Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)

Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)
Bagian 46 : Rasa Penasaran


__ADS_3

"Ah terserah lah, kepalaku pusing... " Gumam gadis itu lagi.


###


Siang harinya.


Agus benar-benar pulang bahkan sebelum Adzan Dzuhur terdengar di masjid. Laki-laki itu sangat antusias ingin mengajak Alisa untuk keluar dari rumah dan berjalan-jalan.


Tok..


Tok..


Tok..


"Alisa... " Panggil Agus, Laki-laki itu kini sudah berada di depan kamar gadis itu.


Klek


Suara daun pintu terbuka, menampilkan Akisa yang sepertinya baru saja bangun tidur, jilbab di kepalanya terlihat kusut dan sedikit berantakan, matanya juga sembab.


"Kamu baru bangun?. "


Alisa mengangguk.


"Alisa semalam begadang karena pas Alisa ngecek kamar tuan Cipto, ternyata tuan tidak bisa tidur jadi Alisa bantu pijitin sampai tuan Cipto bener-bener tidur. " Jelas gadis itu.


Raut wajah Agus nampak tidak suka mendengarnya.


"Kenapa kamu nggak nyuruh Ratih aja buat mikirin ayah?. "

__ADS_1


"Yah nggak bisa gitu dong mas Agus, Alisa kan istrinya masak iya mesti manggil mbak Ratih yang udah tidur, lagian itu udah tengah malam, Alisa juga nggak enak lah mau bangunin orang. " Tutur Alisa.


"Oh." Ujar Agus, cuek. Raut wajahnya nampak datar.


"Hmmm mas Agus, kita mau pergi sekarang?. " Tanya Alisa kemudian.


"Iya, oh iya ayahku dimana?. "


Alisa nampak berpikir sebentar.


"Eh tuan Cipto ada di kamarnya mas... " Jawab Alisa.


"Di kamarnya?. " Agus mengernyitkan alisnya nampak heran sekaligus bingung persis seperti ekspresi yang Akisa tunjukkan pagi tadi saat tuan Cipto ternyata sudah mengingat dimana dirinya menaruh kunci kamarnga sendiri.


Alisa kembali mengangguk.


"Bukannya dia lupa menaruh kuncinya dimana?. " Pekik Agus.


Sembtara Agus diam terlalu di tempatnya. Pikirannya mulai bertanya-tanya.


"Apa mungkin ayahku oura-oura lupa?. " Batin Agus.


Sesaat kemudian Agus memutuskan untuk mendekati kamar tuan Cipto, ia mendekatkan telinganya ke daun ointu dan benar saja ada suara televisi yang menyala di dalam sana.


Agus kembali mengernyitkan alisnya.


"Apa jangan-jangan ayah hanya oura-pura lupa ingatan?. " Gumam Agus, pelan.


Karena penasaran, Agus berinisiatif untuk membuka kamarntersebut akan tetapi saat memutar pegangan pintunya, daun pintu tersebut tidak dapat dibuka dan seperti sengaja di kunci dari dalam.

__ADS_1


"Di kunci dari dalam?. "


Rasa penasaran Agus pada perilaku ayahnya semakin meningkat.


"Kalau ternyata bisa di kunci dari dalam artinya ayahku bisa berjalan?. " Gumam Agus.


Perasaannya mulai kesal, merasa telah di bohongi dan di bodohi Agus menggedor-gedor pintu kamar tuan Cipto.


"Ayah... Ini Agus! Buka pintunya. " Pekik Agus.


"AYAH.... " Teriak laki-laki itu mulai tidak sabar.


"KENAPA DI KUNCI DARI DALAM? KITA PERLU BERBICARA!. "


Alisa yang berada di dalam kamarnya dan mendengar suara teriakan Agus segera ke luar dari dalam kamarnya dan menghentikan aksi gila Agus tersebut.


"Hei mas Agus berhenti! Kenapa di gedor-gedor pintu kamanya?. " Cecar Alisa.


"Akisa ini semua tidak benar, sepertinya ada yang salah, ayahku sepertinya berbohong kalau dia mengalami lupa ingatan dan lumpuh, coba saja putar pegangan pintu itu Alisa, pintunya terkunci dari dalam. " Pekik Agus berapi-api.


Alisa mengernyitkan alisnya, tidak mengerti dengan apa yang Agus ucapkan namun dengan gerakan cepat Alisa menuruti ucapan laki-laki itu, Alisa memutar pegangan pintu dan sesaat kemudian ointu tersebut terbuka dengan sangat mudah.


Agus shock, matanya terbelalak kaget dan langsung berlari masuk ke dalam kamar ayahnya itu.


"Bagaimana bisa pintunya tidak terkunci? Berarti memang ada yang tidak beres. " Pekik Agus, dengan emosi laki-laki itu mendekati ranjang tuan Cipto, sementara Alisa ikut berjalan di belakangnya mencoba menenangkan laki-laki itu.


"Mas Agus tenang dong ini kenapa sih? Alisa nggak ngerti. " Ujar Alisa mencoba menghentikan langkah Agus.


Akan tetapi laki-laki itu langsung naik ke atas ranjang lalu mengguncang tubuh tuan Cipto sehingga laki-laki yang sedang tertidur pulas itu langsung terbangun.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2