Istri Tawanan Tuan Mavericks

Istri Tawanan Tuan Mavericks
laki-laki dengan sedikit kecemburuan


__ADS_3

Kamar utama mavericks


Mavericks terlihat begitu kesal, sejak kembali ke kamar atas kejadian tadi dimana Grey seolah-olah bicara dan mencoba menantang nya soal Irene, ingin sekali rasanya dia menghantam kekuatan nya pada laki-laki tersebut hingga laki-laki itu tahu bagaimana sakit nya ketika mavericks menghantam nya dengan kekuatan penuh nya.


Tapi karena Irene menghalangi dirinya maka dia pada akhirnya mencoba meredam kemarahan nya di hadapan semua orang.


Laki-laki itu bergerak menuju ke atas kasur dengan perasaan masih kesal, mencoba membaringkan tubuhnya dengan cepat.


dia masih menunggu Irene masuk kamar mereka, sang istri terlihat cukup sibuk mengobrol di bawah sana bersama kedua orang tuanya.


laki-laki tersebut mencoba untuk memejam kan bola matanya sejenak, dulu ketika dia kesal dengan sesuatu atau merasa tidak puas karena sesuatu yang tidak bisa dia lakukan atau dia dapat kan atas apa yang dia inginkan Mavericks pasti akan mengamuk parah, dia tidak peduli bagaimana cara nya selalu berfikir harus mendapat kan apa yang dia inginkan sesuai dengan kemauannya bagaimana pun caranya.


Jika ada yang menentang nya maka emosional mavericks akan terlihat begitu membuncah dan tinggi, tidak peduli siapa yang ada di hadapannya dan siapa yang membuat persoalan dengan nya, mavericks jelas akan membuat perhitungan dengan nya.


Tapi malam ini Grey harus bersyukur karena dia tidak bergerak melampaui batasan nya dan laki-laki itu juga harus bersyukurlah karena Irene yang mampu mengendalikan kekuatan nya sebab jika tidak maka bisa di pastikan apa yang akan terjadi pada laki-laki itu tadi.


Dia tidak akan lagi memberikan cela Grey untuk menarik panjang nafasnya, dia benci pada orang yang selalu tertarik dengan barang milik orang lain.


Maverick yang berusaha memejamkan bola matanya Sejak tadi sama sekali tidak bisa membiarkan dirinya terlelap dengan cara nya, dia terlihat begitu kesal karena istri nya tidak kunjung masuk ke kamar mereka.


pada akhirnya laki-laki tersebut langsung membuka bola matanya dengan perasaan kesal, sejenak bola mata laki-laki itu melirik ke arah jalan yang ada di dinding tempat di sisi kanan di mana dia tengah membaringkan tubuhnya saat ini.


Hampir tengah malam.


Apa dia ingin aku turun dan menyeret nya kekamar saat ini juga? tidak kah dia lupa pada waktu? bukankah kita harus tidur cepat, karena besok harus mulai merencanakan sesuatu.


laki-laki tersebut terus menggerutu di dalam hatinya, dengan ekspresi wajah yang terlihat begitu datar dan penuh kesalahan, mavericks terus mengoceh didalam hati.


laki-laki itu mencoba menarik selimutnya, membalikkan tubuhnya agar berbaring ke arah samping kanan.


Oh shi..t tidak kah dia ingin kembali kekamar sekarang juga?!.


Laki-laki tersebut kembali mengumpat kesal, dia mencoba untuk kembali memejamkan bola matanya, tapi alih-alih bisa tidur mavericks kembali membuka bola matanya dengan perasaan kesal.


Bagaimana jika Grey kembali ke rumah?!.


Grrhhhh


Dia menggeram, buru-buru mavericks membuang selimut nya dan mencoba beranjak dari tempat tidurnya, dia berniat untuk mereka keluar dan turun ke bawah, laki-laki itu pikir dia harus membawa Irene kembali ke kamar sekarang juga bagaimanapun caranya.


tapi belum niat nya terlaksana.

__ADS_1


Ceklekkk.


Seketika mavericks terkejut saat pintu kamar nya di buka, bisa dilihat sang istri masuk ke kamar mereka dengan gaya yang begitu santai.


Mavericks yang mengeram sejak tadi terlihat ingin marah dan mengoceh didalam hati nya berniat untuk bicara dengan nada yang tinggi pada Irene.


Tapi...


"Baby ada apa?"


Seketika dia bertanya dengan suara yang begitu lembut, mencoba tidak meninggikan suaranya ketika dia melihat ekspresi sang istri nya yang tiba-tiba berubah sedikit aneh.


"Katakan pada ku, kenapa kamu selalu bertindak gegabah mave? menggunakan kekuatan ke sembarang tempat bahkan ke saudara laki-laki mu sendiri?"


Ekspresi wajah istri nya seketika berubah masam, menatap mavericks dengan pandangan kesal, Irene melangkah kan kakinya mendekati mavericks


Laki-laki itu seketika menelan salivanya.


Kenapa dia terlihat seperti serigala yang begitu mengerikan?!.


Batin mavericks kemudian.


"Baby kau tahu dia membuat ku marah"


"Itu terlihat begitu buruk mave"


"Yeah aku tahu itu"


"Cemburu kamu tertuju pada orang yang tidak tepat"


Protes Irene kemudian.


"Cem.. buru? bukan begitu"


Ketika Irene berkata dia cemburu, dia jelas menyangkal nya.


"Dia saudara kamu sendiri, jadi jangan berfikir terlalu berlebihan"


"Apa? tidak bisa, kau tahu bagaimana dia bicara? aku tidak suka bibirnya menyebut nama kamu dengan cara yang menjijikkan"


Padahal jelas-jelas dia tadi menyangkal dia cemburu, tapi detik berikutnya saat Irene berkata jangan berfikir terlalu berlebihan seketika dia meradang.

__ADS_1


"Tidakkah kau lihat? dia memandang mu dengan penuh cinta? itu menjijikkan"


Omel nya dengan perasaan kesal.


"Cihhh lupakan saja"


Dan persis seperti anak kecil, mavericks langsung naik ke atas kasur nya, membaringkan tubuhnya dengan kasar dan dengan perasaan kesal dia langsung memejamkan bola matanya.


Melihat ekspresi mavericks seketika membuat Irene menggelengkan kepalanya, dia terlihat mengulum senyuman nya sembari ikut naik ke atas kasur dan membaringkan tubuhnya tepat disamping suami nya.


"Mave.."


Irene menyentuh lembut bahu suaminya, mencoba merapatkan tubuhnya pada laki-laki tersebut.


"Kau tahu? dengan bersikap begitu, itu akan menurunkan wibawa mu sebagai seorang calon pemimpin"


Ucap Irene kemudian.


Maverick yang merasa perasaan nya mendidih terlihat diam.


"Bukankah tidak mesti membalas kata-kata dengan kekerasan pada orang terdekat? cukup diam dan menampilkan kesan garang yang membuat orang enggan hmmm"


Tambah Perempuan itu pelan sembari memeluk suaminya dari arah belakang, dia menempatkan dagunya tepat di atas bahu kanan mavericks.


"Orang-orang lebih takut pada pemimpin yang bergerak tenang dan mematikan hmmm, itu akan menambah kesan betapa kamu akan ditakuti oleh semua orang"


Pada akhirnya mavericks perlahan membalikkan tubuhnya, dia menatap dalam bola mata istri nya sembari tangannya menyentuh lembut wajah Irene.


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud Begitu tadi , aku hanya.."


Maverick terlihat diam, sebenarnya ini bukan gaya nya tapi seketika jantung nya berdetak dengan kencang di antara kemarahan nya yang mulai meredam.


"Kau tahu aku hanya merasa sedikit cemburu, sedikit, yah sedikit cemburu"


Ucap nya sambil tetap tidak mau benar-benar menurunkan harga dirinya dihadapan sang istri.


Irene terlihat mengembangkan senyuman nya, menatap balik bola mata mavericks untuk beberapa waktu.


"Yah aku tahu, sedikit cemburu hmmm, sedikit"


Ucap nya sambil balik menyentuh lembut wajah mavericks.

__ADS_1


Meskipun dia tahu betapa tingginya harga diri sang suami untuk berkata dia benar-benar sosok pencemburu, Tapi mendengar laki-laki tersebut berkata SEDIKIT CEMBURU membuat perempuan itu mengulumkan senyuman nya.


Setidaknya nya dia tahu mavericks mencintai dia dan tidak ingin ada orang lain yang bersaing dengan laki-laki itu.


__ADS_2