Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)

Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)
Bagian 26 : Membuat Pilihan


__ADS_3

"Baiklah kalau begitu, ayah akan menyelesaikan pekerjaan disini dan langsung pulang, menunggumu dan calon menantu ayah itu. " Balas tuan Cipto.


###


"Ratih... Ratih... " Teriak tuan Cipto sesampainya di rumah, dengan cepat laki-laki itu memanggil pembantunya tersebut.


Tidak lama kemudian Ratih muncul dari dapur sambil memegang sifat di tangan kanannya, sepertinya perempuan itu sedang memasak.


"Ada apa tuan?. " Ujar Ratih.


"Kamu cepetan masak ayam kecap, anak laki-laki saya akan pulang nanti, pokoknya kamu harus memasak hidangan istimewa malam ini, cepat. " Perintah tuan Cipto.


Dengan sigap Ratih berlari kembali ke dapur, mengeluarkan seluruh bahan makanan dari dalam kulkas untuk di olahnya.


"Enak sekali gadis itu hanya mengurung diri di dalam kamar mewah, sementara aku harus memasak dan membuang-buang tenaga ku selama seharian di dapur ini. " Oceh Ratih, merasa tidak terima tuan Cipto memerintahnya memasak hidangan spesial yang pastinya akan memakan waktu dan tenaga.


Sedangkan Alisa saat ini sedang berada di dalam kamarnya. Ratih berpikir gadis itu sedang bersantai menonton tayangan televisi sambil ongkang-ongkang kaki namun pada kenyataannya Alisa saat ini sedang melamun, wajahnya nampak muram.


Berkali-kali ponselnya bergetar menandakan ada pangilan yang masuk dari Agus, sudah sejak setengah jam yang lalu laki-laki itu mencoba menghubunginya.


Namun, sebisa mungkin Alisa menngabaikannya.

__ADS_1


"Maaf Agus, aku harap kita tidak akan pernah bertemu lagi, semoga kamu menemukan seseorang yang lebih baik dari pada aku, maaf karena aku tidak sempat mengatakan kalimat perpisahan padamu. " Gumam Alisa, menatap keluar jendela kamarnya.


Langit terlihat sangat mendung, sebentar lagi sepertinya akan turun hujan.


Alisa sudah mebulatkan tekatnya untuk melupakan Agus dan belajar membuka hatinya pada tuan Cipto, suaminya saat ini.


"Ya Allah semoga ini menjadi pilihan yang terbaik, bantu aku menjalani segala cobaan ini. " Pinta Alisa, berharap semuanya akan segera berakhir.


###


Sementara di tempat lain, Agusy kini sudah sejak setengah jam yang lalu menunggu Alisa di depan sebuah toko jilbab, tempat Alisa bekerja dengan raut wajah gelisah.


Sudah setengah jam juga, laki-laki itu mencoba menghubungi gadis pujaan hatinya itu.


Namun kali ini laki-laki itu sudah datang dengan membawa kabar gembira.


"Alisa, kenapa kamu tidak mengangkat panggilan ku, aku sedang menunggumu di depan toko tempatmu bekerja, aku sudah membeli cincin untuk pernikahan sederhana impian kita, ayahmu sudah memberi restu dan aku akan membawamu bertemu dengannya, tolong angkat telpon ku. " Bunyi pesan yang Andika kirimkan pada Alisa.


Agus sekali lagi memperhatikan sekitarnya namun tidak ada tanda-tanda Alisa berada di sekitar toko jilbab tersebut.


"Apa dia hari ini tidak masuk kerja? Harusnya tadi aku bertanya dulu kepada gadis itu. " Gumam Agus, sedikit merasa menyesal tidak bertanya terlebih dahulu pada Alisa.

__ADS_1


Padahal tadi mereka sempat berbicara selama kurang lebih 2 menitan.


"Apa aku bertanya saja yah ke pemilik toko itu. " Gumam Agus lagi, melihat di toko jilbab tersebut hanya ada seorang ibu-ibu yang Agus tahu ibu-ibu amitu adalah bos Alisa, karena Alisa pernah mengirimkan poto mereka bersama.


Agus kemudian memutuskan untuk beranjak turun dari mobilnya dan menghampiri toko tersebut.


Pemilik toko itu nampak heran melihat kedatangan Agus.


"Mau cari apa mas?. " Tanya ibu-ibu pemilik toko jilbab itu.


Agus segera mengeluarkan ponselmya dan memperlihatkan poto Alisa.


"Gadis ini, dia bekerja disini kan? Apa dia gidak datang bekerja hari ini?. " Tanya Agus, penasaran.


Ibu-ibu itu pun melihat poto i


Alisasa lalu segera mengggelengkan kepalanya.


"Oh Alisa? Waduh dia mah udah nikah mas dari 1 minggu yang lalu. " Jelas ibu-ibu itu.


Deg

__ADS_1


Jantung Agus seketika berdegup sangat kencang.


Bersambung...


__ADS_2