Istri Tawanan Tuan Mavericks

Istri Tawanan Tuan Mavericks
Wanita yang gampang tersinggung


__ADS_3

Mansion utama Tayron


Ruang laboratorium


Mavericks berjalan dari arah depan menuju ke arah ruang laboratorium di lantai bawah mansion ayah nya, bola mata laki-laki tersebut fokus menghadap ke arah depan sembari tangan kirinya menggenggam erat telapak tangan irane



langkah kaki mereka terlihat mantap menuju ke arah depan sana di mana Dua penjaga berdiri di sisi kiri dan kanan pintu yang ada di ujung sana.


begitu tiba di bagian pintu laboratorium, Mavericks langsung melesat masuk membawa istri nya bersama ke dalam sana.


Bisa mavericks lihat semua orang terlihat sudah berkumpul di dalam ruangan tersebut, bahkan Green telah dibuat oleh salah satu kursi yang ada di laboratorium tersebut.


dengan cepat mavericks membuang pandangannya dari Grey, laki-laki itu bergerak mendekati profesor Xeroz dan Ayah nya.



"Sudah mulai membuka portal?"


Tanya mavericks kemudian.


"Dalam proses, kita akan menghubungkan diri dengan Theodore lebih dahulu agar mempermudah proses kalian untuk masuk ke sana"


Ucap profesor Xeroz cepat.


"Apakah setelah masuk akan mempersulit komunikasi kita?"

__ADS_1


Nyonya Agatha bertanya cepat.


"karena kita jelas-jelas berada di dimensi yang berbeda maka tingkat komunikasi akan sulit terjadi di antara kita"


Profesor bicara dengan cepat.


"Tidak punya cara melakukan komunikasi? misalnya handphone atau apapun yang bisa di gunakan?"


Elaine bertanya dengan cuek nya, gadis itu berjalan mendekati semua orang sambil melirik ke arah mavericks.


dia pikir laki-laki itu sekarang benar-benar menjadi budak cinta Irene, coba lihat bagaimana mavericks memperlakukan Irene, laki-laki itu sejak awal masuk terus menggenggam erat telapak tangan istrinya.


Bayangkan bagaimana kakak perempuan nya, Nina Tani mencoba membuang pandangannya, sedangkan bola mata Grey sesekali melirik ke arah tangan Mavericks dan Irene.


Elaine tidak paham urusan hati orang dewasa, dia fikir syukurlah dia tidak pernah jatuh cinta, jika tidak bisa dipastikan betapa sulit nya kepada nya saat jatuh cinta atau bahkan mencoba menahan rasa.


Ucap nyonya Agatha cepat.


Mendengar ucapan wanita itu jelas membuat Veloce membulatkan bola matanya, wanita itu langsung merasa tersinggung.


"Apa? jaman purba? kau benar-benar membuatku tersinggung"


dia bicara ke arah Agatha sambil menaikkan ujung alisnya, ketidak cocokan diantara mereka berdua semakin menjadi-jadi saat dia mendengar Agatha mengejek dunia mereka.


"Kau tahu tanpa kami di zaman purba bagaimana ada kalian di zaman sekarang yang serba modern"


Wanita itu jelas langsung meninggikan suaranya.

__ADS_1


"Itu kenyataan yang terjadi sebenarnya, coba bayangkan, apa kau tahu handphone? ah tidak bahkan pakaian mu jelas-jelas terlihat Sama seperti kami, kau menggunakan pakaian seperti film-film Hollywood di Lord of the rings atau game thrones atau apalah itu"


Nyonya Agatha jelas langsung menyerang wanita dihadapan nya itu dengan sedikit Mengejek.


"Apa ..kau..."


Tuan Tayron terlihat memijat-mijat kepalanya yang tidak sakit, dia pikir bukan kah mereka orang yang sama? hanya lahir di dimensi yang berbeda, sejatinya mereka sosok satu orang yang seharusnya akur dan cocok antara satu dengan yang lainnya mengingat betapa mirip nya mereka berdua.


Tapi lihat bagaimana bisa satu jiwa yang berada di dimensi yang berbeda harus berdebat setiap kali bertemu.


"Sayang sudahlah, kita akan memikirkan cara untuk berkomunikasi dengan mereka"


Tuan Tayron bicara sambil berusaha menggenggam bahu istri nya.


"Kau lihat betapa menyebalkan nya wanita itu?"


Oceh nyonya Agatha.


"Dia benar-benar wanita yang gampang tersinggung."


lanjut wanita itu lagi.


mendengar ucapan Agatha jelas saja semua orang yang saling memandang kemudian saling melirik antara satu dengan yang lainnya.


Oh god, tidak kah dia sadar dia sedang mengatai diri nya sendiri?!.


Yah kau benar-benar type wanita yang gampang tersinggung, sayang.

__ADS_1


Batin tuan Tayron sambil berusaha menahan senyumannya.


__ADS_2