Istri Tawanan Tuan Mavericks

Istri Tawanan Tuan Mavericks
Bibi tua Grim Reaper


__ADS_3

Ditengah pertanyaan Irene yang tidak dijawab oleh Mavericks, semua orang terlihat sudah tiba didepan meja makan, satu persatu terlihat mengambil posisi masing-masing di kursi makan berukuran meja besar persegi tersebut.


Entah berapa jumlah nya Irene enggan menghitung nya, tapi yang jelas ada satu sosok yang Irene tahu sejak awal tidak begitu menyukai Irene kini berdiri tepat disamping Irene dengan tatapan siap membunuh.


Seolah-olah Irene baru saja mengganggu jatah makan malam sang srigala.


"Apakah Mavericks tidak memberitahukan kamu dimana posisi mu duduk saat ini?"


Suara wanita itu terdengar sangat tidak menyenangkan, menampilkan ekspresi wajah bermusuhan dengan suara yang jelas sangat tidak bersahabat.


Irene melirik kearah wanita berusia 40 tahunan lebih tersebut, dia benar-benar menatap Irene dengan tatapan seekor serigala yang siap menerkam mangsanya.


Irene Fikir kenapa di barisan kekuarga Grim Reaper ada terlalu banyak manusia berwajah suram dan tidak bersahabat, saling menampilkan permusuhan dan berebut menjadi yang paling mengerikan wajah nya apalagi seorang perempuan atau wanita?!.


Seharusnya mereka menampilkan sisi manis karena kodrat wanita atau perempuan itu jelas bermuka manis, tapi disini mereka benar-benar terlihat sangat tidak manis.


Mendengar pertanyaan wanita itu Irene menaikkan ujung alisnya.


Dia adalah bibi tua Grim Reaper, adik perempuan pertama dari ayah Mavericks, tepatnya wanita itu lah yang paling tidak menyukai Irene sejak dirinya membuka bola matanya dan Sadar dari koma nya kemarin.


Bibi tua Grim Reaper jelas punya alasan karena tidak menyukai nya, dari pada menyukai nya, wanita itu lebih menyukai Calista, Perempuan kemarin yang tiba-tiba datang bersama ibu nya dan mengganggu hidup nya.


Siapa nama nya? Irene seperti nya harus kembali mengingat nya Sebab terlalu sulit menghapal satu persatu silsilah keluarga di tempat tersebut, terlalu banyak dan menguras isi kepalanya.


Ketimbang mengingat nama orang-orang yang tidak di anggap nya memiliki kontribusi dalam hidup nya, Irene lebih suka memanggil mereka sesuai julukan mereka saja.


Memanggil wanita itu Bibi tua Grim Reaper jelas lebih mudah dalam mengingat nya.


"Apa posisi duduk ku mengganggu anda bibi? jika iya anda bisa mengangkat ku dan memindahkan nya ketempat mana pun yang bibi inginkan"


jawab Irene cepat sambil terus menatap wanita Tersebut dengan tatapan yang begitu biasa.


"Apa?"


Wanita itu bertanya sambil membulatkan bola matanya.


Mendengar jawaban Irene sejenak membuat Mavericks melirik kearah bibinya, kemudian dia melirik kearah sang istri nya.


"Apa kamu tidak punya kaki untuk berdiri dan menggeser posisi mu? itu seharusnya menjadi kursi orang tua di kediaman Grim Reaper, apakah Mavericks tidak mengajarkan mu soal etika nya?"


Dan bisa dibayangkan bagaimana bola mata semua orang tertuju, wanita itu benar-benar sedang berusaha untuk mempermalukan Irene, dan apakah Irene punya nyali untuk membantah ucapan bibi tua? sejatinya dia bukan siapa-siapa.


"Aku seperti nya lupa Bertanya pada suami ku"

__ADS_1


Begitu Irene menjawab seperti itu, Elaine tiba-tiba menyahut dengan cepat.


"Seharusnya kakak memberitahukan nya pada kakak ipar, sebagai Anggota keluarga baru wajar saja kakak ipar tidak tahu"


Gadis itu bicara dengan cepat, menatap sedikit tidak suka kearah bibi muda.


Irene fikir hubungan mereka berdua pasti tidak baik-baik saja, Irene terlihat menaikkan ujung bibirnya.


"Kau mencoba membela Orang baru?"


Wanita itu jelas mengeram, tidak terima saat Elaine mencoba membeli Irene.


"Lita"


Kakek Rolf mulai angkat bicara.


Ah Irene Ingat nama bibi tua Grim Reaper adalah Lita.


"Apa Ayah akan membela menantu baru yang belum di nobatkan secara sah di keluarga Grim Reaper?"


Bibi Lita bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.


"Kau jelas tidak lupa sedang bicara dengan siapa bukan?'


Bibi tua Grim Reaper jelas menggenggam erat telapak tangan nya, yah dia sedang bicara dengan Pack leader mereka, bahkan Bicara dengan ayah kandung nya sendiri jadi sangat aneh saat seorang putri membangkang ucapan ayahnya bahkan pack leader nya sendiri.


Tapi bukan Lita nama nya jika harus rela menerima kekalahan, dia langsung menoleh kearah Mavericks.


"Kau tidak bisa menjelaskan pada istri mu aturan nya?"


Tanya bibi Lita kemudian.


Mavericks melirik kearah Irene yang sejak tadi terlihat menampilkan ekspresi Biasanya, dia fikir apa istri nya tidak bermain hati dan merasa terganggu dengan semua keadaan.


"Bergeser lah"


Mavericks bicara sedikit berbisik.


Mendengar perintah suami nya, Irene terlihat menatap tajam kearah laki-laki tersebut.


"Maka kau kehilangan harga diri mu di rumah ini"


Kalimat Irene persis seperti sebuah tekanan besar yang mendominasi, mencoba mengingat kan siapa Mavericks di antara semua orang.

__ADS_1


"Ireland"


"Aku akan melakukan nya, tapi apa kau masih punya muka saat harga diri mu terinjak karena perempuan yang kau sebut istri disingkirkan dengan mudah oleh bibi tua di keluarga mu sendiri?"


Lanjut Irene lagi.


"Apa?'


Mavericks jelas terkejut mendengar ucapan Irene.


"Kaki ku sakit, bahkan tubuh ku masih Lelah karena semalam"


perempuan itu mencoba membuat alasan lain, enggan memberikan penjelasan lebih hingga membuat dia dan Mavericks bisa berdebat tidak penting.


Perempuan itu membuang pandangannya, enggan menatap Mavericks kembali.


Laki-laki itu sejenak membeku, dia fikir ucapan Irene ada benar nya juga.


Pada akhirnya Mavericks terpaksa menghela pelan nafasnya sendiri, karena tidak ingin memperkeruh suasana laki-laki itu kemudian mencoba berdiri dari duduknya.


Ruhi jelas menatap kearah Mavericks, dia mencoba menautkan ujung alisnya, memperhatikan gerakan laki-laki tersebut dengan seksama.


Apa yang akan dilakukan laki-laki itu?!.


Diikuti bola mata yang lainnya yang telah mendapatkan posisi lain di atas kursi makan masing-masing.


Dan sesuatu diluar dugaan jelas terjadi, laki-laki tersebut secepat kilat mengangkat tubuh istri nya hingga membuat bola mata Irene membulat dengan sempurna dan membuat semua orang terkejut karena nya.


Mavericks memindahkan tubuh Irene ke kursi miliknya, kemudian Mavericks langsung bergerak menggeser tubuhnya menuju kearah sebuah kursi kosong yang ada di samping Kakek nya.


Itu adalah kursi Milik ayah nya, dia tahu saat laki-laki tua itu datang bisa dipastikan ayah nya akan mengalah untuk menantu kesayangan nya.


"Kau sedang menyinggung ku, Mavericks?"


Bibi tua terlihat begitu marah melihat ekspresi dan cara Mavericks menyinggung dirinya.


Irene jelas menatap puas dengan apa yang dia dapatkan barusan.


alih-alih peduli ucapan bibi tua, Mavericks malah balik berkata.


"Aku yang seharusnya tersinggung karena apa yang bibi lakukan pada istri ku"


"Kau...."

__ADS_1


Dan segera situasi terasa sedikit memanas.


__ADS_2