, karena tuan Cipto sekarang sudah ada di ruang perawatan bagaimana kalau saya pulang dulu buat jaga rumah, besok pagi baru saya akan kembali lagi anterin makanan. " Pamit Ratih.


Agus mengangguk, sedangkan Alisa sama sekali tidak menggubris pandangannya terfokus pada wajah tuan Cipto yang tertidur sangat lelap.

__ADS_1


"Kalau gitu saya permisi ya tuan.... " Ujar Ratih lagi, kali ini perempuan itu sudah melangkah mendekati pintu.


"Iya, Hati-hati. " Gumam Agus, pelan namun suaranya masih bisa di dengar.


Kini tinggallah Alisa dan Agus berdua di ruangan itu, Tiba-tiba saja keduanya sama-sama merasa canggung. Ada perasaan dingin yang menyelimuti keduanya.


Perasaan yang aneh tapi nyata.


Beberapa menit berlalu, tidak ada percakapan di antara dua pasangan yang pernah menjadi kekasih itu.


"Alisa.... " Agus memulai pembicaraan.


Alisa yang salah tingkah karena hanya berduaan saja di ruangan itu bersama Agus kemudian mengalihkan tatapannya.


"I-iya mas?. " Balas Alisa kikuk.


"Boleh kita bicara di luar sebentar?. " Ujar Agus.


Deg


Seketika jantung Alisa berdegup sangat kencang. Perasaannya pada Agus yang ingin ia coba untuk hapuskan untuk selama-lamanya, sepertinya akan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.


"Ya Allah? Bagaimana ini?. " Batin Alisa.


Gadis itu benar-benar di buat gelisah oleh dua orang laki-laki yang sama-sama yang berperan penting dalam hidupnya.

__ADS_1


Bersambung.. .


__ADS_2