
Akan tetapi laki-laki itu langsung naik ke atas ranjang lalu mengguncang tubuh tuan Cipto sehingga laki-laki yang sedang tertidur pulas itu langsung terbangun.
###
Tuan Cipto terlihat panik, begitu pula dengan Alisa yang khawatir.
"Ada apa ini? Agus? Kenapa kamu? . " Pekik tuan Cipto, Laki-laki itu terlihat sangat terkejut.
Sementara Agus terlihat sangat kesal.
"Ayah berbohong kan? Tadi jelas-jelas saat Agus mencoba memutar pegangan pintu itu, pintunya terkunci dari dalam. " Cecar Agus.
Tuan Cipto yang terlihat linglung itu mengernyitkan alisnya lalu menatap Alisa dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Mas Agus mungkin tadi mas Agus mutar pintunya kurang keras makanya nggak bisa di buka. " Timpal Alisa mencoba menenangkan.
"Tidak Alisa, ini semua pasti akal-akalan ayahku yang tidak ingin jika aku kembali pergi meninggalkan rumah ini, dia hanya oura-lura lumpuh dan lupa ingatan, kamu harus percaya Alisa. " Pekik Agus mencoba meyakinkan Alisa.
Agus kemudian berjalan ke arah pintu.
"Lihat pegangan ointunya sama sekali tidak rusak dan mudak mh di buka tapi pada saat aku mencobanya tadi pintunya terkunci dari dalam Alisa, percayalah. " Ujar Agus nada suaaranyabterdengar berapi-api.
"Mas Agus mungkin tadi pintunya macet.. . "
Agus segera memotong ucapan Alisa.
__ADS_1
"Lihat, lihat ini tidak ada kunci yang menempel di lubang kunci, artinya tadi ayahku cm sudah mencabutnya saat aku menggedor-gedor pintu ini. " Lanjut Agus tetap kekeh pada instingnya.
Akan tetapi sesat kemudian Akisa mengeluarkan gantungan kunci dari dalam saku celananya.
"Kuncinya Alisa yang pegang mas, mana mungkin tuan Cipto bisa kunci pintu itu dari dalam? Mas kan liat sendiri tuan Cipto nggak bisa jalan. " Ujar Alisa kembali mencoba menenangkan Agus yang terlihat prustasi.
"Agus... Kamu pikir ayah berbohong?. " Pekik tuan Cipto, nada suaranya erdengar bergetar.
Agus yang mendengar itu sontak menjambak rambutnya sendiri lalu keluar dari dalam kamar itu dengan perasaan kesal.
"Agus... Maafin ayah nak. " Seru tuan Cipto, Laki-laki itu mencoba turun dari atas ranjangnya akan tetapi karena kakinya tidak kuat menopang tubuhnya laki-laki itu terjatuh ke lantai kamar.
"Astaghfirullah tuan Cipto ya Allah... " Pekik Alisa terkejut dan langsung menghampiri tubuh suaminya itu.
"Arghhhh." Tuan Cipto mengerang kesakitan.
Sementara Agus yang masih berdiri di depan pintu kamar tuan Cipto nampak menahan tangisnya dan tidak menghiraukan suara Akisa yang memanggil namanya untuk membantu tuan Cipto.
"Pembohong, aku yakin ayah berbohonh, jelas sekaki tadi pintu itu terkunci dari dalam. " Ujar Agus, tatapan matanya penuh kecurigaan.
"Tidak mungkin dia bisa mengingat dimana menaruh kuncinya secepat ini,sementara qlisa yang sudah menjadi istrinya sampai sekarang masih di perlakukan layaknya pembantu. " Gumam Agus geram, ia kemudian melangkah masuk ke kamarnya sendiri untuk menenangkan dirinya yang masih emosi.
###
Alisa yang masih berada di dalam kamar tuan Cipto nampak kelelahan setelah bersusah payah membantu laki-laki itu untuk naik ke atas ranjangnya lagi.
__ADS_1
"Alisa, apa anakku sangat marah padaku?. " Tanya tuan Cipto setelah laki-laki itu cukup tenang karena beberapa menit yang lalu tuan Cipto sempat mengalami sesak nafas.
Mungkin karena kaget Agus dan Alisa tiba-tiba saja masuk ke dalam kamarnya.
"Tidak tuan, mas Agus mungkin hanya terkejut karena ternyata tuan sudah mengingat dimana menaruh kunci kamar ini. " Jelas Alisa.
"Harusnya aku tidak usah mengingatnya saja, lebih baik sekalian saja aku melupakan semua hal dari pada ingatanku harus membuat anakku satu-satunya itu membenciku. " Gumam tuan Cipto menyalahkan dirinya sendiri.
Alisa mengelleng-gelengkan kepalanya.
"Jangan bicara seperti itu tuan, mas Agus mungkin tadi hanya reflek. " Ujar Alisa mencoba menenangkan.
Akan tetapi bukannya tenang tuan Cipto malah menatap sinis ke arah Alisa.
"Kau suka pada anakku?. " Tanya laki-laki itu tiba-tiba yang membuat Alisa sontak menghentikan aktivitasnya yang saat ini tengah membantu menyelimuti bagian bawah tubuh tuan Cipto.
"Ah t-tidak tuan. " Jawab Alisa gugup.
"Bohong!. " Pemik laki-laki itu nada suaranya meninggi.
"Eh tuan?. "
"Keluar dari kamar ini, aku benci melihatmu!. " Usir tuan Cipto. Emosinya berubah menjadi marah dalam hitungan detik.
"Tapi tuan.. . "
__ADS_1
"PERGI, KELUAR DARI KAMARKU. " Usir laki-laki itu lagi kali ini sambil berteriak.
Bersambung...