
Begitu kemarahan Wanita Tersebut membuncah dan keadaan menjadi begitu kacau balau dan nyaris tidak terkendali tiba-tiba,
Tuan Tayron tidak bisa melepaskan cengkraman jarak jauh yang nyaris mematikan seluruh titik tumbuh nya, Agatha masih cukup shok mendengar ucapan wanita dihadapan nya itu.
Bagaimana?!.
Ibu Leandre adalah dirinya dimasa lalu.
Dia fikir ini gila.
Yang dia tahu mereka saling terhubung di masa lalu dan masa kini, tapi tidak pernah terfikir mereka berada di ruang dimensi yang berbeda.
Dia tahu soal Grim Reaper dan pack leader nya, sang dunia kegelapan yang menginginkan Irene dan Arane, dia tahu kisah Leandre dari Tayron dan ayah mertua nya.
Tapi demi apapun dia tidak pernah tahu jika mereka orang yang sama.
Otak nya masih belum bisa mencerna soal apapun saat ini, dia fikir mungkin dia sedang bermimpi dan salah mendapatkan mimpi.
"Kau pasti gila"
Ucap Agatha dengan nada sedikit tertekan.
"Lepaskan suami ku"
Ucap wanita tersebut cepat saat dia menyadari bagaimana posisi suaminya saat ini.
"Kau akan membunuhnya"
Ucap Agatha lagi.
"Putuskan apa yang ingin kalian putus kan, aku ingin mendengar kan rencana berikut nya, kita lihat siapa yang akan kalian musnahkan lebih dulu hingga aku baru akan melepas kan Tayron"
__ADS_1
Ucap wanita itu dengan suara yang saling memantul memecah ruangan.
"Apa?"
Agatha jelas membulatkan bola matanya.
"Melenyapkan leandre ku? kalian pasti bercanda"
"Kita akan mencari titik tengah nya"
Profesor Xeroz Berkata cepat.
Saat mendengar laki-laki tersebut bicara, kini wanita itu langsung menggerakkan tangan kiri nya.
Brakkkkkk
Tuan Tayron tersungkur ke lantai, gantian tubuh laki-laki tersebut yang terangkat ke atas.
Berhubungan dengan wanita dari dimensi lain memang begitu mengerikan, bagaimana pun dia bergerak pada akhirnya dia lah yang harus siap di korbankan atas seluruh keadaan.
"Titik tengah? katakan, aku masih mendengarkan"
Bayangkan bagaimana ekspresi semua orang didalam ruangan tersebut, mencoba menahan nafas mereka agar tidak melakukan kecerobohan yang sama atau mengeluarkan kata-kata yang salah.
Mereka tahu, bagaimana buruknya tempramental Wanita di hadapan mereka itu.
Ruangan tersebut semakin berguncang dengan hebat, bola lampu di sepanjang ruangan terlihat menyala mati secara bergantian.
"Hentikan kekuatan mu, Veloce. Tempat ini akan hancur, bola kegelapan akan hancur dan kita akan kehilangan Arane saat ini juga jika kau tidak bisa mengendalikan kekuatan mu"
Tayron berusaha membujuk wanita yang dia panggil Veloce, bayangkan bagaimana bola hitam disisi kanan nya kini terus bergetar sejak tadi.
__ADS_1
Saat bola itu hancur tidak bisa dia bayangkan bagaimana mereka kehilangan Arane, bisa jadi sang kegelapan mendapatkan nya.
Alih-alih bisa menyelamatkan semua orang, bisa dipastikan semua orang akan hancur termasuk Mavericks dan Irene.
Veloce sama sekali tidak bergeming, dia masih menahan profesor Xeroz dengan kekuatan nya, kemarahan nya masih berada di puncak kepala tapi tiba-tiba,
Sraatttttt
Brakkkkkk
Seketika profesor Xeroz tersungkur ke tanah dan Veloce menghentikan gerakan nya saat seseorang mencoba menghantam tenaganya kearah dirinya.
"Apa-apaan ini...?"
Wanita tersebut terlihat semakin marah.
Dia menoleh dan bermaksud menghantam balik yang berani menghentikan kekuatan nya tapi siapa sangka dia membulatkan bola matanya saat sadar siapa yang tengah berdiri dihadapan nya saat ini.
"Kau?"
Dia tercekat.
Irene terlihat berdiri di sana sambil mengerutkan keningnya, mencoba menahan kekuatan wanita yang mirip ibu mertua nya itu.
"Apa aku diizinkan untuk bergabung?"
Tanya Perempuan itu tiba-tiba kemudian Irene kembali menyerang wanita itu dengan sekali hantaman menggunakan kekuatan ditangan nya saat dia sadar dia akan diserang balik barusan.
Brakkkk
__ADS_1
Semua orang jelas terkejut setengah mati, bahkan tuan Tayron fikir ini benar-benar bencana, ketika dua ratu saling beradu kekuatan di ruangan tersebut.