Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)

Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)
Bagian 36 : Belum Ikhlas


__ADS_3

"Tuan... Tuan Cipto sadar? Mas Agus panggil dokter lagi cepetan..... " Pekik Alisa.


###


1 minggu kemudian.


Setelah 1 minggu di rawat akhirnya hari ini tuan Cipto bisa kembali pulang dan malkukan perawatan di rumah.


Bukan tanpa alasan, laki-laki itu merasa lebih nyaman berada di dalam rumahnya sendiri di banding harus menghabiskan waktunya selama ber bukan-bulanan di rumah sakit.


Tuan Cipto juga sudah meminta terapis untuk datang ke rumahnya saja selama 6 bulan masa pemulihannya.


Tuan Cipto kini hanya bisa terduduk di atas kursi rodanya, beruntung laki-laki itu masih bisa berbicara dengan normal, hanya saja kakinya sulit untuk di gerakkan dan ingatannya tentang Alisa juga hilang.


Emosi tuan Cipto juga semakin tidak terkontrol semenjak menyadari separuh tubuhnya mengalami kelumpuhan, laki-laki itu nampak putus asa dan terkadang melampiaskan amarahnya pada Alisa yang saat ini di anggap nya sebagai pembantu baru di rumah tersebut.


Seperti yang terjadi saat ini.


"Maaf tuan, biar Alisa bersihkan dan ambil makanan yang baru di bawah. " Ujar Alisa saat sekali lagi tuan Cipto memarahinya karena laki-laki itu tidak ingin memakan bibir buatan Alisa.


Tuan Cipto memandangi Alisa dengan tatapan geram.

__ADS_1


"Aku tidak suka makan bubur, sediakan saja hidangan seperti biasanya, aku tidak sakit! Jangan memperlakukanku seperti orang sakit! Dasar bodoh!. " Omel tuan Cipto untuk yang kesekian kalinya hari ini Alisa di katai bodoh.


Alisa segera pergi meninggalkan kamarnya lalu turun kembali ke dapur, air matanya tidak bisa di bendung lagi. Alisa menangis sejadi-jadinya.


"Alisa? Kamu kenapa?. " Tiba-tiba saja Agus sudah berdiri di belakang gadis itu, raut awajahnya nampak khawatir.


Alisa yang tidak ingin memperkeruh suasana segera menghaous air matanya dan membuat alasan.


"Aduh, eh mas Agus ini mata saya kelilipan, hehehe.. "


Agus mengernyitkan alisny, memegang bahu Alisa dan memaksa tubuh gadis itu menghadapnya.


"Jangan bohong aku tau kalau kamu abis nangis, ada apa? Ayah marahin kamu lagi? . " Cecar Agus.


Agus khawatir sekaligus merasa iba pada Alisa yang harus mengurisi ayahnya seorang diri, palagi sekarang gadis itu seperti terlupakan dari memori ingatan tuan Cipto.


Dalam hati kecil Agus masih berharap, Alisa mau pergi dari rumah itu dan memulai kehidupan barunya. Agus akan merasa lebih tenang dan iklas jika Alisa bertemu dengan laki-laki lain yang jauh lebih baik dari tuan Cipto.


Walau pada akhirnya cintanya pada gadis itu akan kembali kandas.


Alisa menggeleng-gelengkan kepalanya, tetap kekeh pada pendiriannya.

__ADS_1


"Alisa nggak apa-apa mas, cuman kelilioan, beneran kok. " Balas gadis itu sembari menampilkan senyumnya.


Agus hanya bisa berpura-pura percaya. Memaksa Alisa untuk mengatakan apa yang terjadi pada gadis itu juga percuma, jawabannya pasti selalu saja"tidak apa-apa" .


"Ya udah kalau gitu, nanti kamu bantuin mas beresin kamarnya ayah yah? Soalnya nggak mungkinkan kamu tidur di sofa terus tiap malam? Biarin ayah tidur di dalam kamarnya sendiri biar kamu juga bisa istirahat dengan baik. " Ujar Agus lagi, mengalihkan pembicaraan.


Alisa mengangguk.


"Iya mas, sebenarnya Alisa juga nggak keberatan kok kalau tuan Cipto tidur di kamar Alisa, tuan kan suami Alisa mas, biar gimanapun Alisa juga punya tanggung jawab buat ngurusin dia. " Balas Alisa yang seketika membuat perasaan Agus seperti di remas-remas.


"Aku keberatan Alisa!. " BatinAgis, namun laki-laki itu tidak mengatakannnya.


"Tapi tetap ajakan ayah kayaknya lebih nyaman kalau tidur di dalam kamarnya sendiri?. " Tutur Agus lagi.


"Iya mas, tuan Cipto emang lebih sering ada di dalam kamarnya selama ini dan kayaknya bakalan cepat pulih kalau tuan tidur di dalam kamarnya sendiri. " Balas Alisa membenarkan.


Agus akhirnya bisa tersenyum lega, setidaknya Alisa tidak akan tidur dengan ayahnya untuk beberapa bulan ke depan.


Setidaknya meskipun Alisa dan ayahnya sudah menikah, Agus tidak akan menyaksikan 2 orang yang paling penting dalam hidupnya saat ini itu tidur dan bermesraan di dalam kamar ibunya sendiri.


Agus masih belum benar-benar iklas menerima semua kenyataan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2