Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)

Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)
Bagian 48 : Jangan Suudzon


__ADS_3

"PERGI, KELUAR DARI KAMARKU. " Usir laki-laki itu lagi kali ini sambil berteriak.


###


Alisa yang di teriaki seperti itupun langsung beranjak pergi meninggalkan kamar tuan Cipto dengan mata yang berkaca-kaca.


"Astaghfirullah ya Allah. " Gumam Alisa pelan, sesampainya gadis itu di dalam kamarnya sendiri.


Meskipun tuan Cipto memperlakukannya dengan kurang baik tapi baru kali ini laki-laki itu berteriak padanya.


Entah mengapa hatinya menjadi sangat sakit.


"Sabar Alisa... Sabar kamu pasti bisa melalui semua ini. " Batin gadis itu mencoba menguatkan dirinya sendiri.


Suara Adzan dzuhur berkumandang Alisa segera masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil wudhu dan melaksanakan sholat.


Di dalam doanya tidak berhenti Alisa meminta pertolongan kepala tuhannya dan meminta kesembuhan serta kelembutan hati tuan Cipto.


###


1 jam kemudian, setelah sudah lebih tenang Agus kembali mengajak Alisa untuk segera pergi menjemput perlatan terapi tuan Cipto dan dengan senang hati Alisa mengiyakan ajakan tersebut.

__ADS_1


Setelah memastikan tuan Cipto tertidur dan Ratih yang akan berjaga di depan kamar laki-laki itu, Alisa dan Agus akhirnya bisa pergi dengan tenang.


Kini keduanya sudah bersama di dalam mobil yang melaju menuju ke bandara, tempat mereka akan mengambil kiriman barang.


Tidak ada yang memulai percakapan selama beberapa menit mereka berada di dalam mobil itu. Suasana di antara keduanya menjadi canggung.


"Alisa... "


"Mas Agus... "


"Eh mas Agus ngomong aja duluan. " Lanjut Alisa.


"Alisa, aku minta maaf soal kejadian tadi. " Ujar laki-laki itu bersungguh-sungguh.


"Bukan sama saya mas, tapi sama tuan Cipto, ayah mas sendiri. " Balas Alisa.


"Tapi tetap saja aku juga harus meminta maaf kepadamu karena sudah membuatmu panik dan khawatir. " Lanjut Agus.


"Yang lebih panik dan terkejut itu tuan Cipto mas, kasian tau ayah masnitu sampai sesak nafas tadi, mas Agus pokoknya harus minta maaf juga sama tuan Cipto nantinya. " Ujar Alisa.


"Tapi... Aku serius Alisa pintu itu tadi terjunci dari dalam dan bagaimana bisa yah ku bisa dengan cepat mengingat dimana dia menaruh kunci kamarnya? Sementara dia sama sekali belum bisa mengingat jika kamu sudah menjadi istrinya Alisa?. " Cecar Agus, mencoba meyakinkan Alisa sekali lagi tentang kejanggalan yang ia rasakan.

__ADS_1


"Mas, udahlah mungkin pas mas yang buka tadi pintunya kebetulan macet, lagian kunci kamar tuan Cipto aku pegang mana bisa dia kunci pintunya dari dalam, tuan Cipto juga nggak bisa jalan untuk pindah ke kursi roda aja mesti di bantuin dulu mas. " Oceh Alisa tetap berpikiran positif.


"Kamu nggak berpikir kalau ayahku sebenarnya cuman pura-pura aja dan mau nguji kita? Kamu taukan aku terpaksa harus ngurusin bisnis ini karena dia sakit dan dia tau kalau aku suka dan cinta smaa kamu Alisa, ayahku juga tau kalau kamu nggak bisa ninggalin dia dalam ke adaan sakit! Jadi kita berdua ini adalah tawanannya. " Pekik Agus, mulai mengoceh lagi.


Alosa kembali menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak setuju dengan pemikiran Agus.


"Mas udahlah jangan suudzon sama ayah mas sendiri, apalagi kita lagi dalam perjalanan mas nggak takut kena kualat?." Ujar Alisa mencoba mengalihkan pembicaraan.


Agus nampak medesah kesal.


"Terserah lah Alisa yang penting aku sudah mencoba meyakinkan kamu, semoga kamu bisa sadar juga suatu hari nanti. " Gumam Andika.


"Mas Agus udah dong nggak usah di bahas lagi, padahal ini hari pertama Alisa bisa keluar dengan bebas setelah berminggu-mingu terkurung di dalam rumah. " Ujar Alisa.


Agus yang sedang menyetir itu melirik sebentar lalu kemudian meringis merasa bersalah.


"Maaf Alisa, padahal harusnya hari ini kamu happy, tapi aku malah bikin keributan dan bikin kamu jadi kepikiran. " Ujar Agus kembali meminta maaf.


"Iya tidak apa-apa mas Agus, yang penting hari ini isa bisa pulang sebentar dan ngeliat ibu di rumah. " Pekik isa, antusias.


Agus melupakan segala kekesalannya dan kambali fokus pada misinya untuk membuat Alisa senang hari ini.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2