Istri Tawanan Tuan Mavericks

Istri Tawanan Tuan Mavericks
Memancing kemarahan sang Grim Reaper


__ADS_3

Perempuan tersebut langsung keluar dari kamar mandi tesebut dengan cepat, mengabaikan Mavericks didalam kebingungan dan keterkejutan nya atas jawabannya tadi.


"Apa kau sedang bercanda dengan ku?"


Pekik Mavericks tiba-tiba, dia bergerak cepat mengejar langkah istri nya.


Apa dia perlu membanting pintu kamar mandi saat ini juga atau bahkan membuat kekacauan di kediaman Kakek tua Rolf?!.


Siapa yang tidak tahu bagaimana kelakuan nya ketika marah?!.


Bahkan orang tua nya tidak berani menghadapi dirinya, dia pikir bagaimana bisa Irene mencoba-coba untuk memancing kemarahan nya.


Dan ketika dia berteriak tadi Bersyukur lah kamar tersebut kedap suara, maka pertengkaran mereka tidak akan pernah terdengar dari luar sana.


Jika Perempuan lain akan gemetaran dan mundur beberapa langkah Karena terkejut dengan teriakan Mavericks dan melihat langkah cepat disertai hentakan kaki penuh kemarahan Mavericks maka lain halnya dengan Irene.


Perempuan itu membalikkan tubuhnya, menunggu laki-laki tersebut tiba tepat dihadapan nya.


"Kau bisa melihat bola mata ku dengan seksama sekarang juga, apa aku sedang bercanda dengan mu saat ini, Mavericks?"


Tanya Irene sambil berkacak pinggang.

__ADS_1


"Tentu saja tidak"


Lanjut nya lagi.


Mavericks berdiri tepat dihadapan nya, dia menggeram kesal sambil berusaha menahan emosi nya yang mulai memuncak.


"Kau sengaja memancing emosi ku saat ini?"


Tanya Mavericks lagi kali ini dia kembali menarik lengan Irene dengan kasar, dia mencoba mendorong perempuan tersebut menuju kearah kasur yang mendominasi berwarna putih.


perempuan itu jelas sedikit terkejut.


Dan tetap perempuan tersebut selalu berhasil mengontrol emosi nya sendiri, terlihat begitu tenang dan tidak menampakkan sisi lemahnya, seolah-olah apapun yang di ucapkan Mavericks pada Irene tidak mungkin bisa menekan nya, bahkan meskipun Mavericks mengeluarkan sejuta kemarahan nya, Irene sama sekali tidak takut dengan keadaan selanjutnya yang akan terjadi.


"Tidakkah kau sadar, kau yang memancing kemarahan mu sendiri, bersikaplah tenang, tarik nafas mu,aku takut laki-laki seusia kamu terkena tekanan darah tinggi di usia dini"


Ucap Irene sambil menyentuh dada Mavericks secara perlahan, dia berusaha menahan gerakan laki-laki tersebut yang berusaha untuk menjatuhkan tubuhnya keatas kasur.


Oh brengsek.


Umpat Irene dalam hati.

__ADS_1


"Jangan membuat aku menjadi janda dengan cepat, jika tidak akan ada banyak laki-laki lain yang siap menyambung hidup mereka hanya untuk menyambung pernikahan dengan ku saat mendengar berita kematian mu dalam beberapa waktu"


Bayangan ketika Irene bicara begitu persis seperti tanpa dosa, seketika membuat Mavericks semakin meradang dan nyaris menggila.


"Ireland Xavier...kau benar-benar ingin cari mati dengan ku"


"Aku mana berani"


Dan lagi-lagi perempuan itu menjawab pertanyaan nya dengan begitu tenang, berusaha untuk lari dari hadapan Mavericks.


Dia bergerak dengan cepat untuk menghindar tapi suami nya dengan cepat mencoba mencengkram lengan nya.


Alih-alih pasrah, kali ini dia jelas memberontak.


"Hentikan, kali ini aku tidak akan diam jika kau memaksa untuk meniduri ku lagi"


Ancam Irene sambil memasang kuda-kuda.


"Kau fikir kau mampu untuk menghentikan Ku? kau memancing kemarahan ku saat ini"


Laki-laki tersebut meradang, bersiap untuk membungkam Irene dengan cepat, agar perempuan itu sadar siapa dirinya dan siapa Mavericks.

__ADS_1


__ADS_2