Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)

Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)
Bagian 30 : Ibu Tiri


__ADS_3

Aksi dorong mendorong di antara keduanya menimbulkan keributan dan sampai juga ke telinga tuan Cipto yang berada di lantai bawah.


###


"Ada apa ini?. " Pekik tuan Cipto yang tiba-tiba saja sudah berada di belakang Agus.


Alisa dan Agus yang tadinya sibuk saling dorong sontak terperanjat kaget.


"Ah Tuan.... " Alisa gugup.


"Ayah." Gumam Andika.


Alisa yang mendengar Agus memanggil tuan Cipto dengan panggilan 'Ayah' sontak membelalakkan matanya, namun kali ini jantungnya ikut berdetak sangat kencang dan lututnya terasa lemas.


"Agus? Alisa? Ada apa?. " Tanya tuan Cipto sekali lagi, yang kali ini laki-laki itu langsung mendekati Alisa, ekspresi wajah tuan Cipto nampak heran sekaligus gelisah.


Heran karena Alisa dan Agus saling dorong mendorong, Gelisah karena takut Agus akan marah padanya karena Tuan Cipto menikah lagi dan kali ini perempuan yang di nikahnya adalah gadis yang umurnya hampir seumuran dengan anak laki-lakinya itu.


"Alisa aku sudah menyuruhmu untuk berada di dalam kamar dan jangan membuka pintu jika anakku masih berada di dalam rumah ini, kau sama sekali tidak mendengarkan ucapanku!. " Cecar tuan Cipto, nada suaranya terdengar meninggi.


Sedetik kemudian laki-lakinya itu menatap ke arah anak laki-lakinya.


"Agus, maaf ayah belum mengatakan ini padamu sebenarnya ayah sudah menikah lagi dan... "


Belum sempat tuan Cipto menghabiskan kata-katanya Agus langsung memotong.


"Apa menikah?. " Pekik Agus, memandangi ayahnya dan Alisa secara bergantian.


Alisa menyembunyikan wajahnya ke balik pintu, sementara tuan Cipto mengangguk pasrah.


Agus yang tadinya tidak ingin percaya jika gadis yang di cintainya itu sudah menikah dengan orang lain, kini harus merasakan rasa sakit hati yang teramat dalam.

__ADS_1


Belum sembuh bekas luka di masa lalunya, kini masa depannya ternyata sudah di renggut oleh ayahnya sendiri, Alisa gadis yang Agus cintai ternyata menikah dengan satu-satunya orang yang Agus anggap keluarga terdekatnya, ayahnya sendiri.


"B-bagaimana bisa?. " Tanya Agus, nada suaranya pelan, bibirnya dan seluruh tubuhnya ikut bergetar mengetahui fakta yang suda teroampang nyata di hadapannya.


"Agus maafkan ayah tidak sempat mengundangmu pada saat pernikahan kami, ayah tidak ingin membuatmu semakin membenci ayah, awalnya aku ingin menunggu waktu yang tepat tapi karena sudah seperti ini, maka ayah meminta pengertianmu, gadis ini adalah istri ayah. " Jelas tuan Cipto.


Laki-laki itu belum mengerti dengan situasi yang terjadi antara istri mudanya dengan anak laki-lakinya itu.


Sementara mata Alisa sudah berkaca-kacs mengetahui fakta jika kekasihnya yang bernama mas Agus itu adalah anak dari suaminya sendiri.


Pantas saja Alisa merasa pernah melihat orang yang berada di dalam album poto yang Alisa temukan di dalam lemari nyonya Berlian, ternyata poto tersebut adalah poto kekasihnya saat masih kecil, Agus.


"Bagaimana bisa ini terjadi Alisa?. " Pekik Agus tidak menghiraukan penjelasan tuan Cipto tadi.


Agus melangkahkan kakinya mendekati tubuh Alisa yang kamu terdiam membisu di tempatnya, gadis itu sama sekali tidak berani memandang wajah Agus.


Rasa malu, takut, gelisah dan sakit hati bercampur menjadi satu di dalam benak Alisa saat ini.


"Alisa kenapa ini bisa terjadi?. " Tanya Agus lagi.


Melihat kedua orang itu ternyata saling mengenal tuan Cipto bingung dan seketika mengernyitksn alisnya.


"Kalian saling mengenal?. " Tanya tuan Cipto melihat wajah anaknya dan wajah Alisa secara bergantian.


"A-anu tuan... " Alisa ingin menjadi jawab jika Agus adalah kekasihnya namun liadahnya seakan-akan kelu, situasinya saat ini benar-benar di luar dugaan.


Dunia terasa sangat sempit untuk Agus dan Alisa. Kisah cinta mereka terhalang oleh orang tua mereka sendiri.


"Alisa adalah gadis itu, gadis yang Agus cintai. " Jawab Agus lugas dan tegas kali ini tatapannya seakan-akan ingin menusuk tuan Cipto.


Tuan Cipto yang mendengar hal itupun terkejut, mulutnya menganga dan matanya terbelalak kaget

__ADS_1


"Apa?. " Pekik tuan Cipto.


"Ayah bertanya mana gadis yang yang ingin ku nikahi itu? Gadis yang ada di depanku saat ini adalah gadis itu, kenapa dia bisa ada disini?. " Cecar Agus mencoba untuk tidak mempercayai kenyataan bahwa ayahnya menikahi gadis idamannya.


"A-apa?. " Tuan Cipto kehabisan kata-kata.


Sementara mata Alisa mulai berkaca-kaca.


"Mas Agus, maaf.... " Lirih gadis itu.


"Alisa ini semua bohong kan? apa yang kamu lakukan disini? aku sudah mencarimu kesana kemari seharian ini, apa yang baru saja aku dengar bukan yang sebenarnya kan?. " cecar Agus, berharap Alisa ataupun tuan Cipto hanya mengerjainya.


Akan tetapi dalam hati Agus yang paling dalam laki-laki itu sadar betul kenyataannya saat ini, gadis itu sudah menjadi ibu tirinya.


Agus menatap wajah Alisa yang kini basah akubat air mata yang terus menerus menetes membasahi pipinya yang mulus.


"Jadi, itu benar?. " tanya Agus lagi memastikan.


"Agus." tegur tuan Cipto berusaha berbicara pada anak laki-lakinya itu.


"Aku tidak ingin berbicara dengan ayah, biarkan aku berbicara dengan Alisa, ibu tiriku yang baru ini, kenapa Alisa? kenapa kamu lebih memilih menikahi laki-laki yang jauh lebih tua dan meninggalkanku?. " cecar Agus.


Alisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Bukan seperti itu mas... " ujar Alisa, nada suaranya terdengar lemah.


"Lalu apa?. " Sentak Agus.


Bersambung..


Terima kasih sudah mampir ke karyaku yang biasa aja ini....

__ADS_1


__ADS_2