Istri Tawanan Tuan Mavericks

Istri Tawanan Tuan Mavericks
Sejuta tanda tanya


__ADS_3

Irene terlihat menatap dirinya kearah cermin, dia memperhatikan luka yang terdapat di pipinya untuk beberapa waktu, sejenak perempuan tersebut mencoba menggesek jemarinya ke arah luka yang terdapat di wajahnya.


dia tidak bergeming sama sekali, mencoba untuk mencerna apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.


Perempuan itu melirik kearah Mavericks melalui cermin yang ada dihadapan itu, menatap sosok laki-laki tersebut yang kini berdiri tepat menghadap kearah kasur mereka, laki-laki itu terlihat sibuk menggunakan pakaian nya, baru saja selesai membersihkan dirinya.


Yang ada di Fikiran Irene, Semalam apa yang terjadi kepada mereka?! bagaimana bisa terdapat luka yang sama pada diri mereka begitu dia terjaga dari tidurnya.


Mertua nya berkata dia mengalami pingsan Secara tiba-tiba.


Lalu kenapa seluruh barang bisa berserakan dan hancur di mana-mana? tidak ada jawaban atas pertanyaan yang dia lontarkan semalam.


Irene tidak melanjutkan pertanyaan nya, membiarkan ibu mertua nya untuk terus mengobati luka nya.


"Bersiaplah"


Suara Mavericks tiba-tiba memecah keadaan, Irene kembali melirik kearah Mavericks untuk beberapa waktu.


"Kita akan masuk ke tempat dimana diri ku biasa nya berada"


Ucap laki-laki tersebut kemudian.


Irene mengerutkan keningnya.


Tempat dimana dia biasa berada? memang nya dimana tempat dia biasa nya berada?!.


Bukan kah dia menikah dengan seorang mafia? lalu bagaimana memangnya dunia mafia? yang jelas dipenuhi aroma alkohol, kegelapan, wanita dan lain sebagainya.


"Apa kau juga menjual para wanita?"

__ADS_1


Perempuan tersebut bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.


Mendengar pertanyaan Irene seketika membuat Mavericks yang tengah menggunakan jam tangan nya menghentikan gerakan tangannya.


Dia menoleh kearah Irene untuk beberapa waktu.


"Aku tidak pernah menggunakan Perempuan didalam berbisnis"


Suara tegas laki-laki tersebut terdengar begitu menyakinkan, membuat Irene sejenak terdiam.


Mavericks Tampak kembali bergerak menggunakan jam tangan nya.


Irene masih belum bergeming, dia kali ini mencoba kembali menatap dirinya didepan cermin, memperhatikan dengan seksama sosok Mavericks yang kini bergerak menjauh dari kasur mereka mendekati pintu.


Kini Irene terlihat menatap wajah nya untuk beberapa waktu, lantas secara perlahan perempuan tersebut mencoba untuk memejamkan bola matanya, mencoba mencari ketenangan didalam dirinya cukup lama.


Hingga akhirnya secara tiba-tiba seolah-olah sesuatu di luar dugaan nya terjadi.


Blassshhhhhh


Seolah-olah mengalami teleportasi, dia merasa tiba-tiba berada di tempat asing yang tidak dia ketahui.


Tempat awal yang tadi di kamar nya kini berganti menjadi tempat mengerikan bagaikan di tengah-tengah hutan Oak yang dipenuhi oleh kegelapan.


Dimana ini? apakah aku berpindah dimensi?.


Semua seolah-olah terjadi begitu cepat dan kilat.


Tapi tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang panas menghantam diri nya, kemudian seolah-olah sesuatu mengejar dirinya dan terdengar teriakan demi teriakan mengerikan yang saling bersahutan serta bisikan-bisikan yang terdengar persis seperti bisikan syetan.

__ADS_1


"No...."


"Go...."


"Ireland..."


"Mendekatlah kemari"


Lalu sebuah mulut api seakan-akan siap untuk menerkam dirinya dengan cara yang begitu mengerikan membuat Irene seketika tercekat dan berusaha untuk melarikan diri dengan cepat.



Tapi Irene seolah-olah tidak memiliki kekuatan untuk lari dan menghindar.


No...


Perempuan itu jelas tercekat.


Hahhh?!.


Irene secepat kilat membuka bola mata nya, ketika sebuah kejutan menghantam dirinya.


"Apa yang kau lakukan?"


Tiba-tiba Mavericks telah berdiri tepat dihadapan nya, menggenggam erat kedua wajah nya sambil mencoba untuk menyadarkan dirinya dengan tatapan penuh kekhawatiran.


"Jangan lakukan hal itu lagi,jika tidak aku akan kehilangan kamu lagi"


lanjut laki-laki tersebut sambil terus berusaha menyadarkan dirinya.

__ADS_1


Ini kali pertama dia melihat seorang Mavericks menatap nya benar-benar penuh dengan kecemasan.


__ADS_2