
" makan la. kau bisa sakit kalau kau tidak makan " ujar Xan. setelah selesai menertawakan Bella.
" tuan sendiri di sini? saya lihat berapa hari ini tuan sendiri di kantor." ujar bella yang sudah mulai terbiasa dengan Xan.
Xan tersenyum lembut pada bella. sambil mengunya makanannya. " ya.selepas asisten steff pulang dari kota C aku akan cuti ke kota B.
oya Jangan memanggilku tuan. panggil saja seperti tadi kaka. atau kalau kau mau memanggil ku ' suamiku ' boleh juga asalkan jangan tuan." goda Xan pada bella dengan sikap usilnya.
blushh
pipi Bella kembali memerah." baik la. tapi berhenti menggoda ku " kesal balla memonyongkan bibirnya.
" hehehe jangan membuat wajah seperti itu nanti aku tambah cinta loh" tawa Xan.
" ih. nyebelin.emang kaka mau buat apa di kota B.?" penasaran Bella.
" mau tau aja ni. atau mau tau banget " usil Xan menaik turunkan alisnya.
" terserah deh.ujung ujungnya juga pasti nyebelin. " Bella berujar sambil menyuapai makanannya.
"aku kembali menemui papi. " ujar Xan tidak lagi menggoda bella.
" oh.kaka orang sana?"tanya balla.
" ya.aku ke sini masa umur 10tahun.aku ikut will sepupu aku itu." ujar Xan pada bella.
__ADS_1
"owh tuan will sepupu Kaka ternyata.
ya udah kak aku mau kembali dulu ke kantor jam makan siang juga sudah habis "ujar bella berdiri dari duduknya lalu tersenyum manis pada Xan.
Xan tertegun melihat senyuman tulus Bella
" cantik " kata Xan tanpa sadar.
" hah?" heran bella
" ah tidak mari kita sama sama kekantor."
mereka pun kembali ke kantor bersama
...****************...
KANTOR DAVIES GROUP.
steff melangkah dengan langkah panjangnya memasuki gedung perusahan Davies group
steff langsung menuju lantai 18 ruangan CEO.di sana sudah ada Bastian dan Dimas.
" selamat siang tuan muda steff " sapa Dimas dan sebastian bersamaan
" siang. paman macam mana kantor. apa berjalan dengan baik" tanya steff datar pada bastian.duduk di kursi kebesarannya.
__ADS_1
steff memang memanggil Bastian paman.
" baik tuan muda.semua berjalan dengan baik." ujar Bastian sopan
steff mengangguk.
" Dimas kau cari orang yang dapat di percaya kirim dia mengawasi aska beserta anak buahnya.laporkan padaku apa pun yang akan dia lakukan." perintah steff pada Dimas asistennya.
" baik tuan muda " jawab Dimas sopan.
" dan ingat. jangan sampai kau lalai sedetik saja. kalau sampai itu terjadi aku tidak segan segan memotong kedua jari telunjukmu Dimas " kata steff dengan dinginnya.dimas bergidik ngeri karena dia tau tuan steff kalau berbicara tidak pernah asal bicara.dia tau steff bukan jenis mengancam.
" ba baik tuan muda. " bata bata Dimas menjwb.
" paman. aku mau paman pantau projek apa saja yang aska group tandatangani untuk bekerja sama dengan perusahannya. aku mau. paman sedikit bermain dengan perusahan itu. aku akan menyusun rencana untuk permainan yang akan paman mainkan.aku mau lihat seberkuasa apa orang itu." ujar steff tersenyum miring.
kau akan mulai membayar semua penderitaan istriku aska bajingan.ku pastikan kau akan mati dengan perlahan.batin steff geram pada aska yang membuat istrinya menderita selama tiga tahun. dan membuat istrinya koma selama 10 bulan.
steff tanpa sadar menggenggam erat gelas kaca di meja kerjanya hingga hancur di tangannya.tangan steff penuh darah. tapi dia tidak peduli.
Dimas dan bastian yang masih berdiri di ruangan itu tidak ada yang berani buka suara melihat tuan nya yang marah tanpa sebab.karena steff belum cerita tentang aska pada mereka.ruangan itu tiba tiba mencengkam.
" tu tuan apa tuan mau saya ambilkan obat.untuk tangan anda tuan. " tanya Dimas sedikit takut.
" tidak.kalian kembali la ke ruangan kalian ." ujar steff melihat keluar kaca tembus pandang tanpa ekspresi.
__ADS_1
" baik tuan " serentak mereka.