
Kembali ke Mansion utama mavericks
Ruang tamu keluarga
Nyonya Agatha menatap wajah Mavericks untuk beberapa waktu, kegelisahan terlihat jelas di balik wajah wanita itu, seolah-olah dia tidak Sudi jika mavericks pergi bersama Irene bertarung nyawa pergi mencari Leandre dan Arane.
"Tidak bisakah kita mencari cara lain?"
Tanya wanita itu kemudian.
"Kita jelas tidak memiliki cara lain"
Suami nya menjawab dengan cepat sembari meraih gelas minuman yang ada di hadapan mereka.
mendengar ucapan suaminya seketika Agatha terdiam, dia melirik ke arah putranya bisa dilihat mavericks sejak tadi seolah-olah sedang memikirkan sesuatu.
"Aku sedang berpikir untuk menggabungkan kekuatan, bukankah ketika kami bersama itu akan mempermudah untuk menghancurkan black shadow?"
Ucap mavericks sambil menatap satu persatu wajah semua orang yang ada disana.
Nina Tani terlihat diam, pandangan bola mata gadis tersebut menatap lurus ke arah Mavericks.
"Apa kau bisa melihat masa depan ketika aku berkata ingin menghancurkan black shadow?'
laki-laki itu bertanya sambil menatap balik bola mata Nina Tani.
__ADS_1
"Bukankah kau bisa meramal soal masa depan?"
Tanya mavericks lagi.
"Kau akan takut mendengar kan soal kehidupan dimasa yang akan datang"
Tiba-tiba laksana sebuah angin, sesuatu datang dengan kecepatan penuh entah dari mana, melesat duduk tepat di kursi kosong yang ada di hadapan Mavericks.
Grey yang muncul tiba-tiba terlihat duduk dengan gaya yang begitu santai menghadap maverick, semua bola mata langsung menoleh ke arah laki-laki tersebut.
"Kau bahkan harus siap bersaing denganku untuk Irene"
ketika grey melanjutkan ucapannya seketika maverick langsung membulatkan bola matanya, laki-laki itu menggeram lantas tahu-tahu dengan gerakan cepat dia berduri dan menghantam Grey dengan kekuatan yang ada di tangan nya.
Brakkkkkk
Tuan Tayron mengumpat keras, dia jelas juga terkejut dengan respon mavericks.
Nyonya Agatha tidak kala terkejut, dia mundur beberapa langkah, takut Putranya bergerak melampaui batasan mengingat bagaimana buruknya Sifat mavericks ketika marah.
Grey secepat kilat bergerak menghindar dari hadapan laki-laki tersebut, bisa di lihat sebuah hantaman keras menyembur kearah depan mavericks, nyaris saja mengenai diri nya.
Mavericks berusaha untuk kembali menyerang, dia benci tiap kali laki-laki tersebut bicara sesuatu soal miliknya dan seolah-olah ingin direbut oleh laki-laki tersebut.
__ADS_1
Dia cukup bersabar soal nilai Tani di masa lalu, tapi bagi mavericks tidak untuk Irene kali ini.
Nina Tani terlihat diam, dia melirik ke arah Grey dengan pandangan penuh kecewa, gadis itu langsung membuang pandangannya.
Mavericks ingin kembali menghantam Grey tapi tiba-tiba saja seseorang mengendalikan tangan nya dengan keras.
Kekuatan mavericks seketika menghilang, laki-laki itu jelas langsung membulatkan bola matanya, karena dia tidak percaya tapi yang siap dinyalakan dari tangannya tiba-tiba meredup begitu saja lantas Padam tak terduga.
Irene terlihat berdiri di ambang tangga, menatap mavericks sambil menggerakkan tangan kanan nya dengan cepat.
"Tidak bisakah kamu mengendalikan kekuatan mu sendiri sayang?"
Tanya istrinya sambil menaikkan ujung alisnya.
Melihat ekspresi istri nya, seketika mavericks terdiam, dia mencoba menurunkan tangannya secara perlahan.
Grey terlihat mengerutkan keningnya, jutaan kecemburuan menghantam nya saat mendengar Irene memanggil mavericks dengan kata sayang.
Laki-laki itu mencoba untuk mengontrol kecemburuan nya.
"Kau tahu Grey? aku tidak suka saat seseorang menyebut nama istri ku didalam obrolan kita, kali ini aku mencoba untuk tidak bergerak melampaui batasan"
Ucap mavericks kemudian.
Laki-laki itu mendekati irene yang berjalan mendekati dirinya, Begitu Perempuan itu mendekat dia langsung meraih pinggang istri nya kemudian mencium aroma lembut rambut istri nya.
__ADS_1
Seolah-olah laki-laki itu sengaja melakukan nya untuk membuktikan betapa dia mencintai istri nya dan jangan coba-coba untuk bermain-main dengan nya.