Istri Tawanan Tuan Mavericks

Istri Tawanan Tuan Mavericks
Pagi yang hangat


__ADS_3

Mansion utama mavericks


Beberapa waktu sebelum misi


Irene terlihat sibuk menyiapkan makan pagi untuk dirinya dan suaminya, tanpa banyak bicara Perempuan itu setelah membersihkan dirinya langsung bergegas ke dapur untuk menyiapkan teh hangat dan juga minuman untuk suami nya Serta dirinya.


Setelah ini mereka akan pergi untuk mulai bergerak melakukan misi.


Irene tidak bilang semua akan baik-baik saja, dia jelas belum tahu apa yang akan terjadi kedepannya dan seperti apa lawan atau musuh mereka, tapi dia mencoba menyakinkan diri jika mereka berdua bisa bertemu dengan diri mereka di masa lalu, mencoba membuat kesepakatan dan mengumpulkan kekuatan bersama untuk menghancurkan sang kegelapan.


Ini jelas membutuhkan banyak perjuangan bersama dan mereka jelas butuh bantuan dari banyak pihak untuk melancarkan rencana mereka.


"Apakah ada hal yang kamu pikirkan?"


Mavericks tiba-tiba datang Bertanya, laki-laki itu baru saja turun dari arah tangga berjalan mendekati dirinya ke arah dapur.


Irene tampak diam untuk beberapa waktu, perempuan tersebut langsung membalikkan tubuhnya, membiarkan punggungnya bersandar di meja kitchen set, dia menatap suaminya yang kini sudah berada tepat dihadapan nya.


Irene terlihat mengembang kan senyuman nya.


"Tidak ada, aku tidak sedang memikirkan soal apapun"

__ADS_1


Jawab Perempuan itu cepat.


Melihat Irene sama sekali tidak menampilkan ekspresi wajah dengan penuh beban, membuat mavericks sedikit menghela nafasnya lega.


"Aku cukup khawatir dengan keadaan mu"


Ucap laki-laki itu kemudian, mavericks melangkah merapatkan tubuhnya pada sang istri nya, tangan kanan nya secara perlahan menyentuh kening Irene.


Perempuan itu langsung memejamkan sejenak bola matanya ketika sang suami nya menyentuh keningnya tersebut.


"Saat disana biarkan aku bergerak didepan, kamu tetaplah di belakang ku hmmm"


Ucap mavericks sembari membenahi anak rambut Irene.


"Aku khawatir saat kamu bergerak didepan aku akan kehilangan kamu dan melepaskan pengawasan ku"


Ucap laki-laki itu lagi.


Yah dia takut jika Irene bergerak melampaui batasan nya, dia takut hal yang buruk terjadi pada perempuan itu, bahkan dia takut saat Irene bergerak lebih dulu dia akan kehilangan pengawasan dari istri nya mengingat betapa besar dan kuat kemampuan istri nya.


Meskipun tidak dipungkiri mavericks memiliki kemampuan lebih, tapi dia belum sepenuhnya bisa mengendalikan kemampuan nya tersebut, dia selalu bisa mengendalikan kemampuan nya setiap kali Irene yang bergerak mengendalikan dirinya.

__ADS_1


Irene lagi-lagi mengembangkan senyumannya, perempuan tersebut secara perlahan menyentuh pipi kiri mavericks dengan tangan kanannya.


"Jangan khawatirkan soal apapun"


Ucap Irene kemudian.


Mereka berdiam diri untuk beberapa waktu, saling menikmati suasana memandangi wajah antara satu dengan yang lainnya.


Mavericks terus menatap bola mata istri nya, dengan gerakan cepat laki-laki itu menarik pinggang Irene hingga membuat dada mereka saling menyatu.


Sang istri nya jelas refleks terkejut, mencoba menggenggam erat lengan mavericks, seolah-olah takut terjatuh.


"Mave "


Irene bicara dengan nada tertahan.


Alih-alih peduli dengan ekspresi Irene, laki-laki tersebut tahu-tahu menautkan bibir mereka, menciptakan ciuman manis di pagi hari sebagai pengganti sementara sarapan pagi.


Irene yang awalnya terkejut seketika memejamkan bola matanya, menikmati sesapan lembut yang diberikan suami nya terhadap dirinya untuk waktu yang cukup lama.


Diantara cahaya matahari pagi yang menerpa kulit mereka dan ditambah angin sepoi-sepoi dari arah balik kaca jendela membuat suasana semakin manis dan terasa hangat bersama.

__ADS_1



...(Hanya visual 🤭🤭😀)...


__ADS_2