Istri Tawanan Tuan Mavericks

Istri Tawanan Tuan Mavericks
Kau fikir aku tidak punya kemampuan


__ADS_3

"Kita mau kemana?"


Irene bertanya pada laki-laki tersebut ketika mereka berada di dalam mobil, bisa dia lihat jalanan ibu kota terlihat begitu padat dan sesak.


Kesibukan yang terjadi di tengah kota selalu terjadi di awal pembuka Minggu, dan Irene fikir itulah cara manusia bertahan, mencari kesibukan demi sesuap nasi.


Nilai tukar manusia berdasarkan selembar kertas yang bernama uang, tidak ada uang, tidak ada kehidupan.


"Kau akan melihat nya sendiri"


Mavericks menjawab pertanyaan nya seperti biasa, tapi nada bicara laki-laki itu cukup berbeda dari kemarin-kemarin, yang biasanya Mavericks selalu bicara dingin dan tidak berperasaan, kini lebih bisa menekan Kalimat nya dengan lebih terkontrol.


Bukankah itu terdengar aneh?!.


Dan benar saja, laki-laki tersebut membawa nya ke dunia asing yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.


Di sebuah tempat dimana terdapat lautan manusia yang berkumpul menjadi satu di antara dentuman suara musik yang memekakkan telinga, disinilah Irene dan Mavericks berada.


begitu mereka berada di sebuah ruangan besar yang terdapat banyak orang di sana, bisa dilihat bagaimana orang-orang menatap Irene saat ini.


"Inikah nyonya muda Grim Reaper Mavericks?"


Terdengar suara seseorang dari Arah belakang Irene, seolah-olah sudah tidak asing lagi dengan suara tersebut, Irene sama sekali enggan menoleh.


Itu adalah bibi tua Mavericks.


"Kau pada akhirnya membawa Perempuan ini ke markas kita?"


Bibi Lita terlihat Mengejek, menatap Irene dengan pandangan sedikit menghina.

__ADS_1


"Selain akan membuat susah, kau yakin dia akan berguna?"


Ketika bibi Lita bicara begitu, beberapa orang terdengar berbisik-bisik.


"Aku fikir bibi terlalu terbawa perasaan dengan hubungan ini, apa karena aku menolak gadis pilihan bibi, hingga harus terus mengusik gadis pilihan ku?"


Mavericks cukup malas berdebat dengan wanita tua tersebut, dia tahu dia belum sepenuhnya miliki Adi kuasa untuk memerintah bibi tua, tapi dia jelas memiliki kuasa untuk membuat semua orang angkat bicara untuk menyingkir wanita tersebut sekarang juga.


Tapi menggunakan kekerasan dengan keluarga sendiri jelas terlihat tidak adil.


Alih-alih peduli dengan ucapan Mavericks, wanita tersebut terlihat bergerak ke sisi kanan Irene, dia mencoba mengeluarkan senjatanya secara perlahan dari paha kanan nya.


"Kami sedang bermain tembak-tembakan"


Ucap wanita tersebut kemudian berusaha mengarahkan pistol nya ke arah depan.


"Mau bermain bersama?"


Wanita itu bicara sedikit menantang, seolah-olah sengaja ingin membuat Irene dipermalukan disana.


Bayangkan bagaimana orang-orang disana semakin kencang menghembuskan bisik-bisik tetangga, seolah-olah berkata pilihan tuan mereka memang cantik tapi apakah yakin akan sangat berguna?!.


Jelas terasa aneh ketika istri seorang mafia tidak mampu mengangkat senjata nya.


Irene terlihat menaikkan ujung alisnya, dia kemudian mendengus sambil memasang senyuman manis nya.


"Tentu saja"


Jawab Irene lantas melirik kearah Mavericks.

__ADS_1


"Suami ku, tidak kah kau ingin memberikan aku sebuah senjata?"


Mendengar ucapan istri nya, seketika Mavericks berkata.


"lupakan saja, biar kan kami yang melakukan permainan nya"


tidak tahu kenapa tapi Mavericks cukup takut Irene Gagal melakukan nya.


Bibi tua Grim Reaper jelas terkekeh kecil, terlihat sedikit mengejek.


"Aku fikir kamu tidak memiliki daya untuk melakukan nya"


Setelah berkata begitu wanita itu bersiap-siap untuk menembak tapi siapa sangka tiba-tiba Irene merebut senjata ditangan nya dengan cepat dan mengarah kan nya ke sisi kanan nya dimana bola mata Irene terlihat menatap tajam bibi Lita sambil berkata.


"Kau yakin aku tidak mampu melakukan nya?"


Seiring ucapan nya, tangan kanan Perempuan Tersebut menarik pelatuk senjata nya.


Doorrrrrrr


Irene tidak memperhatikan kearah mana selongsong peluru nya bersarang, tapi yang dia tahu tangan kanan nya menembak tepat kearah sisi kanan nya mengarah ke papan tembak nya padahal tatapan Irene jelas mengarah ke bibi Lita.


Seketika semua orang terkejut, bibi Lita langsung menoleh ke sisi kirinya.


Bola mata wanita itu seketika membulat.


"Kau... bagaimana bisa?"


Wanita itu tercekat saat dia sadar Bagaimana cara perempuan dihadapan nya itu menembak tanpa melihat sasaran nya.

__ADS_1


__ADS_2