Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)

Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)
Bagian 39 : Agus Kesal


__ADS_3

"Ada di tuan Cipto tuan. " Balas preman itu


###


Baru 1 jam berada di kantor tempat tuan Cipto menjalankan bisnisnya Agus sudah merasa tidak ingin melanjutkan bisnis itu lagi.


Setelah membantu laki-laki tua tadi untuk pulang ke rumahnya dan merobek kertas perjanjian untuk penyitaan rumahnya, Agus kemudian pulang dengan perasaan kesal, kecewa sekaligus sedih.


Sesampainya di halaman rumah mewah ayahnya, Agus segera turun dari mobil dan masker ke rumah mewah tersebut.


Kebetulan sekali tuan Cipto yang duduk di kursi roda itu saat ini sedang makan dan di suapi oleh Alisa. Mereka berdua sedang berada di meja makan.


Deg


Tiba-tiba saja ada perasaan sakit hati yang menusuk-nusuk dadanya, perasaan Agus semakin dongkol.


Pemandangan di hadapannya membuat Agus risih sekaligus marah.


Di dekatinya ayahnya bersama gadis yang di cintainya itu dengan raut wajah masam.

__ADS_1


"Ayah.... " Sapa Andika.


Tuan Cipto yang mendengar itu buru-buru menelan makanannya dan menepis tangan Alisa yang berusaha untuk menyuapinya lagi.


Agus meringis, risih.


"Agus, kenapa kau pulang cepat sekali? Bagaimana hari pertamamu bekerja menjalankan bisnis ayah? . " Tanya tuan Cipto, Alisa yang duduk di sampingnya nampak terkejut dan sepertinya baru mengetahui hal itu.


"Dimana surat-surat perjanjian hutang piutang orang-orang yang ayah berikan pinjaman?. " Tanya Agus to the point.


Tuan Cipto nampak kebingungan.


"Ayah tidak tau, ayah lupa Agus. " Ujarnya pelan.


Agus semakin kesal.


"Lupa bagaimana? Jelas-jelas ayah masih bisa mengingat jika ayah mempunyai bisnis kotor itu tapi ayah pura-pura lupa telah membuat perjanjian hutang piutang sebelum memberikan orang-orang itu pinjaman?. " Pekik Agus.


"Tapi, ayah benar-benar lupa Agus, cobalah cari ke kamar ayah mungkin surat-surat itu ada disana. "

__ADS_1


Agus menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ayah lupa? Terakhir kali aku dan Alisa ingin masuk ke ruangan itu untuk membersihkan kamar ayah pintunya terkunci dan saat di tanyakan kuncinya ayah juga mengatakan lupa dimana menaruhnya. " Agus mulai merasa gemas dengan sikap ayahnya itu.


Dokter memang sudah mengatakan jika mungkin tuan Cipto akan mengalami lupa ingatan ringan dan akan melupakan beberapa hal kecil di dalam ingatannya, akan tetapi Agus merasa ayahnya itu terus-terusan membohonginya.


Tuan Cipto nampak memegangi kepalanya dan terlihat pusing di cecar pertanyaan Agus. Melihat itu Alisa yang sedari tadi hanya diam saja kini angkat bicara.


"Sudah.. Sudah.. mas Agus tuan Cipto lagi sakit wajar saja kalau dia tidak bisa mengingat semuanya. " Ujar gadis itu.


"Kamu percaya dia lupa? Dia bahkan masih mengingat bisnis kotornya itu dan menyuruhku untuk mengurusnya, tapi dia bahkan tidak bisa mengingat dimana berkas-berkas pentingnya tersimpan, bagaimana aku bisa mengelola bisnis itu jika aku sendiri tidak tau harus bersikap seperti apa saat para preman itu membawa dan menghajar orang-orang yang berutang dan tidak membayar hutangnya ke kantor!. " Oceh Agus, mengeluarkan seluruh kekesalannya.


"Mas Agus, kenapa mas nggak percaya dengan ayah mas sendiri, jangan begitu mas dosa! Tuan Cipto saat ini satu-satunya keluarga mas loh, mas bisa kualat kalau nuduh orang tua bohong. " Balas Alisa, nampak gadis itu lebih percaya dan membela tuan Cipto.


Agus menghembuskan nafasnya dengan kesal.


"Terserah bela saja dia, diakan suamimu aku hanya anaknya yang sepertinya akan di jadikan tumbal selanjutnya seperti kakakku. " Ujar Agus menatap tajam ke arah Alisa lalu kembali keluar dari rumah dan mengendarai mobilnya tanpa tujuan.


Yang ada di dalam pikiran Agus saat ini adalah menjauhi rumah ayahnya tersebut untuk menenangkan pikirannya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2