
Beberapa waktu sebelumnya
Kediaman utama kakek Rolf
Ketika mobil yang di naiki Nina Tani berhenti di bagian parkiran kediaman utama kakek tua Rolf, Nina langsung turun secara perlahan dari mobilnya.
Dia baru akan melangkah kan kakinya hingga sebuah suara mengejutkan dirinya.
"Kau sudah datang?"
Suara seseorang mengejutkan dirinya.
Itu adalah Ibu kandung Mavericks.
"Bibi"
Nina Tani memberikan penghormatan nya, dia bahkan memejamkan bola matanya sambil menundukkan kepalanya secara perlahan.
"Bibi Fikir kamu tidak akan datang"
Wanita itu bicara sambil mengembangkan senyuman nya, dia menepuk-nepuk bahu Nina kemudian kembali berkata.
"Apakah kamu akan menginap malam ini?"
Nina terlihat berfikir, tapi tiba-tiba satu sosok mengejutkan dirinya, seorang laki-laki bergerak tepat diujung sana dibelakang wanita dihadapan tersebut.
Seorang laki-laki dengan penampilan yang begitu tenang, wajah tampan mendominasi dan bola mata yang memberikan tatapan yang begitu lembut dan hangat berjalan semakin mendekat kearah Nina.
Percayalah perempuan manapun yang menatap sosok tersebut akan jatuh cinta pada nya, apalagi laki-laki tersebut bahkan memiliki hati dan tata bahasa yang begitu hangat dan penuh cinta.
"Kau juga datang?"
Laki-laki itu bicara sambil menatap kearah Nina, dia membuang pandangannya sejenak lantas menoleh kearah wanita yang ada dihadapan Nina tersebut.
"Apa kamu melihat paman mu, grey?"
__ADS_1
Wanita itu terlihat mengerutkan keningnya, dia mencari suami nya yang tidak kunjung terlihat.
"Bibi Mave, aku fikir paman mencari anda diluar sana, paman bilang dia kehilangan sesuatu"
Yang dipanggil grey bicara dengan nada yang begitu tenang.
Bibi Mave mengangguk cepat, dia berbalik lantas meninggalkan Grey dan Nina dengan cepat.
"Aku fikir kamu tidak akan datang"
Nina bicara sambil mencoba bergerak melangkah ke sisi kanan nya menuju ke arah pintu utama Kediaman Kakek Rolf.
"Aku datang karena Elaine yang meminta nya"
Laki-laki tersebut menjawab dengan begitu tenang, mensejajarkan langkah kaki nya pada langkah milik Nina.
"Kalian terlihat begitu dekat Belakangan"
Saat Nina berkata begitu grey terlihat mengembangkan senyuman nya.
Tidak pernah ada yang bisa menebak karakter sebenarnya dari Laki-laki tersebut, karena wajah tenang dan sifat lembut serta cara bicara yang begitu tertata membuat seluruh penghuni Grim Reaper terkadang sulit menebak isi hati Grey.
Bahkan tidak ada yang pernah tahu apakah grey pernah menolak atau menerima seluruh keputusan yang dibuat untuk dirinya.
"Beberapa persoalan membuat kami jadi lebih dekat, hanya beberapa persoalan"
Jawab grey pelan.
"Apa kamu menyukai Elaine?"
Nina berusaha untuk Bertanya, menatap kearah wajah Grey untuk beberapa waktu.
Mereka mulai melangkah masuk ke kediaman utama Kakek tua Rolf Ketika Nina menanyakan soal itu pada Grey, laki-laki itu tidak menampilkan sedikitpun ekspresi nya, dia mengembangkan senyuman nya kemudian berkata.
"Aku begitu menghargai semua perempuan dan gadis di kediaman Grim Reaper dan menganggap mereka seperti Keluarga sendiri, tapi untuk Elaine aku belum bisa memastikan nya"
__ADS_1
Jawab laki-laki tersebut pelan.
Mendengar ucapan Grey sejenak membuat Nina diam, dia membuang pandangannya dan menatap lurus kedepan.
"Pergilah lebih dulu, aku akan menyusul setelah nya"
Grey terlihat menghentikan langkah kakinya, membiarkan Nina melangkah lebih dulu, seolah-olah paham dengan ucapan Grey Nina terus melangkah kan kakinya kedepan sana, mulai masuk keruang makan dimana semua orang telah berkumpul disana.
Begitu dia mulai melangkah masuk, suara Loouz terdengar menyambut kedatangan nya.
"Kau sudah datang, Nina Tani?"
Sebenarnya suara Louuz sama sekali tidak mengganggu dirinya, tapi satu sosok perempuan yang duduk di kursi yang seharusnya Mavericks tempati yang sedikit mengalihkan pandangannya.
Berkilauan!.
Itu kesan pertama yang Nina dapatkan.
Bersinar dan indah, seolah-olah ada magnet yang mampu menarik mata siapapun yang memandangnya bahkan dari mata seorang gadis seperti dirinya sekalipun.
Dan bisa Nina lihat bagaimana masa depan Perempuan tersebut terus bergerak di pelupuk matanya, bagaimana jutaan orang akan tunduk pada nya, bahkan bagaimana ketika seluruh pemegang tanduk kekuasaan sedang bergerak untuk memperebutkan dirinya termasuk....
Seketika Nina membeku, dia menghentikan langkah kakinya, gadis itu tercekat lantas langsung berbalik dan menoleh kearah belakang nya.
"Kau sudah datang, kak?"
Elaine menyapa Grey yang berjalan dibelakang nya, bisa Nina lihat bagaimana bola mata Grey yang tidak bisa luput menatap sosok perempuan yang duduk tenang di atas kursi Mavericks dan mengabaikan kehadiran mereka.
"Kau ada disini juga, Ireland Xavier?"
Grey bertanya sambil menatap dalam wajah perempuan yang dia panggil Ireland tersebut, seulas senyuman mengambang dibalik bibir Grey, dia terus melangkah kedepan menatap sosok perempuan tersebut dengan penuh arti seolah-olah Mata tersebut menyimpan kerinduan yang begitu mendalam.
Menunjukkan jika mereka saling mengenal dengan baik sebelum nya.
Maverick jelas langsung menaikkan ujung alisnya Ketika bisa dia lihat sang istri nya menatap wajah laki-laki tampan dihadapan mereka dengan tatapan yang berbeda ketika Irene menatap dirinya selama beberapa hari mereka menikah.
__ADS_1
Nina terlihat diam, dia mengencangkan genggaman tangannya ke ujung baju nya,dia tahu ada yang salah dengan hati semua orang saat ini termasuk dirinya.
Yah dia tahu hati semua orang saat ini seolah-olah sedang memiliki rahasia.