Istri Tawanan Tuan Mavericks

Istri Tawanan Tuan Mavericks
Masih dalam rencana


__ADS_3

Disisi lain


Mansion utama Tuan Tayron


Ruang laboratorium


Tuan Tayron menatap lekat-lekat layar monitor yang ada dihadapan nya untuk beberapa waktu, kedua tangannya terlihat bersandar ke meja yang ada di hadapannya , laki-laki tersebut sejenak tampak berpikir.


"Ketika Irene dan mavericks masuk ke ruang waktu apakah itu akan diketahui oleh Black shadow?"


Ucap laki-laki tersebut sambil menoleh ke arah kirinya, profesor Xeroz terlihat membenahi kaca mata sejak tadi.


Laki-laki itu mulai tidak nyaman dengan kaca mata lama nya, seperti nya bola matanya mulai terlihat berembun belakangan ini.


"jangan khawatir soal apapun kita akan membuat sebuah cara pengalihan sementara ketika waktu perpindahan terjadi agar black shadow tidak tahu soal kedatangan Irene dan mavericks melalui mesin waktu"


Profesor Xeroz menjawab cepat.


"Aku tidak bisa 💯% mempercayai ucapanmu mendingan ada beberapa hal yang kau ucapkan selalu meleset daripada apa ya aku harapkan"


Protes laki-laki itu cepat pada sang profesor Xeroz, dia sedikit menekan pelipisnya dengan jemari tangan nya, rasa pening dan panik menghantam dirinya.

__ADS_1


Dia ingat betul kejadian masa lalu untuk mengecoh orang-orang soal Irene dan penukaran mereka di masa anak-anak dengan sosok kloningan yang di ciptakan oleh profesor Xeroz nyaris kacau balau mengingat kurang nya matang rencana laki-laki tersebut dan berkata akan membuat cara pengalihan.


Kala itu orang-orang black shadow nyaris menemukan Irene dan Arane, untungnya ada sosok kloningan palsu yang dibuat menyerupai kedua gadis itu pada masa penukaran dan dibawa oleh Nina Tani dengan cara pintarnya.


Jika tidak, tidak bisa dibayangkan bagaimana hasil akhir dari apa yang mereka lakukan kala itu.


"Kali ini hal yang dulu tidak akan terjadi lagi"


Profesor Xeroz mencoba menyakinkan Tuan Tayron.


"Aku sedikit meragukan kemampuan laki-laki tua seperti kamu"


Oceh Tayron cepat.


Mendengar ocehan dan protes'an dari Tayron membuat profesor Xeroz mendengus.


"Tidak bisakah tidak membuka rahasia? perempuan tahu nya aku ini masih muda"


Dia protes balik pada laki-laki disamping nya itu, cukup keberatan Tayron membuka kartu AS kumbang nya kalau dia melakukan sistem prosedur operasi untuk menunda penuaan dini.


"Ckckkckc kau benar-benar..."

__ADS_1


Tayron menatap profesor Xeroz dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya.


"Lupakan saja, berhentilah mengejek ku dan mari kembali membicarakan rencananya, waktu kita hanya tersisa beberapa jam saja hingga pagi tiba"


Omel profesor Xeroz cepat.


"Siapa yang akan berjaga di samping bola pemindah nya? aku fikir jangan letakkan Grey disana, hubungan dua saudara itu cukup buruk,aku fikir Grey benar-benar tertarik pada Irene melihat bagaimana dia menatap perempuan itu sejak awal melihat Irene kembali setelah bertahun-tahun lama nya"


Ucap profesor Xeroz lagi.


Tuan Tayron terlihat diam untuk waktu yang begitu lama.


"Letakkan Elaine di sana"


Tiba-tiba nyonya Agatha masuk ke dalam melalui pintu kaca depan ruang laboratorium tersebut.


"Apa kau yakin?"


tanya tuan Tayron kemudian, dia menatap istrinya untuk beberapa waktu yang tengah berjalan mendekati dirinya.


"Kamu tahu sendiri bukan? Elaine tidak pernah menggunakan perasaan nya kepada siapapun, jadi kita tidak perlu takut soal kemana gadis itu berpihak, Grey ketika menyukai sesuatu persis seperti mavericks, aku tidak mau grey ikut terlibat didalam semua hal sebelum dia bisa mengontrol perasaan nya sendiri dan tahu siapa pengendali dirinya yang sebenarnya"

__ADS_1


Ucap wanita itu cepat.


Mendengar ucapan istri nya, laki-laki tersebut sejenak diam.


__ADS_2