
"Kau ingin menikah?. " Tanya tuan Cipto lagi memastikan pernyatan anak laki-lakinya itu.
###
Drttt..
Drttt..
Drtt..
Getaran ponsel yang menandakan ada panggilan masuk membuat Alisa yang saat ini tengah asyik menonton tayangan televisi seketika menyadari sesuatu.
Gadis itupun mengikuti sumber getaran tersebut yang ternyata berasal dari lemari tempat pakaian nyonya Berlian yang beberapa hari lalu di bukanya.
Alisa segera membuka lemari tersebut dan mendapati ponselnya ternyata berada di dalam sana.
Sebenarnya Alisa sudah mencari-cari ponselnya tersebut dan menysuri seisi kamar dan halaman depan rumah tuan Cipto namun Alisa baru menemukan ponsel tersebut sekarang.
"Ya ampun hpku, ku cari ke mana-mana ternyata kamu ada di dalam sini. " Pekik Alisa kegirangan, padahal ia sudah mencoba mengikhlaskan ponselnya tersebut yang disangkanya terjatuh pada saat dalam perjalanan menuju rumah tuan Cipto pada malam itu.
Alisa yang kegirangan seketika tersentak saat ponselnya kembali bergetar dan nama seseorang yang sangat di rindukannya muncul di layar ponselnya tersebut.
__ADS_1
"Mas Agus?. " Lirih Alisa, pelan.
Perasaannya seketika mencelos, antara bingung dan senang sekaligus sedih bercampur menjadi satu.
"Kenapa kamu baru menghubunfiku sekarang mas?. " Gumam Alisa, tidak berani mengangkat panggilan tersebut.
Alisa takut tm hatinya akan kembali goyah jika mendengar suara kekasihnya itu, Alisa harus sadar diri jika disinya saat ini sudah menikah dengan tuan Cipto.
Berbicara dan merspon laki-lami lain sama halnya dengan berselingkuh, Alisa tidak ingin membuat masalahnya menjadi semakin rumit.
Panggilan dari Agus berakhir namun sedetik kemudian laki-laki itu kembali menelponnya.
"Ya Allah, masalah apa lagi ini? Apa aku harus mengangkat telpjnnya dan mengatakan kalau aku sudah menikah? Atau aku lebih baik mengabaikannya saja?. " Ujar Livia, bimbang.
"Ini untuk yang terakhir kalinya, ya Allah aku tidak berniat untuk selingkuh apalagi bermain curang di belakang tuan Cipto, aku hanya ingin menyelesaikan masa lalumu bersama laki-laki ini. " Tutur isa menguatkan drinya sendiri.
Hingga sesaat kemudian, Alisa mengangkat panggilan tersebut.
"Alisa, Alisa ini mas Agus kamu dimana? Mas Agus sudah sampai di kota nih, kita ketemuan yah nanti kalau kamu abis pulang kerja, ada yang pengen mas amAgus sampaiin. " Ujar laki-laki di ujung telepon membuat perasaan Alisa semakin memberontak tidak karuan.
"Mas Agus.... " Sapa Alisa, memanggil nama laki-laki itu saja sudah berhasil membuat air mata Alisa terjatuh membasahi pipi nya, apalagi jika sampai harus bertemu.
__ADS_1
"Iya Alisa, ini mas Agus, nanti mas jemput kamu yah, mas mau ke tempat kerja ayah mas dulu buat ngomong sesuatu abis itu aku mau ngomong sesuatu sama kamu, mas masih dijalan nanti aku hubungin lagi yah. "
Klik
Sambungan terputus, belum sempat Alisa mengatakan sesuatu pada laki-laki itu panggilan mereka sudah terputus. Agus sama sekali tidak memberinya kesempatan untuk mengatakan keadaan dan situasi isa sekarang.
"Kamu terlambat mas. " Lirih Alisa berjalan dengan lunglai ke atas kasur.
Sedetik kemudian tubuh Alisa terguncang hebat, gadis itu menangis sejadi-jadinya.
Bukan hanya masa depannya ynag suram, tapi kisah cintanya juga kandas.
"Mas Agus, maafin Alisa yang nggak bisa nepatin janji kita bisa sama-sama selamanya, Alisa udah nikah mas. " Ujar Alisa berbicara kepada dirinya sendiri, hal itu yang tadinya ingin ia sampaikan pada Agus namun entah mengapa, lidahnya terasa kelu.
###
"Gadis mana yang ingin kau nikahi Agus?. " Tanya tuan Cipto nampak antusias ingin mengetahui gadis seperti apa yang anak laki-lakinya itu sukai.
"Gadis dari desa sebelah ayah, aku akan mengenalkannya pada ayah nanti, sekarang sudah jam 4 aku akan pergi menjemlutnya terlebih dahulu, nanti aku akan langsung pulang ke rumah dan membawanya. " Tutur Agus tidak kalah antusias.
Tuan Cipto mengangguk.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, ayah akan menyelesaikan pekerjaan disini dan langsung pulang, menunggumu dan calon menantu ayah itu. " Balas tuan Cipto.
Bersambung...