Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)

Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)
Bagian 33 : Maaf


__ADS_3

Gadis itu benar-benar di buat gelisah oleh dua orang laki-laki yang sama-sama yang berperan penting dalam hidupnya.


###


Alisa dan Agus kini duduk berdua di kursi taman rumah sakit.


Suasana di antara keduanya kembali canggung. Alisa tidak tau lagi harus mengatakan apa pada Agus setelah mengetahui kenyataan jika anak laki-laki dari suaminya adalah kekasihnya sendiri.


Orang-orang mungkin akan berpikir kisah cinta Alisa bagaikan drama Korea ataupun drama-drama yang sering terjadi di televisi namun ini sungguh terjadi di dalam hidupnya dan ini nyata.


Sungguh sulit berada di posisi Alisa.


"Mas Agus... "


"Alisa... "


Alisa dan Agus berbarengan.


"Mas aja yang duluan." Lanjut Alisa mengalah.


Agus menggelengkan kepalanya.


"Nggak kamu aja. " Balas laki-laki itu.


Alisa kemudian mengangguk.


"Mas, Alisa mau minta maaf, ini semua terjadi nggak seperti bayangan mas Agus terhadap Alisa...." Gadis itu tidak sanggup menyelesaikan kata-katanya. Matanya kembali berkaca-kaca.

__ADS_1


"Mas tau... " Ujar Agus. Bukan hanya perasaan Alisa yang kebingungan, tapi pikiran dan perasaan Agus jauh lebih terluka.


Ayahnya, keluarga inti Agus satu-satunya malah menikah dengan gadis pujaan hatinya, siapa yang paling terluka di antara mereka berdua? Jawabannya tetaplah keduanya!.


"Mas juga mau minta maaf karena perkataan mas tadi yang ngatai kamu sama aja sama cewek lain yang matrealistis, kata-kata itu mau mas tarik. " Lanjut Agus.


Alisa menatap wajah Agus dengan tatapan sedih.


"Maafin Alisa karena nggak berani ngomong sama mas Agus, hari itu Alisa udah coba hubungin mas Agus tapi HP mas nggak pernah aktif, chat Alisa juga nggak di balas, ternyata orang tua Alisa berutang sama tuan Cipto, di hari yang harusnya pertemuan ke tiga kita Alisa justru di bawa paksa untuk ketemu sama tuan Cipto, besoknya kami menikah. " Jelas Alisa panjang lebar, tidak ada yang ingin dirinya tutup-tutupi lagi dari Agus.


Sudah terlanjur basah, lebih baik sekalian mandi saja. Agus sudah terlanjur tau Alisa sudah menikah dengan tuan Cipto, sekalian saja Alisa ceritakan semuanya.


Agus menghela nafasnya, laki-laki itu terlihat masih berat untuk menerima kenyataan jika gadis yang ada di depannya saat ini sudah menjadi ibu tirinya.


"Maaf hari itu nenek mas sakit dan HP mas kena hack orang, mas udah nyoba juga hubungin kamu beberapa hari kemudian tapi nggak pernah kamu balas, sampai akhirnya mas memutuskan untuk sekalian datang aja kesini makin, tau-tau mas dengar kabar kalau kamu udah nikah sama laki-laki kaya... "Turut Agus nada suaranya terdengar bergetar.


"Ternyata laki-laki kaya itu, ayah mas sendiri, hahah lucu banget yah hidup ini..." Lanjut Agus, mencoba untuk tetap terlihat tegar namun Alisa tahu betul hatinya hancur.


"Maafin Alisa mas. " Ujar Alisa lagi, hanya kata itu yang ada di pikirannya saat ini. Pikirannya benar-benar blank.


"Mas yang harusnya minta maaf sama kamu, mas juga mewakili ayah mas karena udah buat kamu masuk ke dalam kehidupan dia yang berantakan." Balas Agus.


Alisa menggelengkan kepalanya.


"Nggak apa-apa mas, kalau nggak menikah dengan tuan Cipto mungkin Akisa nggak bakakan pernah ketemu sama mas Agus lagi. " Ujar Alisa.


"Maksud kamu?. " Agus nampak bingung.

__ADS_1


"Hari itu pas mas Agus gak datang ke taman tempat kita bakalan ketemu, Alisa udah benar-benar kehilangan harapan dan berpikir mau kabur aja dari rumah tapi preman-preman suruhan tuan Cipto datang dan nyeret Alisa pergi ke rumah tuan Cipto dan disinilah kita sekarang, kita ketemu lagi mas, meskipun dalam situasi dan kondisi yang udah berbeda. " Tutur Alisa, gadis itu mencoba untuk tidak hidup dalam masa lalunya bersama Agus lagi.


Mendengar hal itu Agus lama terdiam, laki-laki itu nampak memikirkan sesuatu.


"Alisa kalau kamu mau pergi sejauh mungkin, ini adalah waktu yang tepat. " Pekik Agus.


Alisa mengernyitkan alisnya.


"Maksud mas Agus?. "


"Iya, ayahku dalam keadaan nggak sadar dan kondisinya nggak lumpuh isa, kamu boleh pergi sejauh mungkin yang kamu pengen seperti istri-istri ayahku sebelumnya, ini waktu yang tepat untuk kamu untuk melarikan diri Alisa. " Lanjut Agus yang seketika membuat Alisa tersadar dirinya memiliki peluang yang besar untuk melarikan diri dari jerat tuan Cipto.


Alisa nampak berpikir untuk sesaat. Apa yang Agus ucapkan memang benar, jika dirinya kembali ke rumah tuan Cipto kesempatan itu pasti tidak akan ada lagi.


Namun, kali ini Alisa sedang berada di tempat umum dan ia bisa melarikan diri kapan saja.


"Tapi... "


"Tapi apalagi Alisa?. "


"Bagaimana dengan mas Agus sendiri?. " Tanya gadis itu.


"Kalau ayah sudah sadar nanti, aku yang akan bertanggung jawab dan menanggung semuanya, kamu masih bisa memiliki masa depan yang lebih baik, aku bisa menguris diriku sendiri dan karena ayah sekarang sedang sakit, aku yang akan mengurusnya sampai kesehatannya kembali. " Jelas Agus.


Alisa kembali menggeleng-gelengkan kepalanya.


Bersambung.. .

__ADS_1


__ADS_2