
Saat Nyonya Tayron bertanya apakah ada yang tidak dia ketahui selama ini, seketika sang suami menatap dirinya dengan tatapan sedikit membeku bersamaan dengan tatapan profesor Xeroz yang ikut menegang.
"Membunuh putra nya? siapa? dan kenapa wajah nya mirip dengan wajah ku?"
Tanya Wanita itu lagi dengan ekspresi masih terkejut.
Dia butuh penjelasan dari suaminya saat ini.
Terdengar tidak masuk akal sejak dia pertama kali hamil Mavericks, di malam bulan sabit mendekati kelahiran Mavericks dimana bulan berubah warna menjadi Semerah darah.
kala itu semua keluarga Grim Reaper terlihat panik, ada seorang tamu tidak di undang yang menggunakan pakaian seperti seorang Dewi, menyampaikan berita pada Tayron jika ciri-ciri Grim Reaper kegelapan akan lahir dari rumah mereka.
laki-laki itu awalnya mengelak, hingga akhirnya Perempuan itu menemukan dirinya.
"Kau ingin membohongi ku, Tayron?"
Perempuan itu bertanya sambil mengerutkan keningnya, terlihat sedikit marah dan menatap Tayron dengan tatapan tidak suka.
"Saat kau mencoba menyembunyikan dia, tidak kah kau tahu semua orang berada dalam keadaan tidak baik-baik saja?.nyawa istri mu jelas akan menjadi taruhannya"
"Theodore, aku tidak bisa mengatakan soal kelahiran calon penerus ku, bertahun-tahun seluruh Grim Reaper menghindari kelahiran cahaya kegelapan, bayangkan bagaimana perasaan ku saat tahu anak itu akan lahir dari rahim istri ku dan akan menjadi putra ku?"
Tayron terlihat begitu cemas, mencoba melindungi dirinya dari perempuan bernama Theodore itu.
"Itu adalah takdir yang tidak bisa di ubah, Begitu putra mu lahir, jiwa nya akan terhubung langsung dengan Leandre"
Setelah berkata begitu Perempuan itu pergi meninggalkan mereka, tidak muncul untuk waktu yang lama, tapi begitu muncul tiba-tiba mengejutkan diri nya, Theodore menanamkan sesuatu di tubuhnya sembari berbisik.
"Saat dewasa dia akan merasakan hal yang sama seperti jiwa aslinya"
__ADS_1
Dia tidak paham apa maksud Perempuan cantik tersebut.
"Putri ku akan menjaga putra mu hingga hari dimana dia menemukan dan bisa mengendalikan serta saling mengendalikan pack leader nya"
Setelah berkata begitu, Theodore meninggalkan seorang gadis kecil cantik bernama Nuna Tani.
Gadis itu yang terus bergerak mengawasi Mavericks selama 24 jam bahkan gadis itu yang selalu bisa melihat ramalan nasib Mavericks.
Gadis itu juga yang menemukan kelahiran Irene bersama suami nya.
Dia fikir selama putra nya baik-baik saja, dia sama sekali tidak pernah buka suara, tidak peduli siapa itu Leandre atau apapun soal bayangan ataupun pengendali dan yang mengendalikan, tidak peduli soal jiwa penghubung yang di ucapkan oleh Theodore. meskipun sebenarnya kadang takut dengan keadaan, suami nya selalu berkata semua pasti baik-baik saja.
Tapi seperti nya ada sesuatu yang dia lewati saat ini.
Kenapa saat ini ada wanita yang datang dengan pakaian ala Putri dan kerajaan zaman dulu, bergaya elegan dengan wajah yang sama persis seperti dirinya dan berkata.
"Kau ingin membunuh putra ku?"
"Bunuh Arane"
Apa maksud nya?!.
Alih-alih mendapatkan jawaban langsung dari suaminya, wanita berpakaian ala ratu jaman dulu dan berwajah mirip dengan nya itu bergerak mendekati dirinya kemudian menyentuh wajahnya sambil menaikkan ujung bibirnya.
"Apa suami mu tidak pernah bercerita pada mu soal hubungan kita, Agatha?"
Tanya wanita itu sambil setengah berbisik kepada nya.
"No..."
__ADS_1
Seolah-olah melarang nya untuk bicara, Tayron berusaha untuk menghentikan nya, laki-laki tersebut mencoba Bergerak tapi tangan kanan wanita itu bergerak bagaikan angin, menghentikan gerakan Tayron dari kejauhan, mencoba mengendalikan Tayron dan mengangkat laki-laki tersebut perlahan keatas.
Tayron jelas tercekat, rasanya tubuh nya membeku dan dia merasa tubuhnya di ikat secara tidak langsung dari kejauhan.
"Kau aku sosok ibu yang sama dari putra yang juga sama di dimensi yang berbeda"
Begitu kalimat itu meluncur dari bibir wanita tersebut seketika membuat nyonya Tayron, Agatha membulat kan bola matanya.
"Apa?"
"Jika Mavericks putra mu, maka Leandre adalah putra ku, mereka satu orang dari dimensi yang berbeda, tidak kah suamimu mengatakan nya sejak dulu?"
Lanjut wanita itu lagi dengan bola mata yang mulai mengeluarkan cahaya kemarahan nya.
"Membunuh salah satu dari mereka melalui pack leader nya?"
Wanita itu kini menoleh kearah profesor Xeroz.
"Kau ingin mati sekarang juga ditangan ku?"
Seketika getaran dahsyat menghantam tempat tersebut, semua orang terkejut, Tayron masih dalam posisi melayang ke atas, menahan sakit di tubuhnya karena merasa semakin tercekik.
Agatha jelas membeku.
Profesor Xeroz seketika menelan salivanya.
"Hentikan kekuatan mu yang mulia, kau bisa menghancurkan tempat ini dengan kekuatan mu"
Suara beberapa orang saling bersahutan.
__ADS_1
Alih-alih berhenti, kekuatan yang di berikan Wanita itu jelas semakin dahsyat.