Istri Tawanan Tuan Mavericks

Istri Tawanan Tuan Mavericks
Mencintai mu sayang


__ADS_3

Ciuman itu bergerak cukup lama,


membuat Irene secara perlahan mulai terbuai dan mengikuti irama yang diciptakan oleh Mavericks.


Bahkan entah bagaimana caranya tahu-tahu dia sudah berada di atas kasur mereka.


irene sudah dibawa Kungkungan laki-laki itu sejak tadi, dimana Mavericks terus melancarkan aksinya sejak tadi, bahkan dari ciuman hangat kini berubah menjadi sebuah ciuman penuh gelora yang Begitu membara.


Belum lagi bagaimana laki-laki tersebut begitu lincah membawa Irene hingga terhanyut dengan gerakan nya, mereka saling menautkan bibir hingga akhirnya saling berbelit lidah.


Dan percayalah ini kali pertama kaki-kaki tersebut bergerak dengan begitu lembut dan penuh perasaan, tidak gegabah dan memaksa, jelas sangat berbeda dari malam-malam sebelumnya.


Mavericks secara perlahan mulai menggerakkan tangannya menyentuh lembut tengkuk leher Irene, tangan kokoh tersebut mulai menjelajahi bagian tengkuk perempuan itu.


Bahkan beberapa kali jemari laki-laki tersebut menyentuh ujung telinga nya, membuat Irene sesekali merasa geli dan merasa kan satu gelombang hasrat menghantam Diri nya.


Semakin Mavericks bergerak lincah menyentuh tiap bagian tubuh nya, Irene secara refleks membiarkan kedua tangan nya balik bertaut di leher laki-laki itu, jelas saja laki-laki itu ketika mendapat kan respon balik dari irene Li..dah.. nya dengan lincah menaut ke Li..dah irine hingga terdengar suara-suara yang memenuhi ruangan itu dan semakin menambah tingkat andrenalin mereka agar melakukan lebih.


Dimana Tangan kanan laki-laki itu masih sibuk menjelajahi belakang leher Irene, kini tangan kiri Mavericks dengan berlahan turun menuju ke balik handuk Mili Irene.


Bagi nya apa yang digunakan Irene saat ini sangat memudahkan pergerakan nya, handuk yang di pakai Irene secepat kilat menghilang dari tubuh perempuan tersebut.


Setelah itu laki-laki itu kemudian kembali menautkan bibir nya ke bibir Irene, terus membelit Li..dah mereka dengan sempurna. dan sepersekian detik kemudian bibir bertaut itu langsung dilepaskan oleh laki-laki secara berlahan, kini masuk.ke ceruk leher Irene, menyesapnya dengan sempurna, laki-laki itu meninggalkan bekas warna merah disana.


Sejurus kemudian lidahnya turun ke bawah, perlahan mu..lut laki-laki itu mulai mendekati dua benda bulat yang ada di depan nya, lantas tanpa membuang waktu Mavericks langsung menyesap da..da.indah itu berkali-kali, menciptakan suara-suara indah dari balik bibir Irene, kemudian laki-laki itu dengan nakal membuat tanda berwarna disana.


Sambil lidah dan bibir menyesap, tangan kiri dengan lincah bergerak ke bawah sana, jari laki-laki itu dengan nakal bermain di sana.


"Akkh"


Racau Irene dengan perasaan kacau dan berantakan.


Seolah-olah ada kupu-kupu yang berterbangan di perutnya, begitu aneh, Nikmat dan indah.


Dia menggila, yah dia mulai menggila, menyentuh kepala itu dengan gerakan kacau,dia me..remas rambut lembut milik laki-laki itu dengan perasaan menggila dan matanya terpejam sempurna.


"Keluarkan suara terbaik mu baby, itu terdengar begitu panas'


Bisik laki-laki itu saat kembali naik ke atas, menautkan lidah mereka kembali, tiba-tiba Irene terpekik begitu jemari itu masuk ke dalam sana.

__ADS_1


"Akhh..."


Pekik nya dengan sedikit men..desah


"Mave"


Mendengar jeritan Irene bukannya berhenti, gerakan jari itu semakin menggila, semakin cepat dan lincah keluar dan masuk begitu saja, Mavericks jelas begitu suka mendengar jeritan-jeritan manja dibalik bibir indah itu bahkan menatap wajah Irene yang penuh dengan gai..rah Ketika dia menggerakkan jemari nya di bawah sana.


Hal tersebut semakin membuat Mavericks bersemangat untuk melewati sesi percintaan mereka.


"Oh no, Mave...."


Irene terlihat tersengal-sengal, gerakan Jemari terakhir sangat menyiksa diri nya apalagi saat tiba-tiba laki-laki itu sudah berada dibawah sana, tanpa basa-basi langsung memainkan li..dah nya dengan nakal disana, menyesap dengan sempurna, keluar masuk tidak ingin berhenti sama sekali.


"Mavericks, ini gila, aku rasa....akhhhh"


Pekik Irene sambil merengek saat lidah itu terus masuk keluar dengan sempurna, menerjang bagian kecil didalam sana, rasanya sesuatu dibawah sana benar-benar akan tumpah saat ini juga.


"Aku ingin keluar mave.."


Bukan nya berhenti, Li..dah itu semakin menikmati.


"Come baby, tumpahkan, aku suka membuat mu terpuaskan lebih dulu"


Mendengar ucapan Mavericks yang terdengar sedikit gila dan menggoda jelas membuat Irene semakin merasa tidak karuan'an hingga akhirnya dia benar-benar yakin dibawah sana akan tumpah dalam Hitungan detik.


Dan sesuai dugaan Mavericks, Irene benar-dalam menyemburkan pelepasan terbaik nya.


Hal itu membuat Mavericks jelas tersenyum dengan senang, laki-laki itu kini menaikkan tubuhnya dan bersiap masuk karena dibawah sana.


"Aku masuk"


Bisik Mavericks kemudian.


Lalu sebuah hentakan lembut menyeruak masuk kedalam inti Irene, membuat perempuan tersebut seketika berteriak keci, dia langsung memeluk erat tubuh Mavericks tanpa rasa malu.


"Oh crazy, baby kau tetap sempit seperti biasanya"


Ucap laki-laki itu sambil mende..sah, rasanya benar-benar luar biasa, apalagi saat milik istri nya menjepit milik nya dengan sempurna.

__ADS_1


Irene benar-benar candu untuk dirinya.


"Mave bergerak dengan lembut"


Protes Irene saat suami nya berusaha bergerak keluar masuk dan mencoba mempercepat tempo gerakan nya.


Seolah-olah sadar dia terlalu bersemangat dan bisa menyakiti Irene seperti sebelum-sebelumnya, Mavericks langsung mencium kening istrinya sambil berbisik.


"Maafkan aku, aku hampir lupa"


Dia kemudian langsung menurunkan tempo hentakan nya, Laki-laki tersebut menyambar kembali bibir Irene dan mulai bergerak dengan lembut dan penuh cinta.


Laki-laki itu terus bergerak lembut, mencoba terus memberikan kenyamanan pada istri nya, membuat perempuan terbiasa, beberapa kali Mavericks mencium mata irene, membisikkan hal-hal lembut yang tidak pernah dia lakukan sebelum nya.


Perempuan itu terbuai, menikmati segala Hujaman yang diberikan Mavericks, hingga pada akhirnya laki-laki tersebut mulai bergerak sedikit lebih cepat, dan jelas saja Irene awalnya merasa sedikit terkejut namun karena cara Mavericks tidak seperti malam-malam sebelumnya, Irene terlihat diam mengikuti irama.


Kali ini laki-laki tersebut mampu menciptakan sebuah sensasi baru yang membuat dia berulang kali berteriak kecil, meleng..guh panjang diantara sakit dan ke..nik..matan tiada Tara, laki-laki itu benar-benar pandai membawa nya ke langit cakrawala, memompanya dengan cara menggila, membuat tubuh Irene pada akhirnya bergetar tidak karuanan, kedua tangannya jelas memeluk erat tubuh indah laki-laki itu, tidak mau terlepas karena rasa nik..mat tiba-tiba mendominasi.


De..sa..Han demi de..sa..Han dari bi..bir indah Irene membuat Mavericks semakin menggila dalam bergerak, dia mempercepat laju dirinya.


Mavericks terus memompa sambil beberapa kali Bi..birnya menyatu dengan milik Irene, membungkam bibir cantik itu agar pekikan nya tidak semakin menggila.


"Mave.. ahhhh"


Irene mengencangkan pegangan nya pada lengan Mavericks, laki-laki itu tahu ini Adalah waktu pelepasan nya.


"Bersama baby"


laki-laki itu meraih kedua tangan irene, bertaut jemari dan saling menarik dengan kencang, mereka menunggu pe..le..Pasan secara bersamaan


hingga pada akhirnya mereka benar-benar sampai pada titik akhir pe..le..pasan, terasa begitu lega dan nik..mat.


"Ohhhh"


Leguh Mavericks ketika dia ikut tiba pada puncak kenik.. matannya.


Seketika tubuh Kokoh itu menimpa tubuh indah milik Irene, dia memeluknya hangat dan mencium puncak kepala istrinya berkali-kali.


"Malam ini kamu begitu luar biasa baby, thank you"

__ADS_1


Alih-alih menjawab Irene terlihat pasrah, Perempuan tersebut membiarkan laki-laki itu memeluk erat tubuh nya, dia merasa begitu lelah dan mengantuk, membiarkan dirinya tenggelam kedalam pelukan Mavericks untuk beberapa waktu.


__ADS_2