
Gadis itu tidak menggubris pikirannya terlalu kacau untuk mencerna ucapan Agus dengan langkah cepat Alisa mengetuk salah satu rumah tetangganya.
###
Tok...
Tok...
Tok...
"Permisi... " Pemik gadis itu.
"Permisi bu.. Pak?... " Timpal Agus.
Tidak lama kemudian terdengar suara langkah kaki dari dalam rumah tersebut.
Jlek
Pintu terbuka, menampilkan seorang ibu paruh baya yang sedang menggendong anaknya. Perempuan itu nampak kebingungan melihat kehadiran Alisa.
"Eh Alisa? Anaknya ibu Sumirah?. " Tanya perempuan itu.
Alisa langsung mengangguk.
"Iya bu, maaf mengganggu waktunya saya mau tanya ibu ada ngeliat ayah sama ibu saya nggak? Atau dengar kabarnya? Soalnya tadi saya ngetuk-ngetuk pintu rumah tapi nggak ada orang, ternyata rumahnya udah kosong. " Jelas Alisa.
Perempuan itu nampak tersenyum.
__ADS_1
"Loh bukannya kamu udah nikah sama pengusaha kaya itu? Ibu sama ayahmu sendiri yang bilang makanya sekarang mereka udah pindah. " Jelas ibu-ibu itu.
Alisa mengernyitkan alisnya.
"Pindah?. "
Ibu itu mengangguk.
"Iya di udah pindah kayaknya dari satu minggu yang lalu kalau nggak salah, semua barangnya udah di angkut. " Jawab si ibu-ibu.
Alisa semakin kebingungan.
"Ibu tau nggak kira-kira ibu saya pindah kemana? Atau pernah ngeliat ada orang yang datang ke rumah saya dan menjemput mereka?. " Cecar Alisa, tidak sabar.
Perempuan setengah baya itu nampak berpikir, lalu kemudian mengangguk.
"Saya sempat sih ngeliat beberapa kali ada mobil hitam yang singgah di rumah kamu, tapi muka mereka nggak jelas, tau sendirikan jarak rumah kita juga nggak terlalu dekat jadi saya nggak terlalu merhatiin, tapi kalau masalah adanya orang yang pernah datang ke rumah kamu , iya memang ada. " Jelas perempuan itu
"3 orang, semuanya laki-laki berpakaian serba hitam pake mobil warna hitam juga, datang terakhir itu kira-kira satu mingguan yang lalu, setelah itu ibu sama ayah kamu juga udah nggak ada keliatan lagi dan dengar-dengar mereka pindah karena kamu udah nikah sama orang kaya. " Ujar perempuan itu.
"Oh gitu yah bu, ya udah makasih informasinya Alisa pamit, ayo mas Agus. " Ajak Alisa, mereka berdua bergegas meninggalkan rumah perempuan setengah baya itu setelah mengorek informasi.
"Gimana ini mas? Aku nggak bisa ketemua ibu sama ayahku? Padahal perjuangan untuk datang kesini aja udah berat banget untuk mental Alisa. " Ujar gadis itu nada suaranya terdengar bergetar menahan tangis.
Agus merangkul bahunya, memberi kekuatan pada gadis itu agar tidak putus asa.
"Jangan putus asa Alisa, aku yakin mereka nggak bakalan pergi jauh kok. "
__ADS_1
"Tapi mas, tetap aja Alisa nggak bisa tenang kalau nggak tau keadaan mereka sekarang dm gimana dan ada dimana?gimana kalau ternyata mereka ambil pinjaman di tempat lain lagi dan preman-preman itu nyulik mereka?. " Oceh Alisa, histeris karena prustasi memikirkan orang tuanya.
"Tenangin pikiran kamu dulu Alisa, kalau kamu nggak bisa mikir jernih kita bakalan sulit buat ketemu jalan keluarnya. " Ujar Agus.
Alisa hanya bisa menghela nafasnya mendengar kalimat-kalimat penenang dari Agus, padahal percuma saja kalimat-kalimat itu sama sekali tidak mempan.
Alisa benar-benar takut terjadi aoa-aoa pada ayah dan ibunya.
Agus menuntun Alisa yang mulai lemas kembali ke atas mobil, akan tetapi baru saja mereka akan naik seorang bapak-baoak tiba -tiba saja muncul dan mencegah mereka.
"Hei... Hei... Tunggu! Anak bu Sumirah ya?. " Pekik laki-laki itu, Agus dan Alisa sontak menatap ke raha laki-laki itu dan tidak jadi masuk kedalam alam mobil.
Alisa melihat laki-laki yang kini berasa di hadapannya adalah salah satu tetangganya juga.
"Pak Suhadi? Iya ini Alisa pak anaknya bu Sumirah, bapak ngeliat ibu saya nggak?. " Cecar Alisa kemudian.
Laki-laki itu mengangguk.
"Saya liat mereka satu minggu yang lalu, pergi naik mobil hitam semua barangnya di angkut. " Jelas laki-laki itu.
Alisa semakin lemas mendengarnya, beruntung Agus sigal menahan tubuh gadis itu.
"Bapak tau nggak kira-kira mereka pindah ke mana?. " Kini Agus yang mulai bertanya.
"Bu Mirah sempat cerita sama saya katanya dia di jemput sama suami anaknya, terus di suruh pindah ke rumah yang lebih bagus dari pada gubuk ini. " Jelas laki-laki itu.
"Suami? " Tanya Agus dan Alisa berbarengan mereka kemudian saling bertatapan untuk sesaat lalu kembali menatap laki-laki pemberi informasi itu.
__ADS_1
"Iya, ibu kamu bilang di jemput sama suamimu yang kaya itu, saya juga sempat liat mereka di jemput mobil hitam gitu tapi saya nggak sempat nanya juga mereka mau pindah kemana. " Jelas laki-laki itu lagi.
Bersambung.