Istri Tawanan Tuan Mavericks

Istri Tawanan Tuan Mavericks
Nina Tani


__ADS_3

Bisa dibayangkan bagaimana perasaan Ruhi saat ini?.


Mavericks tidak pernah mau mengalah atau mengangkat seorang perempuan ke dalam pelukan nya lalu bagaimana bisa Mavericks melakukan hal yang dia anggap memalukan tersebut? bahkan dia melakukan nya di hadapan seluruh keluarga besar Grim Reaper bahkan di hadapan para pelayan.


Apa-apaan ini?!.


Ruhi jelas marah, kecemburuan menghantam perasaan nya, keinginan nya untuk memiliki Mavericks jelas semakin menjadi, seharusnya dia yang ada di posisi Irene, dibela dan diperlakukan dengan istimewa.


Elaine tampak mengembangkan senyuman nya saat melihat Mavericks bertindak diluar pemikiran nya, dia fikir terkadang laki-laki yang jatuh cinta terkadang tidak sadar dengan tindakan nya sendiri.


Irene cukup luar biasa, bisa membuat si kepala batu melakukan hal di luar batas normal nya.


Kakek tua Rolf terlihat melirik kearah Mavericks, kemudian dia membuang pandangannya dan mulai berkata.


"Duduklah, jangan membuat ku kehilangan selera makan"


Suara laki-laki tersebut kini mulai berubah, begitu dingin dan datar, nada nya cukup di tekan dan dia mulai bergerak menyuap makanan ke mulutnya.


jika sudah begitu apakah Lita masih nekat membuat sebuah keadaan menjadi kacau hanya karena Irene, istri keponakan nya yang dia fikir akan dia singkirkan Secara perlahan setelah ini.


Louuz terlihat menarik kasar piring yang ada di meja makan, dia mencoba menahan emosi nya saat melihat tindakan Mavericks tadi, bola mata nya tidak bisa lepas dari Irene, kemarahan dan kecemburuan nya semakin membuncah, dia memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu kemudian berusaha menarik dan membuang nafas nya dengan kasar.

__ADS_1


Sedangkan 3 anggota keluarga lain terlihat tidak banyak bicara, mereka lebih memilih menciptakan keheningan ketimbang membuat sebuah persoalan di hadapan kakek tua Rolf.


Irene sendiri Alih-alih peduli dengan keadaan malah langsung meraih beberapa menu makanan, meletakkan ke piring nya dan mulai melahap nya.


Mengisi Perut jelas lebih penting dari pada membuang tenaganya untuk hal yang dia anggap tidak berguna.


Meladeni bibi tua jelas merugikan diri nya, sebab bisa atau tidak dia mendapat perhatian wanita tua itu, sama sekali tidak ada nilai lebih nya.


Dia tahu, mendekati bibi Lita tidak akan terlalu banyak membawa keuntungan untuk dirinya.


Lita memaksa tubuh nya untuk duduk tepat di sisi kanan Irene, jangan ditanya bagaimana perasaan nya saat ini.


dia fikir bagaimana bisa Irene membuat seorang Mavericks bisa melakukan hal di luar akal warasnya.


Kau pasti sudah gila!.


Itu yang ada di Fikiran Lita.


Mavericks tidak melakukan hal tersebut pada perempuan lain, dia hanya melakukan hal tersebut pada Nina, gadis spesial yang bahkan seluruh dunia tahu betapa Mavericks mencintai gadis tersebut sejak dulu hingga hari ini.


Di beberapa masa Laki-laki tersebut beberapa kali menggendong Nina ketika Nina pernah tumbang karena jatuh pingsan beberapa kali karena kondisi tubuh Nina memang tidak baik-baik saja, lalu bagaimana bisa laki-laki itu kini bahkan bisa melakukan hal di luar batas akal sehat nya.

__ADS_1


Dia melirik kearah Irene yang terlihat melahap makanannya dengan tenang, Lita menautkan ujung alisnya untuk beberapa waktu hingga akhirnya dia berbisik pada Irene dengan kalimat yang sedikit menekan.


"Kau tahu? jangan terlalu percaya diri karena mendapat kan perhatian Mavericks sebelum ini, sebentar lagi kau akan lihat bagaimana dia mengabaikan mu saat gadis itu datang menjungkirbalikkan dunia nya dan membuat mu merasa tidak berharga"


Setelah berhasil memberikan tekanan pada Irene, Lita langsung membuang pandangannya.


Irene langsung mengerutkan keningnya sambil dia menghentikan gerakan tangannya namun dalam hitungan detik tiba-tiba suara seseorang memecah keadaan.


"Kau sudah datang, Nina Tani?"


Loouz bicara sambil mengembangkan senyuman, menunggu langkah gadis tersebut dan menggeser sebuah kursi disisi kanannya.


Irene menatap wajah gadis yang begitu dibanggakan bibi tua, bisa dia lihat betapa indahnya sosok gadis yang ada dihadapan nya tersebut.


Persis seperti Desas-desus yang dia dengar beberapa hari ini, memang pantas gadis itu dijuluki peri hutan Grim Reaper, kecantikan nya terlihat begitu indah dan sedap di pandang mata.


Dan bagi nya tidak aneh jika Mavericks jatuh cinta pada gadis yang kini tengah melangkah anggun dihadapan mereka.


Bisa dilihat bagaimana wajah Mavericks menatap sosok seorang Nina Tani, seolah-olah dia menatap bunga indah di dalam kaca yang sulit disentuh oleh tangan-tangan yang salah.


"Apa kau cemburu pada sosok nya? kau jelas bukan saingan nya"

__ADS_1


Terdengar bisikan penuh ejekan dari balik bibir bibi tua Grim Reaper tepat disamping telinga Irene.


__ADS_2