Istri Tawanan Tuan Mavericks

Istri Tawanan Tuan Mavericks
Twin Mythconceptions "Telepati kembar"


__ADS_3

Irene secara perlahan bangun dari posisi tidurnya, dia bergerak dengan Begitu tenang berusaha untuk tidak mengeluarkan sedikit pun suara berisik agar tidak membangunkan Mavericks.


Perempuan tersebut turun dari atas kasur yang mereka tempati, bergerak menuju kearah jendela untuk beberapa waktu.


Sejenak Perempuan tersebut mencoba menatap kearah luar jendela untuk beberapa waktu, dia tidak mengeluarkan sedikit pun suara nya seolah-olah tatapan nya mencoba untuk mencari sesuatu di seluruh penjuru arah. Cukup lama Irene bertahan pada posisi nya dengan bola mata nya terus Fokus menatap kearah depan hingga akhirnya secara perlahan Irene membuka pintu jendela kamar tersebut dengan gerakan yang begitu lembut.


perempuan itu mencoba mencium aroma pagi dan aroma cuaca hari ini untuk beberapa waktu.


Dia fikir ini belum masuk akhir tahun, November masih cukup lama hingga tapi aroma dingin dan salju mulai tercium di balik hidung nya.


Biasanya musim hangat berlangsung selama 2,9 bulan, terhitung dari awal atau pertengahan bulan Juni hingga awal atau pertengahan September, dengan suhu tertinggi harian rata-rata di atas 22°C.


Bulan terpanas dalam setahun di Paris adalah Juli, dengan rata-rata suhu terendah 25°C dan tertinggi 15°C


Dan biasanya di bulan ini suhu masih akan menampakkan ke gerahan nya, orang-orang pasti sibuk menggunakan pakaian mini dan seksi demi untuk menghilang kan rasa panas yang cukup berlebihan.


Bahkan kegiatan berendam atau berenang akan menjadi salah satu wahana paling menyenangkan bagi orang-orang di kota tersebut.


Tapi saat ini dia tidak merasakan kebiasaan dan rasa panas yang begitu berlebihan, Dan Irene yakin musim dingin akan datang jauh lebih awal dari perkiraan.


Ditengah pemikiran dan apa yang ada di dalam pemikiran nya, Secara perlahan perempuan tersebut kembali menelisik seluruh pemandangan di sekitar nya lantas dia mencoba memejamkan perlahan bola matanya.


Aroma saljunya semakin mendekat.


Batin Irene pelan.


Bukankah terdengar aneh?! apakah benar salju memiliki aroma?.


Bagi sebagian orang yang memang tinggal negara-negara bersalju dan melihat salju secara langsung, rata-rata dari mereka pasti pernah merasakan ketika mereka melangkahkan kaki keluar rumah, hidung mereka akan mencium aroma yang akrab dan familier. Jika ditanya alasannya, orang-orang seperti mereka pasti merasa kesulitan dalam menjelaskannya, tetapi apakah kalian tahu bahwa aroma itu menandakan adanya salju. Lalu, apakah salju benar-benar memiliki aroma?.

__ADS_1


Sisi logis otak kalian mungkin akan mengatakan tidak, karena salju hanyalah air beku, dan oleh karena itu tidak berbau. Tetapi, pernahkah kalian meramalkan turunnya salju berdasarkan aroma menggelitik yang familier di hidung kalian? Jika ya, secara tidak langsung kalian menganggap bahwa salju mempunyai aroma.


dan Irene bisa mencium aroma familiar tersebut saat ini.


Ditengah waktu dia memejamkan bola matanya, Irene tampak mengembangkan senyuman nya secara perlahan, lalu Entah kenapa tiba-tiba dia merindukan sesuatu, sesuatu yang seolah-olah pernah menghilang dari dirinya.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba satu ingatan menghantam dirinya.


"Ireland, Araland berhenti bergerak kesana-kemari"


"Mave kemarilah"


"Ibu siapa yang lebih cantik dari kami? aku atau Irene"


"Arene look at me, apa kau bisa merasakan nya? aku fikir aku bisa mengangkat semua barang-barang nya"


"Ibu.... aku tidak bisa menghenti kan semua nya ....akhhhhhh"


"Arene..."


"No...api nya membesar, bawa salah satu dari mereka, aku bilang biarkan Tayron membàwa salah satu dari mereka..."


"Terus bertahan disini, ibu akan kembali secepat nya, apa kamu bisa mendengar ibu nak?"


Irene seketika mengencangkan pegangan nya dikala ratusan ingatan menghantam kepalanya, seolah-olah kepalanya di hantam oleh ribuan hujan batu, ingatan demi ingatan asing terus menyeruak dan memaksa masuk di kepalanya.


"Arene, Arene bertahan lah, maafkan aku, maafkan aku...aku tidak akan melakukan nya lagi, aku akan melindungi kamu, jadi bangunlah, bangunlah, aku mohon"


"Mave lihat aku, Mave lihat aku, maafkan aku, aku tidak bermaksud..."

__ADS_1


"Irene dengarkan aku, dengar kan aku pergi dari sini, aku yang akan menyelesaikan semuanya, jangan kembali lagi, aku yang akan bilang jika aku melakukan nya"


Seolah-olah ingatan nya semakin jelas, terus menghantam kepala Irene dengan keras.


Hahhhhhh


Irene mencoba menarik kasar nafasnya, seolah-olah sesuatu menghantam dada nya, begitu berat dan keras, begitu menyakitkan dan membuat dia tidak bisa untuk melakukan pergerakan.


dan dalam hitungan detik..


Brakkkkkk


seketika perempuan tersebut tumbang dari posisi nya.


Di sisi kasur Mavericks terlihat menggerakkan tubuhnya secara perlahan, seolah-olah sadar Irene menghilang dia mencoba mencari sosok tersebut ke seluruh penjuru Arah.


Dia sempat menatap sosok Irene yang berdiri di dekat jendela kamar milik mereka tapi seketika ekspresi nya berubah saat dia sadar Irene terlihat menyentuh kepala dan dada nya secara bergantian.


No....


Mavericks berusaha untuk bangun dari tidur nya untuk meraih tubuh Irene tapi anehnya dia tidak bisa melakukan nya, tiba-tiba saja hal aneh terjadi kepada seluruh anggota tubuhnya.


meskipun dia mampu membuka perlahan bola matanya, masih bisa menatap kesisi kiri nya dan melihat Irene yang tiba-tiba tumbang, dia sama sekali tidak bisa meraih tubuh perempuan tersebut karena dia merasa jantungnya seolah-olah berhenti berdetak secara tiba-tiba, dia merasa tenggelam ke alam bawah sadar nya, seseorang seakan-akan menekan dadanya dan mencoba mengurangi pasokan oksigen nya.


Ada apa ini?!.


Dia masih bisa membatin, menatap samar-samar sosok Irene yang tergeletak di lantai dimana bola mata Mavericks berusaha untuk terus menangkap sosok tidak berdaya tersebut.


Seketika air mata Mavericks mengalir perlahan di antara rasa sakit yang dia derita dimana seolah-olah kematian menghantam dirinya dan ketidak berdayakan dirinya untuk meraih tubuh istri nya.

__ADS_1


__ADS_2