
Xan menarik lembut pipi Bella" tidak usah sedetail itu Honey... Tentu saja aku kenal.. Dia kan kakaknya kimy si kakak ipar." kata Xan tersenyum pada Bella.
Wajah Bella semangkin memanas karena Xan memanggil nya 'Honey' "apaan sih kak... Udah godain aku" sambil memonyong bibirnya.
Xan tertawa melihat wajah gemes Bella"ya sudah. Kenapa kau menanyakan sahabat mu itu. Bukan nya dia juga ada di sini. " ujar Xan.
"hanya tanya saja kak. Soalnya wajah kakak dengan wajah dinda itu sangat mirip."santai Bella.
Deg!
Xan terdiam mendengar ucapan Bella Ternyata bukan hanya aku yang merasa dekat sama gadis itu. Bella saja bisa melihat yang kami ini mirip.batin Xan. Apa kah aku memang memiliki sesuatu hubungan dengan gadis itu.Fikir Xan
" benar kah kami mirip. Memang sahabat mu itu kemana kedua orang tuanya." tanya Xan pada Bella.
" dia tidak memiliki orang tua kak. katanya dari usia sepuluh tahun dia sudah tinggal bersama bibi dan pamannya" kata Bella.
Xan semangkin tertarik pada cerita Bella "terus kemana kedua orang tuanya."tanya Xan yang semangkin penasaran tentang dinda yang tidak dia ketahui adalah adik kandungan nya.
"katanya dari Dinda lahir. Dinda tidak pernah bertemu pada ayahnya. Dia hanya hidup bersama ibunya, itu juga tidak lama, karena ibunya pulang pergi, dan dinda sering di titip sama sahabat ibu."jelas Bella.
" berapa usia Dinda " tanya Xan
" kami seumuran kak. 22 tahun"
__ADS_1
Deg! sekali lagi Xan benar-benar di kaget kan dengan umur Dinda. Mengapa bisa cara kebetulan yang sangat sama. Mama sewaktu pergi dari rumah. Mama juga lagi hamil, dan jika mama melahirkan adik ku. Berarti dia juga seusia dengan Dinda dan Bella.batin Xan.
" kak. Kita makan dulu ayo... Aku udah lapar" ajak Bella yang Memang sudah sangat lapar.
Xan tersenyum dan mengangguk." mau makan di mana..." tanya Xan
" di mana saja kak."
" baiklah."
Xan menghentikan mobilnya di sebuah restoran. Dan melangkah bersama Bella masuk ke restoran.
"Bella.." Panggil Dinda yang juga baru tiba di restoran itu bersama dengan suaminya Leon
" aku baik. Kau apa kabar.. Udah satu bulan aku tidak melihat mu." tanya Dinda.
"aku sibuk di kantor"
"sayang " Panggil Leon menghampiri mereka.
" apa kabar tuan Leon" sapa Xan
Leon tersenyum pada Xan. " jangan memanggil ku tuan Xan, Panggil saja Leon. Kalian di sini juga" tanya Leon
__ADS_1
" iya. Kita mampir juga mau makan" jawab Xan
" ya sudah.. Kita makan bareng saja. Boleh kan sayang " tanya Leon pada Dinda
"tentu saja. Ayo" mereka melangkah masuk ke dalam lalu memesan makanan dan makan bersama.
,,,,,,
Mension keluarga Anderson
"mas.. Kata loyer besok dia dan istrinya kembali ke sini mas." antusias Dilla memberi tahu suaminya.
" mereka ingin tinggal di mana sayang. Di sini, atau di Mension paman Ozawa. " tanya tanya Frendly pada Dilla.
" aku lupa menanyakan itu mas. Arrhh tapi satu menantu ku itu harus di mension ini " kata Dilla tersenyum senang.
" istri Steff yang kau maksud."
" ya dong mas.. Siapa lagi kalau bukan dia. Xan dan Will kan belum menikah, mereka mungkin tidak ingin menikah sampai bila bila. Aaa aku jadi kesal sendiri mengingat anak dua itu.. Dia tidak pernah datang menemui mommy lagi mas..."oceh Dilla
Frendly hanya menggeleng mendengar ocehan istri.
***
__ADS_1
Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typo betebaran di mana mana 😊 bantu dukung karya autor. 😘😘✌