
Disisi lain
Cannes
Prancis
Di tengah sebuah bangunan megah bernuansa sedikit seram dimana bangunan tersebut menjulang tinggi nyaris membela langit Eropa, terdengar langkah kaki seseorang yang bergerak dengan cara yang begitu anggun.
Bola mata tajam dengan tatapan penuh kemarahan terlihat jelas dibalik wajah perempuan yang sejak tadi melangkah menuju ke arah menara paling teratas.
Puluhan pasang mata terlihat melirik kearah sosok tersebut dengan dengan tatapan sedikit takut, mereka fikir jika Perempuan tersebut masuk ke gedung itu maka keadaan seperti nya jelas tidak baik-baik saja.
Jika tidak karena marah mendapatkan hal yang kurang menyenangkan, arti nya ada berita buruk yang tiba-tiba datang menghantam perempuan tersebut.
Perempuan itu semakin mempercepat langkah kakinya,dia langsung melesat menuju keatas tanpa berfikir dua tiga kali.
begitu tiba di atas, dia terus bergerak melangkah menuju kearah depan nya, mencari sebuah ruangan dimana dia tengah mencari seseorang didalam nya.
Brakkkk
Perempuan tersebut secepat kilat membuka pintu yang ada di depannya dengan gerakan yang begitu kasar, membuat Beberapa orang yang ada di dalam sana cukup terkejut dengan hal tersebut.
"Apa kau sudah dengar beritanya?"
perempuan itu memang tidak pernah menggunakan etikanya ketika bicara dengan orang lain, hingga membuat salah satu laki-laki yang ada di dalam sana menampilkan ekspresi sedikit tidak suka.
Alih-alih menjawab ucapan perempuan tersebut, laki-laki itu berkata.
"apa kau lupa kau bisa mengetuk pintu ketika kau masuk ke dalam ruangan seseorang"
Ucap laki-laki tersebut dengan nada sedikit kasar.
__ADS_1
Dia mendengus kemudian langsung menaikkan ujung tangan nya, meminta beberapa orang yang ada di ruangan tersebut pergi dari sana.
Begitu Semua orang keluar dari sana, bisa dilihat perempuan itu langsung bergerak mendekat laki-laki dihadapan nya itu.
"Kau dengar? Keturunan Xavier telah bangun dari tidur panjangnya"
Perempuan tersebut bicara dengan cepat, dia menatap laki-laki tersebut dengan pandangan yang sulit di jelaskan.
"Aku bisa merasakan nya, Calista"
Laki-laki yang di ajak nya bicara bicara sambil menaikkan ujung bibirnya.
Calista seketika ikut menaikkan ujung bibirnya.
"Semalam Nuna Tani bergerak menuju kearah hutan Oak, gadis itu mengejar Bayangan nya yang menyembunyikan sang kembaran pack leader nya"
"Itu bagus, pastikan saat Theodore memindahkan sang kembaran pack leader nya, biarkan Leandre menghabisi sang kembaran nya"
Setelah berkata begitu laki-laki itu bergerak mendekati Calista.
Saat laki-laki tersebut bertanya, Calista langsung diam sejenak seolah-olah sedang berfikir dengan keras.
"Kau tahu? aku cukup curiga jika yang ada di tangan Mavericks adalah pack leader nya"
Perempuan tersebut bicara cepat kearah laki-laki itu.
"sebab sejak awal kedatangan nya Paman Tayron seolah-olah selalu mencoba untuk melindungi nya"
Lanjut dia lagi kemudian.
"Tapi aneh nya, kami tidak bisa merasakan kekuatan nya, dua kali aku menemui nya tapi dia terlihat begitu tenang tanpa memiliki kekuatan"
Sambung Calista lagi dengan keraguan.
******
__ADS_1
Disisi lain
Kediaman Kakek tua Rolf
Beberapa waktu sebelumnya
Tayron terlihat menatap langit yang mulai berubah secara tiba-tiba, bisa dia rasakan getaran hebat menghantam didalam kamar mereka.
Seolah-olah gempa bumi baru saja menerjang kawasan Kediaman utama keluarga Rolf, laki-laki tersebut langsung menoleh kearah sisi jendela samping kanan nya.
Laki-laki tersebut sejenak diam, menatap istrinya nya yang ikut menegang menatap kearah diri nya.
"Ireland?"
Suara istri nya terlihat tercekat.
Mereka fikir Perempuan itu bisa jadi telah Sadar dalam tidur panjang nya, Irene pasti mulai mengingat siapa dirinya.
Tanpa berfikir dua tiga kali kedua orang tersebut langsung melesat keluar dari kamar mereka menuju kearah kamar yang ditempati Mavericks.
Mereka tahu, dua orang itu pasti berada didalam kesekaratan bersama.
Dikala mereka berlarian menuju kearah kamar Mavericks, Nuna Tani terlihat berlarian menuju kearah yang sama.
"Paman?"
Saat gadis itu bicara dengan nada tercekat, tuan Tayron langsung berkata pelan.
"Bergerak lah menuju ke hutan Oak bersama Elaine, pindahkan Arene secepat nya"
perintah laki-laki itu cepat.
"Calista pasti telah menyampaikan berita nya dan Leandre pasti sudah merasakan kehadiran pack leader nya"
Lanjut laki-laki itu kemudian.
__ADS_1
Tuan Tayron pikir mengecoh Calista jelas bukan hal yang sulit namun cepat atau lambat semua orang akan tahu soal kenyataan nya.