
Masih dikediaman kakek tua Rolf
Ruang Keluarga besar
Dua laki-laki terlihat saling duduk berhadapan saling menghadap papan catur sejak tadi di mana di bagian sisi kiri dan kanan Mavericks dan ayahnya terdapat sebuah tungku kayu penghangat yang terus menyala menghangatkan ruangan di sana.
Mavericks pikir sejenak lagi sepertinya akan memasuki musim dingin, Hawa dingin mulai terasa menusuk kulit padahal biasanya di jam segini dingin tidak begitu terasa seperti saat ini.
dia dan ayahnya telah menghabiskan waktu entah berapa jam untuk permainan catur berdua, mereka hanya fokus pada permainan catur tanpa sedikitpun mengeluarkan suara sejak tadi.
sejenak Mavericks melirik ke arah jam yang ada di dinding tepat di bagian depan sana, pukul 3.50 AM.
jelas mereka telah menghabiskan waktu lebih dari 4 jam untuk memuaskan diri dalam permainan catur, memberi secara perlahan mulai kembali memajukan salah satu pion miliknya.
"Apakah kamu kesulitan menghadapi Irene?"
tiba-tiba ayahnya mengeluarkan suaranya yang tersembunyi sejak tadi.
"Dia memang memiliki sifat yang sulit di atur sejak kecil, sedikit pemberontak dan tidak suka di injak-injak"
Ucap Ayah nya kemudian.
"Tapi dia selalu bisa di andalkan didalam banyak situasi"
Lanjut ayah nya lagi.
mendengar perkataan ayahnya Mavericks langsung menatap wajah laki-laki tua tersebut untuk beberapa waktu.
"Ayah mengenal nya dengan baik?"
Tanya Mavericks sambil mengerutkan keningnya.
dia pikir laki-laki itu tidak pernah bercerita soal Irene sejak dulu kepada semua orang, bahkan dia tidak pernah bertemu gadis tersebut sebelum nya.
Dia ingin tahu sebenarnya siapa Irene dan kenapa dia dianggap begitu penting oleh Banyak orang.
__ADS_1
Mendapatkan pertanyaan dari Mavericks, laki-laki tersebut terlihat diam.
"di masa anak-anaknya ada banyak orang yang mengenal dirinya, semakin orang-orang mengenalnya, semakin orang tahu dengan jati dirinya dan kelebihan nya maka semakin besar ancaman nyawa mengejar dirinya"
Ucap laki-laki tersebut kemudian.
"Apa kau tahu Son? Dimasa lalu dia pernah mati dua kali"
Mendapatkan pernyataan dari ayah nya seketika Mavericks membulatkan bola matanya.
"Apa?"
Mati dua kali?!.
Maverick pikir bukan kah dia juga pernah mengalami hal yang sama? mati dua kali tanpa Sebab?!.
Bahkan dia sempat kehilangan cara bernafas ketika dia mendapat kan kabar dimana Irene mengalami kecelakaan sebelum Perempuan tersebut lupa ingatan.
Itu terdengar cukup aneh.
"tidak kah kau sadar bagaimana Nina Tani melihat Irene di pertemuan pertama mereka?"
tanya ayah nya kemudian mengejutkan dirinya.
Mavericks yang baru saja menggerakkan pion catur nya kembali seketika menghentikan gerakan tangannya.
Dia terlihat diam untuk beberapa waktu, mencoba mengingat bagaimana reaksi Nina Tani kala itu.
Seolah-olah baru saja melihat hantu, Nina Tani terlihat membeku dan mematung menatap Irene dari posisi nya untuk waktu yang cukup lama.
gadis itu mematung menatap Irene, diri nya, Loouz dan grey Secara bergantian.
"Akan ada pertikaian besar di antara kalian jika kau tidak bisa membuat dia mematuhi mu Mave"
Ucap ayahnya kemudian.
__ADS_1
"Tidakkah kau sadar? Loouz dan grey Sedang berlomba untuk mendapat kan hati nya"
setelah berkata begitu, Tayron sang ayah Mavericks langsung menyingkirkan kan pion catur benteng pertahanan Mavericks hingga membuat laki-laki tersebut sedikit terkejut dengan gerakan ayah nya.
"jika kau tidak hati-hati, Irene akan menjadi milik salah satu dari mereka dan kau akan kehilangan tahta mu di Grim Reaper"
Lanjut ayah nya lagi kemudian.
Mavericks terlihat menelan Salivanya.
"Meluluhkan Perempuan bukan dengan kekerasan, semakin kau menekan mereka, semakin mereka memberontak dan meninggalkan kamu Mave, semakin kamu tidak menggunakan hati semakin mereka kehilangan cinta mereka kepada dirimu, lupakan Nina Tani, fokus pada Irene, sebab dibandingkan Nina Tani, kau tahu berapa nilai Irene Dimata semua orang? bahkan sehelai rambut nya pun lebih berharga dari pada seluruh kawasan Grim Reaper di bagian Utara dan Selatan"
Setelah berkata begitu tiba-tiba ayah nya menyingkir poin ratu Milik Mavericks.
"Jika dia jatuh ke tangan Loouz atau Grey, maka itu artinya kau harus bersiap meninggalkan Grim Reaper tanpa membawa apa-apa bahkan sehelai benangpun tidak akan bisa"
Mendengar ucapan ayah nya seketika Mavericks mengerat kan rahangnya, dia marah Karena di sesi akhir dia kehilangan pion ratu nya, tapi dia menekan kemarahan nya saat dia mendengar peringatan ayahnya.
Sang ayah nya terlihat berdiri dari duduknya, berusaha untuk melangkah meninggalkan Mavericks.
Mavericks buru-buru mendongakkan kepalanya, dia bertanya dengan cepat kearah laki-laki tua tersebut.
"Kenapa? kenapa kau meminta ku untuk menikahi Irene dan bukan Loouz? bukankah kami sama-sama anak kandung mu?"
Tanya Laki-laki itu kemudian.
Tuan Tayron terlihat menatap kearah Mavericks dengan tatapan bola mata yang menukik begitu tajam, posisi berbeda mereka terlihat disaat tuan Tayron berdiri dan Mavericks masih duduk di atas kursi nya dimana di sisi kanan Mavericks terlihat kilatan api 🔥 di perapian terus memancarkan kobaran api penuh kemarahan terus menyala-nyala hingga ke atas sana menampilkan pemandangan yang begitu suram dan penuh kengerian.
"Karena ibu mu bisa melihat kematian kalian pada masa depan dari gadis yang berbeda, kau bukan untuk Nuna Tani, dan Loouz bukan untuk Irene"
Mendengar Jawaban ayah nya seketika Mavericks tercekat.
"Ya?"
Setelah berkata begitu Tuan Tayron langsung membalikkan tubuhnya, dia melangkah pergi meninggalkan Mavericks didalam keterkejutan.
__ADS_1