Istri Tawanan Tuan Mavericks

Istri Tawanan Tuan Mavericks
Terdengar Cukup adil


__ADS_3

Setelah selesai makan malam


Kamar khusus Mavericks


Ketika mereka menyelesaikan makan malam bersama, Irene dengan langkah cepat bergegas masuk kedalam kamar yang katanya akan mereka tempati.


Irene buru-buru masuk kedalam kamar mandi yang ada di sudut kanan kamar, dia membersihkan mencuci mukanya dengan cepat kemudian Perempuan tersebut buru-buru langsung menyikat giginya.


Ditengah kegiatan nya tiba-tiba Mavericks datang dengan gerakan cepat, menyambar satu sikat gigi dan melakukan hal yang sama.


Kaca kloset terlihat terpampang menghadap mereka berdua, seolah-olah menjadi saksi antara sepasang suami istri tersebut yang menampilkan ekspresi yang sedikit sulit untuk dijelaskan.


Irene terlihat begitu masa bodoh, tidak mempedulikan Mavericks, bahkan Perempuan itu membuang pandangannya dan begitu malas menatap wajah Mavericks.


sedangkan Mavericks terlihat menampilkan kemarahan yang terus dia tahan sejak mereka makan malam tadi.


Begitu Irene selesai dengan kegiatan nya, Mavericks buru-buru menyelesaikan tugasnya juga, dia membersihkan mulut nya dengan cepat lantas meletakkan sikat gigi nya dengan kasar.


Saat Irene akan keluar dari kamar mandi tersebut, Mavericks dengan gerakan cepat menarik lengan Irene.


Ehhh?!.


Perempuan itu jelas terkejut, membelalakkan bola mata nya saking terkejutnya dengan gerakan refleks yang dilakukan Mavericks.


"What?"

__ADS_1


Irene Bertanya sambil menatap bola mata Mavericks dengan tatapan yang sedikit tajam.


"Apa kau sedang berusaha menebar pesona mu pada banyak laki-laki malam ini?"


Tanya Mavericks cepat kearah Irene.


"Ya?"


Irene jelas terkejut mendengar pertanyaan tiba-tiba dari Mavericks, dia menaikkan ujung alisnya, dia pikir pertanyaan Mavericks sedikit terdengar tidak masuk akal.


"Tersenyum pada Loouz, bahkan terlihat begitu akrab dengan grey, apa kau lupa kau sudah menjadi seorang istri dan ada suami mu di antara semua orang?"


Nada bicara Mavericks terlihat sangat ditekan,dia seolah-olah mencoba mengingatkan Irene soal kenyataan yang mungkin perempuan tersebut nyaris lupakan.


"Kenapa? kau cemburu?"


Dia fikir itu pertanyaan yang sedikit masuk akal bukan? memangnya apa lagi alasan seorang laki-laki ketika marah pada seorang perempuan? kecuali dia cemburu itu artinya dia tidak waras.


mendapatkan pertanyaan Irene yang seperti itu jelas membuat Mavericks mendengus tidak percaya.


"Kau pikir aku jatuh cinta pada mu hingga aku harus cemburu? aku hanya berusaha mengingatkan mu agar kamu tahu dimana batasan mu sebagai seorang istri dan berhenti memberikan senyuman mu pada dua laki-laki tidak berguna tersebut"


Mavericks langsung menjawab dengan cepat, berusaha menekan setiap kalimat nya agar Irene paham dengan maksudnya.


"Kau tidak jatuh cinta pada ku di pernikahan kita?"

__ADS_1


Irene mengerutkan keningnya.


"Yeah tentu saja"


Mendengar Jawaban Mavericks jelas membuat Irene Langsung melanjutkan pertanyaan nya.


"Kau hanya berniat meniduri ku saja begitu dan berharap aku melahirkan anak-anak mu?"


Tanya Irene lagi sambil menaikkan ujung alisnya.


"Memangnya apa yang kau harapkan?"


Mendengar jawaban Mavericks yang terkesan begitu dingin jelas membuat Irene mengerutkan keningnya,


terdengar begitu menyakitkan memang, tapi realita nya itu yang Mavericks rasakan saat ini, dia tidak benar-benar jatuh cinta pada Irene karena ada beberapa faktor lain yang membuat dia harus memiliki Irene.


"Kalau begitu aku dan kamu punya kebebasan untuk berpaling dan bercanda dengan laki-laki atau perempuan lain, kamu tidak jatuh cinta pada ku dan aku tidak jatuh cinta pada mu, lalu kenapa kamu marah soal aku yang dekat dengan Loouz atau Grey?"


Irene fikir itu bagus, didalam pernikahan mereka, cinta memang tidak benar-benar dibutuhkan, toh dia juga tidak melihat Mavericks dari sisi cintanya juga.


"Bahkan jika aku jatuh cinta pada salah satu dari mereka pun aku fikir bukan masalah, dan jika aku ingin bercinta dengan mereka sekalipun itu juga bukan masalah, karena pada dasarnya kamu tidak mencintai aku dan aku tidak mencintai kamu, bukan kah itu cukup adil untuk kita? aku juga butuh untuk bersenang-senang dengan laki-laki lain selain dirimu"


"Apa?"


Dan bisa-bisa nya Irene mengeluarkan kata-kata tersebut dengan begitu lancar seolah-olah tanpa beban, dia menaikkan kedua bahu nya kemudian berusaha untuk pergi berlalu ketika Mavericks mengeluarkan ekspresi terkejut nya hingga mengendurkan cengkraman nya.

__ADS_1


__ADS_2