Istri Tawanan Tuan Mavericks

Istri Tawanan Tuan Mavericks
Tersadar dari keadaan


__ADS_3

Sebuah tepukan lembut terasa dibalik pipi nya dan wajah cantik wanita tua itu terlihat terus menatap cemas kearah Irene.


Begitu bola mata perempuan itu terbuka bisa Irene rasakan cahaya silau yang menembus lapisan bola matanya bersamaan dengan sebuah teriakan melengking di seluruh area telinganya entah dari mana.


Bahkan sebuah bisikan melintasi telinga nya sejenak.


"Lepaskan aku, Ireland"


Suara itu Persis seperti bisikan yang begitu mengerikan, melayang-layang di telinganya kemudian menghilang, tapi Sepersekian detik kemudian suara tersebut menghilang bersama angin.


"Sayang, bisakah kamu mendengar kan ibu?"


Irene terlihat masih diam saat mendapat kan pertanyaan dari Wanita di hadapannya tersebut, dia baru sadar kini dirinya tengah berbaring di atas kasur, bahkan yang lebih mengejutkan dia berada didalam pangkuan Mavericks.


"Kau baik-baik saja?"


Kali ini Mavericks yang bertanya kepada dirinya dengan tatapan penuh kecemasan, laki-laki itu membiarkan pahanya yang menjadi tempat bertumpu kepala Irene.


Masih mencoba membiasakan bola matanya karena silau nya lampu pemandangan yang ada di atas plafon kamar, Irene mencoba untuk menghilangkan rasa silau di balik bola matanya.

__ADS_1


Tidak tahu kenapa bisa Irene lihat beberapa luka goresan di sekitar leher Mavericks dan ada satu goresan di bagian pipi kanan laki-laki tersebut.


"Jangan menakuti ku seperti ini lagi"


Mavericks kembali melanjutkan ucapannya.


Irene masih belum bergeming, dia mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu sambil menatap Mavericks dan mertua nya tersebut secara bergantian.


"Apa yang terjadi pada wajah mu?"


Kali ini dia bertanya sambil menggerutkan kening, Alih-alih peduli dengan dirinya dia malah peduli pada wajah Mavericks lebih dulu.


"Apakah kita kerampokan?"


Irene mencoba untuk bangun dari posisi nya secara perlahan, dimana Mavericks berusaha untuk membantu nya mendapat kan posisi terbaik nya.


Irene pikir kepalanya terasa begitu sakit, pergelangan tangan nya terasa kebas, pipi nya perih dan lehernya terasa begitu ngilu sembari dia menatap kamar milik mereka yang terlihat begitu berantakan, semua barang-barang berserakan kemana-mana, seolah-olah barusan saja terjadi perampokan disana, atau jangan-jangan ada gempa bumi dahsyat yang terjadi tanpa sepengetahuan dirinya atau bahkan bisa jadi kamar mereka baru saja di hantam angin ****** beliung.


Mendapat kan pertanyaan dari Irene, kedua orang tersebut terlihat diam, tiba-tiba mertua laki-laki nya muncul sambil membawakan kotak p3k kearah dirinya.

__ADS_1


"Kita harus mengobati luka nya terlebih dahulu"


Ketika laki-laki tersebut berkata soal luka, sejenak Irene menautkan kedua alisnya.


"Siapa yang terluka?"


Tanya nya kemudian.


"Tentu saja kamu nak, tidak kah kamu lihat? apa yang terjadi? apakah kamu bermimpi buruk?"


Nyonya Tayron bicara cepat, dia menyentuh lembut kulit leher Irene, kemudian pipi nya dan kini perempuan tersebut baru sadar jika ngilu yang dia rasakan di lehernya tadi akibat dari luka yang tidak dia ketahui.


Sejenak dia menyentuh lembut pipinya sendiri, bisa dia rasakan sesuatu menggores di pipi nya tersebut.


Sejenak bola mata Irene menangkap wajah Mavericks, dia seolah-olah baru menyadari soal sesuatu.


Mereka memiliki luka yang sama dan berada di posisi yang sama persis juga, Irene jelas mengerutkan keningnya.


"Ada apa yang sebenarnya?"

__ADS_1


Pertanyaan tersebut langsung meluncur cepat dari balik bibir nya.


__ADS_2