
Jantung Agus seketika berdegup sangat kencang.
###
Tok.. Tok.. Tok..
Ketukan pada daun pintu kamar Alisa seketika membuat gadis itu tersadar dari lamunannya, Alisa kemudian langsung menyembunyikan ponselnya tersebut ke bawah kolong ranjang lalu berjalan ke arah pintu.
Ternyata orang yang mengetuk pintunya tersebut adalah tuan Cipto.
"Alisa... " Sapa tuan Cipto dengan senyumya yang nampak ramah.
"Tuan sudah pulang?. " Balas Alisa, sedikit terkejut melihat suaminya itu pulang lebih cepat dari biasanya.
Biasanya jika tuan Cipto pergi keluar di siang hari laki-laki itu akan pulang setelah sholat Isha, namun kali ini laki-laki itu pulang lebih cepat.
Ada yang berbeda dari laki-laki itu, Alisa bisa merasakannya hanya dengan melihat raut wajah tuan Cipto yang nampak berseri-seri.
"Aku pulang cepat, karena malam ini kita akan kedatangan tamu special. " Ujar tuan Cipto, sembari masuk ke dalam kamar Alisa lalu duduk di atas sofa di ikuti oleh Alisa yang nampak kebingungan.
__ADS_1
"Tamu special?. " Tanya Alisa, bingung.
Tuan Cipto mengangguk.
"Malam ini anak laki-lakiku akan pulang membawa calon istrinya, setelah dua tahun aku menunggunya pulang, akhirnya pintu hatinya terketuk juga untuk datang lagi ke rumah ini setelah ibunya meninggal. " Tutur tuan Cipto, nada suaranya terdengar sedih menceritakan tentang anak laki-lakinya itu.
"Wah, aku ikut senang tuan akhirnya tuan bisa bertemu dengannya lagi. " Balas Alisa, ikut antusias dan menetralisir keadaan agar tuan Cipto tidak terlalu sedih memikirkan anak laki-lakinya yang jarang pulang itu.
Meskipun Alisa sendiri tidak tau apa alasannya. Namun satu hal yang pasti semenjak nyonya Berlian meninggal hubungan tuan Cipto dengan anak-anaknya sepertinya mulai renggang.
"Apa yang bisa Alisa bantu tuan untuk menyambut anak laki-lakimu itu?. " Ujar Alisa kemudian menawarkan bantuan.
Tuan Cipto menggeleng-gelengkan kepalanya.
Takut jika dirinya membuat kesalahan yang tidak di sengaja lagi, Alisa mulai gelisah.
"Maaf tuan, apakah saya ada membuat suatu kesalahan yang membuat tuan tersinggung lagi?. " Tanya Alisa memastikan, gadis itu nampak menahan nafasnya.
Akan tetapi tuan Cipto kembali menggelengkan kepalanya, yang membuat Alisa bisa bernafas sedikit lega pada akhirnya, namun pernyataan tuan Cipto yang melarangnua keluar dari dalam kamar bila anak laki-lakinyanya pulang itu masih membuat Alisa heran.
__ADS_1
"Lalu ada apa tuan melarang Alisa keluar dari kamar ini?. " Gadis itu membersnikan dirinya untuk bertanya.
"Aku takut jika anak laki-lakiku belum bisa menerimamu, aku takut jika nanti anak laki-lakiku itu mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dan berujung menyakiti perasaanmu Alisa, lebih baik untuk saat ini kalian berdua tidak usah bertemu dulu, jika waktunya sudah tepat dan anakku itu sudah siap, barulah aku akan memperkenalkanmu padanya. " Jelas tuan Cipto yang membuat Alisa seketika mengangguk-anggukkan kepalanya.
Alisa yang sangat peka itupun langsung mengerti dengan maksud tuan Cipto, ia bahkan sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Alisa sadar diri, ia hanyalah istri muda yang dinikahi tuan Cipto karena terpaksa kalaupun dirinya dan tuan Cipto menikah karena memiliki perasaan cinta yang sama tentunya anak-anaknya tuan Cipto itu tetap tidak akan mudah menerima Alisa.
Apalagi Alisa jauh lebih muda dari tuan Cipto, kini Alisa juga mulai mengerti mengapa pada saat pernikahannya dengan tuan Cipto, tidak ada satupun keluarga tuan Cipto yang hadir, alasannya mungkin karena laki-laki itu tidak siap dengan penolakan keluarganya.
"Baiklah kalau begitu tuan, saya mengerti. " Ujar Alisa kemudian, setelah cukup lama terdiam dan menyaring ucapan tuan Cipto tadi.
"Satu lagi Alisa... " Lanjut tuan Cipto.
"Apa itu tuan?. "
"Mungkin aku akan mengundur jadwal kedatangan orang tuamu, sampai anakku kembali pulang ke rumah kakek neneknya, aku tidak ingin membuatnya terkejut karena kehadiran orang tuamu di rumah ini, anak laki-lakiku itu sedikit kritis dan suka sekali mengomentari sesuatu yang tidak di sukainya secara terang-terangan sebagai gantinya aku akan mengirimkan orang tuamu uang." Lanjut tuan Cipto.
Alisa seketika merasakan kekecewaan di dalam dirinya, namun gadis itu tidak berani membantah apalagi melawan ucapan tuan Cipto.
__ADS_1
"Baik tuan, tidak apa-apa. " Balas Alisa, hatinya sebenarnya sangat berat namun Alisa hanya bisa pasrah mengikuti ucapan suaminya itu.
Bersambung...