Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)

Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)
Bagian 29 : Kamu Salah Orang


__ADS_3

Agus pun tanpa pikir panjang turun dari mobilnya dan berusaha menguatkan hatinya untuk melangkah masuk ke dalam rumah yang di penuhi dengan kenangan masa lalunya itu.


###


Makan malam antara ayah dan anak itu berlangsung biasa saja, Agus tidak mengatakan banyak hal saat ayahnya bertanya tentang calon istri yang ingin dia perkenalkan.


"Dia sepertinya belum siap. " Hanya itu kata yang Agus bisa katakan saat ini.


Setelah mengetahui jika gadis yang dirinya cintai sudah menikah dengan orang lain, Agus sebenarnya tidak mempercayai hal tersebut sampai dirinya benar-benar mendengarnya dari mulut gadis itu secara langsung.


Untuk saat ini Agus tidak mungkin mengatakan jika orang yang di cintainya itu sudah menikah dengan orang lain. Agus yang masih merasa sangsi dengan pernyataan pemilik toko tadi akan mencoba mencari tahu berita tersebut di keesokan harinya.


"Ayah kalau boleh aku mau istirahat duluan, tubuhku rasanya sangat lelah. " Ujar Agus beranjak dari tempat duduknya sambil berkacak pinggang.


Tuan Cipto hanya mengangguk pelan dan membiarkan anak laki-lakinya itu pergi ke kamarnya. Sementara tuan Cipto sendiri masih duduk di meja makan sambil memainkan ponselnya.


Agus dengan cepat menaiki anak tangga yang akan membawanya ke lantai 2, dimana kamarnya yang sudah beberapa tahun tidak dirinya tempati itu berada.


Saat baru saja akan membuka pintu kamarnya, perhatiannya teralihkan pada kamar yang berhadapan langsung dengan kamarnya, yakni kamar nyonya Berlian.


Agus mengernyutkan alisnya, merasa ada yang aneh dengan kamar itu.


"Suara televisi, lampunya menyala?. " Gumam Agus, merasa curiga jika di lantai 2 rumah itu ada orang lain selain dirinya.


Agus kemudian berjalan kembali mendekati tangga dan melirik sekilas ke meja makan di mana tuan Cipto saat ini masih berada disana.

__ADS_1


"Apakah ada orang lain di rumah ini.?." Gumam Agus lagi, kali ini laki-laki itu berjalan mendekati kamar nyonya Berlian.


Kurang lebih 5 tahun Agus tidak pernah menginjakkan kakinya di rumah itu, yang Agus dengar tuan Cipto sudah menikah sebanyak 3 kali sejak ibunya meninggal.


Akan tetapi ke 3 perempuan itu melarikan diri dan kabarnya tidak pernah terdengar lagi sampai hari ini.


Agus sebenarnya juga menaruh kecurigaan pada ayahnya, hal itu pula yang membuatnya penasaran dan ingin datang ke rumah yang menyimpan banyak kenangan masa kecilnya itu. Selain berniat untuk meminang kekasihnya, Agus juga penasaran dengan keberadaan ke 3 perempuan yang sempat menjadi ibu tirinya itu.


"Apa ayah mengurung perempuan lain lagi?. " Gumam Agus, mengingat jika ibunya dulu meninggal di dalam kamarnya sendirian gara-gara di kurung oleh ayahnya sendiri, tuan Cipto.


Agus yang saat ini sudah berada persis di depan pintu kamar ibunya tersebut, sesaat kemudian memberanikan dirinya untuk mengetuk daun pintu.


Tok..


Tok..


Tok..


Tok..


Tok..


Agus kembali mengetuk pintu, kali ini Agus mendengar suara langkah kaki yang berjalan mendekati pintu tersebut dari dalam.


Deg

__ADS_1


Seketika jantungnya berdegup sangat kencang, Agus sendiri tidak mengerti mengapa dirinya sontak merasa gelisah dan degdegkan.


Mungkin karena rasa traumanya yang pernah berusaha mendobrak pintu tersebut saat nyonya Berlian meminta tolong untuk di bukakan pintu membuat Agus merasa gelisah saat mendengar pergerakan seseorang di dalam kamar bekas ibunya itu.


Klek


Pintu tersebut terbuka, Agus yang tadinya merasa gelisah sekaligus penasaran pada seseorang yang berada di dalam kamar bekas ibunya itu seketika terperanjat saat melihat wajah seorang gadis yang sangat di kenalnya muncul dari balik pintu.


Gadis itu juga terlihat sama terkejutnya dengan Agus.


Mereka berdua bertatapan untuk sesaat, seperti saling berkomunikasi melalui mata.


"Kenapa kamu ada disini?. " Kalimat pertama yang keluar dari mulut Agus seketika membuat gadis yang ternyata Alisa itu menatap ke ara lain dan mencoba menutup pintu untuk menghindarinya.


"Ah maaf kamu salah orang... " Gumam gadis itu, namun Agus dengan sigap langsung menahan daun pintu tersebut.


Ia tidak mungkin salah, gadis itu adalah Alisa, gadis yang Agus cintai.


"Kamu Alisa, kenapa kamu bisa ada disini? Ini mas Agus Alisa!. " Pekik Agus, nada suaranya terdengar meninggi.


Gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha mendorong tubuh Agus agar menjauhi daun pintu yang sedang bersama di tutupnya namun Agus yang tenaganya lebih besar tentu saja tidak bisa di dorong dengan mudah.


Aksi dorong mendorong di antara keduanya menimbulkan keributan dan sampai juga ke telinga tuan Cipto yang berada di lantai bawah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2