
Disisi lain
Mayotte
Leandre menatap wajah arane untuk beberapa waktu di mana kini tubuh gadis tersebut telah dimasukkan ke dalam sebuah peti kaca berukuran raksasa.
Gadis itu di kelilingi oleh kekuatan yang di buat untuk melindungi dirinya,selain untuk membuat suhu tubuh Arane tetap terjaga, hal tersebut agar membuat black shadow tidak bisa mencium keberadaan Arene.
Dan semua orang tahu Arane jelas belum juga bangun dari tidur panjangnya.
sejenak Leandre menatap ke arah langit, malam ini adalah waktunya nya penyatuan di bulan purnama, bagaimana pun caranya mereka harus berhasil melakukan nya.
Dia memperhatikan bulan yang terus berjalan dikelilingi oleh awan di antara pekat nya langit malam, bulan terus bergerak secara perlahan menunggu waktu untuk mendapat kan sebuah perubahan.
"Waktunya sebentar lagi"
Tiba-tiba Ozzie bicara sedikit berbisik pelan ke arah Leandre.
mendengar ucapan laki-laki yang ada di sampingnya, Leandre tampak diam sama sekali tidak berniat menoleh ke arah laki-laki tersebut untuk beberapa waktu.
Hingga akhirnya dia berkata,
"Semua persiapannya telah dilakukan?"
Leandre bertanya untuk memastikan semua persiapan nya, dia ingin tidak ada kekurangan, penghalang atau kesulitan Terjadi dimalam penyatuan mereka.
"Sudah semua tuan"
Laki-laki paruh baya itu menjawab cepat.
Leandre kembali terlihat diam, laki-laki tersebut langsung memberikan tubuhnya dan berjalan menuju ke Arane.
__ADS_1
Tuan Ozzie terlihat mulai menggerakkan tangannya sembari kepalanya mendongak ke arah langit, jemari-jemarinya bergerak menghitung waktu sembari bola matanya terus menatap bulan yang berjalan secara perlahan.
cukup lama lagi-lagi tersebut memperhatikan arah angin langit dan bulan, hingga pada akhirnya laki-laki itu berkata.
"Anda bisa melakukan nya sekarang juga, Tuan"
******
Disisi lain
Irene dan Mavericks terlihat berdiri di depan sebuah lingkaran kaca yang terus bergerak di hadapan mereka di mana lingkaran kaca itu akan menjadi tempat mereka untuk mereka berteleportasi atau melakukan perpindahan waktu.
Mavericks terlihat menggenggam erat telapak tangan istrinya, bola matanya sejenak melirik ke arah Irane, kemudian dia langsung menoleh ke arah orang tuanya dan profesor Xeroz.
"Kita akan melakukan nya dalam beberapa waktu"
Ucap profesor Xeroz cepat.
profesor Xeroz terlihat mulai fokus dengan apa yang dilakukan nya, laki-laki tua itu mulai bergerak mensetting semua layar agar pintu yang ada dihadapan mavericks dan Irane mulai mengeluarkan cahaya nya.
Di sisi kanan mavericks dan Irane bisa di lihat Grey ikut menggerakkan jari-jari nya.
Laki-laki tersebut mencari posisi benar dimana kedua orang tersebut akan masuk ke dunia dimensi lain, memastikan agar mavericks dan Irane tidak masuk ke tempat yang salah hingga memperlambat proses untuk menemukan Leandre dan Arane.
Nina Tani terlihat mengawasi Grey sejak tadi, bola gadis itu mencoba terus mengawasi Grey agar tidak melakukan kesalahan dalam semua pergerakan nya.
Elaine berdiri tepat di samping bola kristal berukuran raksasa dimana bola itu merupakan bola penghubung dua dunia, dia yang akan terus menstabilkan suhu bola tersebut dan memastikan jika kehidupan didalam bola tersebut tidak akan pernah padam.
__ADS_1
Mavericks kembali menggenggam erat telapak tangan Irane, laki-laki itu menoleh kearah istri kemudian mengangguk kan kepalanya secara perlahan ketika dia mendengar Ayah nya mulai akan menghitung mundur waktu.
"Ready?"
"Yes"
"10"
"9"
"8"
"7"
"6"
"5"
"4"
"3"
"2"
"1"
Plasshhh
__ADS_1
dan super sekian detik kemudian Mavericks dan Irane menghilang begitu saja dari sana.