Istri Tawanan Tuan Mavericks

Istri Tawanan Tuan Mavericks
sedikit bermain-main dengan nya


__ADS_3

Kalau ada yang bertanya kenal kah Irene pada sosok laki-laki yang ada di hadapannya yang tengah berjalan melangkah mendekati semua orang,


Jawaban nya.


Lupa!.


Hahahaha aku lupa.


Batin Irene sambil menahan tawa getirnya.


Tapi bukankah cukup aneh ketika laki-laki itu memanggil namanya Ireland Xavier.


Sudah berapa orang yang terus memanggil nama tersebut untuk dirinya, tapi anehnya dia merasa cukup asing dengan nama nya sendiri.


Entahlah mungkin efek lupa ingatan yang menghantam Dirinya membuat dia melupakan semua orang tanpa terkecuali.


Tapi dibalik pertanyaan soal ingatan nya, ngomong-ngomong sosok laki-laki yang tengah berjalan ke arah Dirinya dan menatap dirinya penuh arti tersebut benar-benar membuat dia tertegun.


Bagaimana menjelaskan nya?!.


Laki-laki tersebut benar-benar memiliki sosok yang begitu hangat dan lembut, terlihat jelas dari sosok nya laki-laki tersebut type laki-laki yang humble, humoris, suka tersenyum dan memiliki IQ di atas rata-rata.


Selain memiliki wajah yang begitu tenang dan santai, type wajah seperti itu cukup mampu menggoda Perempuan atau gadis manapun yang melihat nya.


Dan percaya lah di balik wajah seperti itu menyimpan banyak sekali Rahasia didalam hatinya.


Bisa Irene tebak Dia merupakan type Laki-laki yang tidak bisa di tebak kemana sesungguh nya hatinya ingin berlabuh.


Kembali ke ucapan laki-laki tersebut tadi yang berkata.

__ADS_1


"Kau ada di sini juga, Ireland Xavier"


Jelas membuat Irene mengerutkan keningnya.


"Ya?"


Irene hanya bisa bertanya sambil menatap dalam wajah laki-laki tersebut yang kini tiba-tiba sudah berdiri tepat disisi kanan nya.


dia fikir apakah terluka tolol dan tidak berguna dirinya, saat semua orang mengenal dia tapi Irene bahkan tidak bisa mengingat satu orang pun di antara Semua nya.


Ah masa bodoh lah.


Alih-alih pusing memikirkan keadaan, dia lebih suka membuang pemikiran yang bisa membuat wajah nya cepat tua.


Kecantikan dan cepat atau lambat pengeriputan terjadi pada perempuan karena mereka terlalu banyak berfikir soal perihal ini dan itu didalam kehidupan mereka, dan Irene tidak mau itu terjadi kepada wajah nya.


Aku ini tidak cantik-cantik amat, kalau cepat keriput kan bahaya juga, yah sudahlah lupakan saja persolan hal-hal yang tidak penting saat ini, mari Fokus pada....


Kembali Irene melirik kearah Laki-laki yang ada disampingnya tersebut.


Bukankah dia begitu manis? jauh lebih manis dari pada bajingan itu?.


Batin Irene sambil berusaha menahan senyumannya.


Lumanyan bisa jadi teman mengobrol dan....


Otak kepala Irene jadi sedikit sengklak, dia sedang berfikir untuk membawa laki-laki tersebut sedikit bermain-main dengan si singa jantan yang tidak berperasaan.


Bagaimana rasanya jika aku tertarik pada laki-laki lain dan aku mengabaikan dirinya?!.

__ADS_1


Irene terus bicara didalam hatinya sambil berusaha menahan tawanya.


"Ahhh iya aku juga ada disini... hmmm...?"


Irene buru-buru menjawab cepat ucapan laki-laki tersebut.


Yakkkk jawab siapa nama mu? aku mencoba menebak nya dari tadi.


Irene mencoba memainkan alisnya sambil menggerakkan sedikit jari-jari nya, berusaha memberi kan kode pada laki-laki tersebut agar memberitahukan siapa nama nya.


Melihat gerakan Irene seketika laki-laki tersebut mengulum senyuman nya.


"Grey, tidak kah kamu lupa pada nama ku Ireland?"


Dia bertanya lembut kearah Perempuan itu.


Sejenak Irene mengerutkan ekspresi nya.


"Maafkan aku"


Ucap Irene pelan penuh penyesalan karena Sulit baginya mengingat nama laki-laki tersebut.


Grey terlihat kembali mengembang kan senyuman nya.


"Jangan terlalu dibawa serius,aku fikir benturan di kepala mu saat kecelakaan masih belum membaik"


Ucap laki-laki itu kemudian lantas bergerak menjauhi Irene namun sebelum nya dia menyentuh lembut bahu Irene untuk beberapa waktu.


Sumpah demi apapun, tindakan dan cara laki-laki itu seketika membuat Mavericks merasa tidak nyaman, laki-laki itu mengerutkan keningnya sambil menatap kearah Grey dengan pandangan yang penuh dengan permusuhan.

__ADS_1


Apa aku harus menghajar laki-laki itu?!.


batin Mavericks dengan tatapan tidak suka.


__ADS_2