
Semantara Agus masih duduk di bangku taman sambil memperhatikan langit malam.
###
Keesokan paginya, Alisa di bangunkan oleh suara ribut-ribut di sekitarnya, saat membuka matanya ternyata ruang perawatan tuan Cipto sudah di penuhi banyak orang.
Orang-orang berpakaian serba hitam, Alisa perkirakan mereka ada sekitar 10 orang. Beberapa di antaranya Alisa pernah melihatnya. Mereka adalah anak buah tuan Cipto yang sepertinya baru saja datang dan mengetahui keadaan bos mereka.
"Bagaimana keadaan bos saya dokter? Kenapa dia masih belum sadar juga?. " Oekik salah satu preman pada dokter yang sepertinya baru saja akan masuk untuk memeriksa keadaan tuan Cipto.
"Iya kenapa dia belum sadar juga, kerjaan kamu disini ngapain aja?. " Pekik preman yang lain, mereka menyalahkan dokter yang akan memeriksa keadaan tuan Cipto.
"Tenang-tenang yah bapak-bapak, ada baiknya kalian menunggu di luar ruangan saja karena kondisi pasien saat ini juga belum stabil, kalau bapak-bapak berkerumun di dalam ruangan dan membuat keributan seperti ini, bisa kalian yang belum sadarkan diri itu tidak akan bisa di obati. " Jelas dokter tersebut.
Alisa yang baru setengah tersadar dari rasa kantuknya itupun bangun dan menegakkan tubuhnya.
"Tidak bisa begitu kami mau melihat keadaan bos kami disini. " Pekik salah satu preman itu lagi.
Si Dokter nampak menghela nafasnya.
__ADS_1
"Kalau kalian terus-terussan berada disini, saya juga tidak bisa melakukan pekerjaan saya dengan baik, baiklah kalau kalian tidak mau keluar biar saya saja yang keluar, bos kalian juga tetap akan terbaring disana. " Gerutu dokter tersebut yang seketika membuat para preman langsung terdiam.
Sesaat kemudian Agus entah dari mana juga ikut masuk ke dalam ruang perawatan tuan Cipto dan menyuruh para preman itu keluar, saat Agus yang memerintahkan mereka barulah para preman itu mau menurut.
Si Dokter itupun langsung memeriksa keadaan tuan Cipto.
"Maaf dokter, mereka sudah membuat keakacauan dan menghambat pekerjaan anda. " Ujar Agus.
"Tidak apa-apa, lain kali jangan bawa preman lagi ke rumah sakit ini, bisa mengganggu pasien yang lain. " Balas dokter itu.
Agus meringis dan merasantidak enak, sementara Alisa yang kebingungan menampilkan raut wajah yang penuh tanda tanya.
"Bagaimana kondisinya dokter?. " Tanya Alisa kemudian, setelah cukup lama gadis itu akhirnya berbicara.
"Kalian anak-anaknya? ."tanya dokter itu memastikan.
Agus seketika mengangguk sementara Alisa menggeleng pelan.
Dokter itu nampak bingung namun tidak bertanya lebih banyak.
__ADS_1
"Kondisi pak Cipto suah lebih baik dari semalam hanya saja mungkin tubuhnya masih shock dan butuh beristirahat selama beberapa hari di rumah sakit, akan tetapi kondisi tubuhnya mungkin akan mengalami kelumpuhan seperti yang sudah saya jelaskan semalam. " Lanjut dokter tersebut.
"Kira-kira berapa lama pengobatan yang harus ayah saya lalui dok agar kesehatannya bisa kembali seperti semula?. " Tanya Agus.
"Pengobatannya mungkin akan berlangsung selama 6 bulan sampai 1 tahun, tergantung kondisi fisiknya, akan tetapi saya melihat kondisi tubuh pak Cipto sepertinya proses penyembuhannya hanya akan berlangsung 6 bulanan saja, kalian tidak usah terlalu khawatir. " Tutur dokter itu lagi.
Alisa dan Agus mengangguk mengerti. Dokter itupun kembali keluar ruangan.
"Hufffhh. " Alisa menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Agus yang melihat penampilan Alisa yang berantakan itupun menyarankan agar Akisa lebih baik beristirahat di rumah saja namun dengan halus gadis itu menolak.
"Tuan Cipto belum sadar sama sekali, setidaknya saat tuan Cipto membuka matanya untuk pertama kali, aku harus berada disini mas Agus juga keliatannya capek banget." Balas Alisa.
Agus sekali lagi merasakan perasaannya seperti teriris saat mendengar Alisa mengatakan ingin tetap berada disisi tuan Cipto sampai laki-laki itu terbangun. Diam-diam Agus berdoa agar ayahnya itu tidak usah bangun saja untuk selamanya.
Sayangnya, doa buruk itu tidak terkabul. Beberapa saat kemudian Tuan Cipto menggerak-gerakkan tangannya diiringi dengan matanya yang terbuka secara perlahan.
"Tuan... Tuan Cipto sadar? Mas Agus panggil dokter lagi cepetan..... " Pekik Alisa.
__ADS_1
Bersambung...