Istri Tawanan Tuan Mavericks

Istri Tawanan Tuan Mavericks
Wajah manis penuh kepalsuan


__ADS_3

Irene terlihat begitu marah, dia menatap gadis dihadapannya itu dengan tatapan yang siap membunuh, jika gadis tersebut menarik kembali busur panahnya, maka jangan salahkan dia jika Irene bisa bertindak lebih dari pada hanya menahan anak panah nya dengan kursi kayu yang ada di tangan nya saat ini.


"Waaaaah, rupanya kakak ipar cukup ahli untuk membuat perlindungan pada diri sendiri"


Gadis itu bisa-bisa nya bicara dengan cara yang begitu santai dan sama cuek nya dengan kebiasaan Irene, dia menurunkan perlahan busur panah nya, membiarkan seorang pelayan mengambil busur tersebut dan meraih Quiver (Tabung anak panah) yang ada di punggungnya.


Setelah itu dia bergerak berjalan kearah meja makan.


"Kakek"


Gadis itu memberikan hormat kepada sang kakek tua Rolf tapi tidak kepada yang lainnya.


Sedangkan Irene sudah menurunkan kursi kayu ditangan nya, dia mendengus kesal dan mulai kehilangan selera makan.


"Berikan salam mu pada kakak ipar mu"


Percayalah ketika Irene mulai kehilangan selera makan, seketika dia berfikir tiba-tiba kembali merasa lapar saat dia mendengar sang kakek berkata,


Berikan salam mu pada kakak ipar mu.


Ohhhhhh bukankah itu terdengar menyenangkan?!.

__ADS_1


Gadis yang diperintah kan oleh kakek Rolf langsung menaikkan ujung alisnya, dia menatapi Wajah kakek sejenak kemudian melirik kearah Irene.


"Kau sudah berbuat buruk di pertemuan pertama, berikan salam mu pada Ireland, dan kau juga Ruhi berikan salam pada kakak ipar mu"


Buahahahahaha apa Irene harus mengembangkan senyuman terlicik nya?!.


Ini nama nya setali tiga uang, ambil hati srigala tua, maka para serigala muda akan mematuhi ku hanya dengan perintah sang serigala tua.


Bukankah ada pepatah yang berkata jangan banyak-banyak menggunakan otot mu, cukup gunakan otak mu untuk mendapatkan apapun yang kamu inginkan.


Ruhi yang mendapatkan perintah dari kakek Rolf jelas mencoba menahan perasaan nya, siapa tahu di Balik wajah yang berusaha tersenyum sebaik mungkin tersebut menyimpan jutaan kekesalan didalam nya.


Bayangkan bagaimana wajah Ruhi yang kini cukup memerah karena menahan perasaan marah nya, dia tidak terbiasa menundukkan kepalanya kepada siapapun kecuali kepada Pack leader nya.


Jika yang memerintah kan nya orang lain jelas dia akan membangkang nya, tapi dia mana punya keberanian untuk menolak perintah sang ketua dari seluruh pemegang puncak mafia.


Bahkan Mavericks saja tidak berani berkutik, bagaimana bisa dia membangkang perintah laki-laki tua tersebut yang jelas belum 100% menyerahkan tanduk kekuasaan nya pada Mavericks.


Perjanjian nya, siapa yang mendapatkan putri pilihan Grim Reaper yang di titipkan di keluarga De Albemarle, bisa meluluhkan hati Irene dan membuat gadis itu tunduk di bawah kekuasaan Grim Reaper maka kakek tua Rolf akan menyerahkan seluruh tanduk kekuasaan nya pada sang pemegang tanduk Irene.


Maka tidak heran, Louuz dan Mavericks berlomba untuk mendapat kan Irene dengan cara mereka.

__ADS_1


Huh...!.


Ruhi terlihat mendengus.


Apa kau tidak sadar? kau tidak di cintai dengan sungguh-sungguh, kau hanya dimanfaatkan oleh dua bersaudara untuk mencapai tujuan mereka demi menjadi pemimpin Grim Reaper yang sesungguhnya.


Kau memang nya punya kemampuan apa? hanya karena bisa menahan anak panah? itu tidak ada artinya. Dibandingkan kamu aku bahkan bisa menembak kepala mu dengan sebuah pistol revolver dan aku juga bisa membunuh mu dengan satu tembakan ke bagian belakang kepala dari rimfire senapan sepanjang 22.


Bola mata Ruhi menatap Irene dengan tatapan penuh permusuhan dan pandangan keji, seolah-olah dia telah mempersiapkan diri untuk bersaing dengan Irene demi mendapatkan Mavericks dengan cara nya sendiri.


"Semoga panjang umur dan sehat selalu kakak ipar"


Semoga kematian dengan cepat mendekati mu.


Terkadang percayalah antara ucapan dan kata hati tidak pernah sedikitpun sama, jadi jangan mempercayai siapapun disekitar mu ketika kamu berkubang di gelapnya dunia hitam.


Sebab sifat setan lebih mendominasi ketimbang sifat manusia itu sendiri.


Apapun yang seharusnya menjadi milikku, pada akhirnya akan kembali ke Milik ku, bukan begitu Ireland Xavier?!.


Batin Ruhi di antara senyuman penuh kepalsuan di balik wajah manis nya Tersebut.

__ADS_1


__ADS_2