Istri Tawanan Tuan Mavericks

Istri Tawanan Tuan Mavericks
Ditengah perdebatan panjang


__ADS_3

Dan percaya lah ketika keadaan semua orang mulai menegang, Irene sejenak masih melirik Mavericks dan Loouz secara bergantian.


Bahkan kakek tua Rolf pura-pura tidak mendengar kan, laki-laki itu Meraih piring makanan di hadapannya padahal jelas-jelas dia tengah pertajam telinga nya untuk tahu apa jawaban Irene.


Dia berharap Perempuan tersebut tidak berbuat kekacauan dan membuat dua saudara bertikai hanya karena persoalan cinta.


Tidak tahu kenapa ini baru kali pertama terjadi di keluarga Grim Reaper saat dua saudara berebut satu perempuan untuk dijadikan pendamping Grim Reaper.


Dikala menunggu jawaban dari Irene, perempuan yang kini duduk di samping Louuz terlihat menampilkan ekspresi wajah yang cukup tegang.


dia harap Irene mencipta sedikit kekacauan disana malam ini, sebab dengan Irene menciptakan kekacauan, bisa di pastikan bagaimana keadaan akan berbalik.


Kakek tua Rolf sangat benci pada karakter perempuan yang suka membuat kekacauan dan tidak berguna.


Melihat bagaimana ekspresi semua orang seketika membuat Irene menaikkan ujung bibirnya.


Alih-alih melanjutkan kata-katanya Irene malah berkata seperti tanpa dosa.


"Ngomong-ngomong apakah kita akan tidur di sini malam ini? seperti nya aku lupa membawa pakaian ganti"


Gedubrakkkk.


Bayangkan ketika wajah semua orang sudah menegang, seketika Mavericks menggeram dan Louuz mengeratkan rahangnya bisa-bisa nya Irene bertanya dengan begitu cuek nya dan mempermasalahkan pakaian ganti nya.


Kauuuu.


Mavericks ingin Sekali mengumpat, dia fikir Perempuan itu akan bilang mencintai dirinya, dengan begitu dia bisa berbesar hati, tapi jika Irene berkata mencintai Loouz maka bisa di pastikan dia akan menghajar perempuan itu malam ini.


"Ahhh ini sulit sekali, apa aku harus menghubungi pelayan rumah untuk membawa pakaian kita kemari?"


Lanjut Irene lagi lantas mencoba membantu sang kakek untuk mengatur beberapa Menu makanan di piring laki-laki tua tersebut.

__ADS_1


"Kamu tidak jadi menjawab pertanyaan Louuz, kakak ipar?"


Perempuan dihadapan Irene bertanya sambil melipat kedua tangannya, dia menatap wajah Irene sambil melirik ke sisi kiri dan kanannya.


"Siapa sebenarnya yang kamu cintai? sebab aku fikir kamu tidak berlaku tegas sejak dulu, setelah memberikan harapan pada Loouz tiba-tiba kamu menikah dengan Mavericks, bukan kah itu cukup tidak memiliki harga diri?"


Kalimat Perempuan itu terdengar begitu menekan, mencoba untuk membuat Irene tersudutkan dengan tiap ucapan nya.


Irene baru selesai meletakkan beberapa makanan di hadapan piring kakek Rolf, dia terlihat menaikkan ujung alisnya, menatap Perempuan itu untuk beberapa waktu.


"Kau tidakkah ingin menyebutkan nama mu lebih dulu?"


Tanya Irene kemudian, bola matanya menatap tajam kearah Perempuan tersebut, jika Perempuan tersebut mencoba mendominasi dan menekan serta menyudut kan nya, maka Irene mencoba untuk membuat perempuan tersebut ingat dimana posisi nya.


"Apa?"


Perempuan itu jelas bertanya dengan nada sedikit terkejut.


Mendengar ucapan Irene seketika membuat perempuan itu sedikit mendengus kesal, dia mencoba membuang pandangannya lantas menoleh kearah Loouz sejenak.


"Atau kamu bisa memberitahu kan aku siapa nama kekasih mu, Loouz"


ucap Irene lagi kemudian sambil melirik kearah laki-laki yang duduk tepat dihadapan nya itu.


Loouz sejenak diam, dia menatap balik Wajah Irene untuk beberapa waktu.


Dia fikir Irene punya nyali cukup besar untuk bicara di tengah jamuan makan malam keluarga Grim Reaper dan menekan keadaan agar berbalik kepada perempuan di samping nya.


"Ruhi, kakak ipar bisa memanggilku ruhi"


Mau tidak mau perempuan disamping Louuz menyebutkan namanya, dia enggan jika sudah melihat kakek mulai memejamkan Sejenak bola matanya.

__ADS_1


Itu berarti laki-laki tua tersebut mulai tidak nyaman dengan keadaan.


Ditengah keadaan, kakek tua seolah-olah baru saja ingin membuka mulutnya tapi tiba-tiba satu hal tidak terduga terjadi.


Dari arah balik pintu dapur muncul seseorang yang tidak terduga, bergerak cepat bagaikan angin dan


Ssrttttttttt


Plasshhh


Hal mengejutkan terjadi di antara jam makan malam mereka, sebuah anak panah melesat menuju kearah meja makan hingga membuat semua orang terkejut.


Tapi di detik berikutnya hal mengejutkan yang lainnya ikut terjadi.


Ketika salah satu dari orang-orang di atas kursi makan dengan cepat bergerak menarik kursi dan menahan anak panah tersebut agar tidak melesat menembus jantung nya.


"Kenapa disaat jam makan malam kalian menampilkan kebisingan?"


Seorang gadis bertanya sambil menatap tajam kearah barisan meja makan sambil terus menahan busur panah nya, suara nya terdengar begitu datar dan dingin, dia menampilkan kemarahan sebab sejak tadi dia terus mendengar kan perdebatan yang tidak berarti dari luar sana.



Alih-alih mendapatkan jawaban, siapa sangka terdengar jawaban dari arah barisan meja makan.


"Kau sedang ingin menantang ku atau sedang berusaha untuk membunuh ku?"


Semua bola mata jelas tertuju kearah asal suara, jika bola mata semua orang yang sejak tadi cukup terkejut karena sosok tersebut berhasil menahan anak panah nya dengan cara cepat dan luar biasa, kini semakin membuat semua orang terkejut karena mendapatkan ekspresi yang berbeda dengan intonasi suara yang jelas ikut berubah dari sosok tersebut.


Kau Bagaimana bisa?!.


Mavericks bertanya didalam hatinya sambil mencoba menahan keterkejutan nya.

__ADS_1


__ADS_2