
Kembali ke masa sekarang
Secara perlahan bisa terdengar suara detak jantung yang bergerak secara beraturan.
Dag dug
Dag dug
Dag du
Persis seperti detak jarum jam yang bergerak perlahan mengikuti Waktu yang terhitung seperti biasanya dalam setiap hari ini
Didepan sana bisa dilihat hamparan rerumputan luas terbentang di sepanjang mata yang memandang, disetiap bagian Padang rumput terdengar suara semilir angin sepoi-sepoi yang terus bergerak saling bergesekan dengan angin dan terasa menyapu kulit wajah sosok perempuan didepan sana yang cukup asik menikmati hamparan Padang rumput yang ada dihadapan nya.
Setelah bergerak melewati padang rumput tersebut, tangan indah tersebut kini menyentuh lembut bunga edelweis secara perlahan Sembari berjalan menuju kearah depan.
Sosok tersebut sejenak menatap kearah langit yang ada di atas kepalanya, cuaca indah bertaburan matahari cukup menyilaukan bola mata nya.
Seulas senyuman manis mengembang di balik wajah cantik nya.
Cukup lama dia menatap kearah langit, hingga akhirnya secara perlahan dia membiarkan bola mata nya terpejam untuk beberapa waktu.
__ADS_1
Lalu seiring waktu Irane Secara perlahan membuka bola matanya, dia mencoba kembali menatap kearah langit dan memperhatikan warna awan yang terlihat mulai berubah.
Ditengah kebingungan nya tiba-tiba terasa seseorang menghantam tubuhnya dengan keras hingga membuat dirinya terhempas dengan kasar kearah belakang.
Brakkkk
Dan sepersekian detik kemudian tiba-tiba seolah-olah sesuatu mencekik erat lehernya, Irene jelas terkejut dan membulatkan bola matanya karena tidak mendapati siapapun dihadapan nya.
Kali ini dia merasa tidak bisa bernafas dengan baik sembari bola matanya terus menatap kearah langit diman posisi tubuhnya kini terlentang menghadap langit.
Dia berjuang untuk lepas dari sesuatu yang mencengkeram erat lehernya, sedangkan di atas langit terlihat awan yang bergerak cepat Sembari berubah menghitam.
Terlihat begitu mengerikan dan membuat siapapun takut menatap nya.
Pupil Bola mata Irene menangkap sesuatu yang bisa dia lihat, seolah-olah bola dunia mulai mengecil dan tali hitam perlahan membelenggu dunia dengan cara yang kejam.
No....No....!!??.
Irene mencoba berteriak untuk menyelamatkan diri nya, rasa sakit di sekujur tubuh dan lehernya karena cekikan dan Lilitan menghantam menjadi satu.
Ada apa ini? lepaskan aku"
__ADS_1
Dia berusaha untuk terus lepas dari belenggu tali tersebut dari dirinya, percayalah semakin erat dia mencoba melepas kan diri nya semakin kencang segala sesuatu mencengkram tubuh dan lehernya.
"Pejamkan mata mu dan tidur lah"
Bisa Irene dengar suara seseorang menggema di balik telinga nya.
Siapa?!.
Dibalik pertanyaan didalam hati Irene, pupil mata perempuan itu semakin mengecil, nafasnya semakin tersengal-sengal dan perlahan habis, dia mencoba untuk meraih apapun, mencoba untuk terus menyelamatkan dirinya dari keadaan.
Dikala dia merasa seolah-olah kesempatan mulai menipis dan menghilang, dikala Irene perlahan memejamkan bola matanya dan ketika dia berfikir ini mungkin saat nya dia mati namun tiba-tiba,
"Irene.... irine..."
Sebuah suara samar-samar terdengar dibalik telinga nya.
Hahhhhhh
Seketika Irene mencoba sekuat tenaga menarik kembali nafasnya yang menghilang dan dengan cepat membuka bola matanya
"Sayang, kau tidak apa-apa?"
Wajah seorang perempuan terlihat menatap dirinya dengan tatapan yang begitu penuh kecemasan, itu adalah ibu Mavericks.
__ADS_1
"Bisakah kamu mendengar ibu? apa kamu baik-baik saja?"
Wanita itu kembali bertanya dengan nada penuh kekhawatiran.