Istri Tawanan Tuan Mavericks

Istri Tawanan Tuan Mavericks
Mari pergi bersama


__ADS_3

Mansion utama Mavericks


Kamar tidur utama


Ketika Irene terlihat baru menyelesaikan sesi membersihkan dirinya, ketika perempuan tersebut baru keluar dari kamar mandi nya secepat kilat Mavericks menyambar tubuh istri nya dengan gerakan refleks.


Tidak dia pedulikan penampilan Irene yang hanya menggunakan handuk nya saja tersebut, laki-laki tersebut terlihat sedikit marah dan kesal.


"Aku bilang jangan pergi"


Ucap Mavericks sambil menatap tajam bola mata Irene.


Perempuan itu jelas terkejut, dia langsung menahan gerakan Mavericks, mencoba menahan dada Mavericks dengan tangan kanan nya.


"Mave..."


"Apa kita harus berdebat?"


Tanya Mavericks lagi.


"Aku tidak mengizinkan kamu pergi"


Lanjut nya lagi.


Sejenak Irene menatap dalam bola mata Mavericks, dia menelusuri wajah laki-laki tersebut sembari menelisik bola mata Mavericks Secara perlahan untuk beberapa waktu.


Bisa dia lihat dibalik kemarahan Mavericks terlihat jutaan kekawatiran menghantam laki-laki tersebut, rahang laki-laki tersebut mengeras.


Meskipun tidak pandai mengekspresikan perasaan nya sendiri, meskipun laki-laki tersebut terkesan begitu angkuh dan dingin, realita nya Mavericks jelas mengkhawatirkan Irene.


"Kita tidak mungkin berdiam diri bukan?"


Tanya Irene sembari menyentuh lembut rahang tegas tersebut, tangan nya sengaja mengelus lembut rahang tersebut, membuat Mavericks yang awalnya diliputi kemarahan seketika mengubah ekspresi nya.

__ADS_1


Yang awalnya persis seperti serigala, Seketika ekspresi Mavericks berubah menjadi seperti seekor kucing kecil, laki-laki itu membiarkan Wajah nya di elus dengan lembut, Mavericks memejamkan sejenak bola matanya, menikmati sentuhan lembut yang diberikan istri nya.


"Bayangkan apa yang terjadi jika kita tidak melakukan apa-apa Mave!, seharusnya kita bisa mengubah keadaan tapi kita memiliki diam, pada akhirnya kau dan aku diam-diam akan di manfaatkan melalui Arane dan Leandre"


Sejenak Mavericks diam, dia membuka matanya kemudian balik menatap dalam bola mata Irene.


"Tapi itu cukup berbahaya, biarkan aku yang pergi dan kamu tinggal lah dirumah"


Mendengar ucapan Mavericks, Irene jelas menggelengkan kepalanya.


"No....kau bisa kehilangan kendala atas kekuatan mu mave, kau sering kehilangan atas kendali diri mu sendiri"


Protes Irene cepat.


"Ireland"


Rasanya sulit sekali memutuskan keadaan ini, dia yang ingin pergi sendiri tapi Irene melarang nya, dia tidak ingin Irene pergi karena bagi nya itu jelas berbahaya tapi dia tanpa pack leader nya sering kehilangan kemampuan atau bahkan bergerak melampaui batasan nya.


Ucap Irene pelan.


Pada akhirnya Mavericks menghela kasar nafasnya, dia mau tidak mau berkata.


"Mari pergi bersama"


Ucap nya dengan perasaan berat.


Mendengar ucapan Mavericks jelas membuat Irene mengembang kan senyuman nya.


"Mari membuat rencana yang matang sebelum kita masuk dan mencoba menemui Leandre dan menyakinkan dirinya"


Ucap Mavericks lagi.


Alih-alih menjawab Irene hanya mengangguk kan kepalanya, dia berusaha untuk beranjak meninggalkan Mavericks tapi tiba-tiba laki-laki tersebut kembali menarik lengan nya.

__ADS_1


"Baby..."


Irene terlihat terkejut, langsung menoleh dengan spontan.


"Ada apa?"


Tanya Irene sambil menatap wajah Mavericks dengan tatapan bingung.


"Tidak bisakah kita melakukan nya malam ini?"


tanya Mavericks tiba-tiba.


"Ya?"


Perempuan itu bertanya tidak paham.


"Kau membiarkan aku berpuasa cukup lama"


Mendengar kalimat protesan Mavericks sejenak membuat Irene bertanya-tanya maksud nya tapi sepersekian detik kemudian seolah-olah paham apa maksud dari Mavericks, seketika Perempuan itu ingin bicara.


Tapi belum sempat Irene bicara tiba-tiba dengan cepat laki-laki tersebut menyambar bibirnya Begitu saja.


"Wait...Mave..."


Perempuan itu berusaha mendorong dada Mavericks.


"Aku bersumpah akan melakukan nya dengan lebih lembut, tidak melakukan nya dengan kasar seperti biasa"


Bisik laki-laki kemudian.


Irene yang awalnya ingin memberontak karena tidak mau pada akhirnya langsung menghentikan gerakan nya saat laki-laki itu berkata dia bersumpah tidak akan melakukan nya dengan kasar.


Perempuan itu secara perlahan memejamkan bola matanya dan membiarkan suaminya mulai bergerak menjelajahi seluruh bibir dan rongga mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2