Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)

Istri Muda Tuan Cipto (Pelunas Hutang)
Bagian 38 : Hari Pertama Agus


__ADS_3

Terbukti tuan Cipto tersenyum lebar saat mendengar Agus akhirnya setuju untuk menjalankan bisnisnya.


###


Agus merasa sangat berat untuk menjalankan bisnis kotor ayahnya. Bukan tanpa alasan, bisnis ayahnya yang memberikan pinjaman dengan bunga membuat Agus merasa kasihan kepada para pedagang-pedagang kecil yang mengambil pinjaman di kantor ayahnya tersebut.


Hari ini adalah hari pertamanya bekerja dan Agus langsung menyaksikan beberapa preman yang membawa seorang baoak-bapak tua ke dalam sebuah ruangan. Entah apa yang para preman itu lakukan.


Karena penasaran Agus mencoba mendekati ruangan tersebut dan mengintip di balik kaca, alangkah terkejutnya Agus saat melihat bapak-bapak tua itu di pukuli dan disutradarai paksa untuk menandatangani sesuatu.


"Astaghfirullah, ya Allah. " Gumam Agus, tanpa sadar.


Klek suara pintu terbuka, para preman itu keluar setelah berhasil mendapatkan tanda tangan bapak tua tadi.


"Apa yang sedang kalian lakukan?. " Sentak Agus.


Para preman itu nampak terkejut dan langsung melangkah mundur saat melihat Agus berdiri di hadapan mereka. Untungnya para preman itu tunduk dan memperlakukan Agus layaknya tuan Cipto.


"Hei kenapa diam saja, aku tanya apa yang sedang kalian lakukan pada bapak tua tadi?. "


Para preman itu tidak ada yang menjawab, karena kesal Agus kemudian menunjuk salah seorang di antara preman itu.

__ADS_1


"Heh kamu yang gendut, berkumis dan gondrong maju ke depan. " Perintah Agus, layaknya anak SD yang di perintahkan untuk menjawab soal di depan kelas preman yang Agus perintahkan untuk maju itu, melangkah dengan canggung.


"I-iya tuan... " Ujar preman tersebut.


"Jelaskan apa yang baru saja terjadi!. " Peri tah Agus.


Preman itu menengok ke belakang untuk melihat ekspresi teman-teman premannya.


"Heh aku bertanya kepadamu, untuk apa kami menengok ke belakang lagi! Aku ada di depanmu. " Sentak Agus.


"Ma-maaf tuan, anu itu eh bapak tua tadi tidak mau membayar hutangnya. " Jelas preman tersebut gelagapan.


Agus mengernyitkan alisnya.


"Ini perintah dari tuan Cipto tuan, laki-laki tua itu sudah berkali-kali di tagih, kami bahkan kesulitan mencarinya karena setiap kali kami pergi ke rumahnya untuk menagih dan orang tua itu tidak ada di rumahnya... " Timpal preman yang lain.


"Iya tuan, dia mencoba melarikan diri, makanya kami membawanya kesini dan memintanya menanda tangani surat perjanjian. " Ujar preman berbadan besar itu.


"Surat perjanjian?. " Agus namoak tidak mengerti.


Preman tersebut kemudian menunjukkan surat yang tadi laki-laki tua itu tanda tangani.

__ADS_1


Agus meraih surat tersebut dan membacanya, sesaat kemudian Agus kembali terkejut saat membaca isi suratyangn mengatakan jika laki-laki tua tersebur tidak mampu membayar semua hutangnya. Maka, rumahnya yang akan menajadi jaminan untuk di ambil sebagai syarat untuk melunasi hutang-hutangnya tersebut.


"Kejam sekali. " Gumam Agus.


"Berapa hutang laki-laki itu?. " Tanya Agus lagi untuk memastikan, apakah jaminan rumah tersebut sebanding dengan uang yang si laki-laki tua pinjam.


"Hutangnya 30 juta tuan, tapi karena orang tua itu sudah menunggak selama 3 bukan tanpa membayarkan bunga ataupun hutang pokoknya, hutangnya saat ini mencapai 50 juta tuan. " Jelas preman tersebut.


"Hah? 30 juta menjadi 50 juta? Gila!. " Sentak Agus, benar-benar tidak habis pikir.


Agus memikirkan kakaknya yang pernah di tugaskan untuk membantu tuan Cipto mengurus bisnis haram ini, pantas saja kakaknya itu mengalami depresi.


Agus kenal betul kakaknya itu orang yang sangat lembut dan sangat anti terhadap kekerasan, akan tetapi jika hampir setiap hari preman tersebut membawa seseorang untuk di hajar, pasti kakaknya juga tidak tahan dengan hal itu dan tidak dapat melakukan banyak hal karena tekanan dari ayah mereka.


Sehingga, pada akhirnya kakaknya tersebut memutuskan untuk melarikan diri dan akhirnya meninggal.


"Iya tuan, ini sudah sesuai dengan kesepakatan dan orang tua itu sudah menanda tangani surat kesepakatan hutang piutang sebelum memng ambil pinjaman. " Ujar preman itu lagi.


"Lalu dimana suratnya?. "


"Ada di tuan Cipto tuan. " Balas preman itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2