
selepas steff membersihkan tubuhnya di mension loyer .steff tetap pulang ke apartemennya.
steff memang jarang bermalam di mana mana. selagi dia boleh pulang. dia tetap pulang. semasa steff sampai di loby apartemen sudah menunjukkan pukul 3 dini hari. steff melihat seorang gadis di kejar kejar orang orang menggunakan pakaian pengawal berbadan kekar.gadis itu dengan lincahnya menaiki pagar lalu meloncat sempurnah.dia melihat gadis itu menggunakan kasut dan jeans pendek topi dan baju kemeja tidak di kancing beserta tas samping.
seperti tidak asing.batin steff.tapi dia terus berjalan menekan liff. saat liff sudah terbuka steff masuk kedalam liff. sebelum liff benar benar tertutup sebuah jari menahannya lalu masuk terburu buru.
steff langsung melihat fani.berdiri sambil mengatur nafasnya.
pantas seperti tidak asing ternyata memang dia.kekacauan apa lagi yang dia lakukan. batin steff.
fani yang tersadar ada orang di dalam liff itu mendongak. mata indah dengan bibir pucatnya bertemu dengan steff.
" apa yang kau lakukan di sini lagi gadis bar bar " ujar steff datar.
" aku tinggal di apartemen ini " jawab fani memusing topinya ke belakang lalu menyandarkan tubuhnya di dinding liff sambil memejamkan matanya.
fani tidak terlihat seperti biasa.
" sepertinya kau membuat masalah lagi seperti sebelumnya sampai kau di kejar kejar pengawal." ujar stef datar dengan nada mengejek fani.
" urmm aku kalah judi. aku tidak mampu bayar jadi mereka mengejarku." ujar fani asal masih memejamkan matanya manyandar.
steff tahu fani berbohong.steff melihat bibir fani yang pucat dan tangan yang gemetaran.
ada apa dengan gadis ini ,dia terlihat ketakutan, dia gadis tidak kenal takut, tapi kenapa sekarang sangat berbeda.aish kenapa aku peduli.batin steff.steff lalu mengalihkan pandangannya dari fani.
ting !
liff terbuka fani mekangkah keluar tanpa menghiraukan steff.steff melihat langkah fani yang seperti lain dari biasa.steff memperlambat langkahnya.
fani terus berjalan di lorong kearah apartemennya di ikuti steff yang memelankan langkahnya sambil terus memperhatikan fani.
steff melihat sesuatu terjatuh di pundak fani. semangkin lama semangkin kuat. steff duduk mengeceknya guna jari lalu menciumnya.
__ADS_1
darah.gadis itu terluka.batin steff.
fanii sudah sampai di apartemennya membukanya steff melihat fani.
dia tinggal di situ,kenapa aku tidak pernah melihatnya.
" kau tidak apa apa, " tanyak steff datar tanpa melihat kearah fani.sambil memasukkan kode pintunya.mereka tinggal bersebelahan apartemen. semasa fani ingin melangkah masuk.fani menghentikan langkahnya mendengar pertanyaan steef.
lalu berjalan ke arah steff mengangkat kedua tangannya lalu mengayunkan di leher steff mencium bibir steff dengan lembut.steff hanya diam saja tidak membalas ciuman fani mau pun menolaknya.steff hanya memandang mata fani yang tertutup sambil menikmati bibirnya. beberapa minit fani melepas ciumannya.
" aku lelah berhentila bertanya" ujar fani dengan datar dan suara lemah. memandang dalam mata steff. kedua tangan fani masih mengayun di leher steff.
fani melepas tangannya melangkah masuk apartemennya lalu menutup pintunya.steff masih mematung di sana.
...****************...
keesokan paginya steff duduk di sebuah restoran yang tidak jauh dari apartemennya.sambil meminum tehnya dan memakan rotinya.
fani langsung merebut roti di tangan steff lalu memakannya.padahal sudah ada bekas gigit steff di sana.
steff hanya memandang fani datar.
" aku lapar. aku tidak memiliki uang. "ujar fani tersenyum manis pada steff.
apa lagi di otak gadis bar bar ini.batin steff yang melihat fani aneh.steff tidak marah fani merampas roti di tangannya,steff seolah sudah terbiasa dengan sikap fani yang semaunya sendiri.
tiba tiba fani mengadakan tangannya pada steff.
" pinjami aku uangmu,aku benar benar jatuh miskin,aku tidak memiliki uang lagi." ujar fani menaik turun kan alisnya pada steff sambil masih tersenyum manis.
" aku tidak memiliki uang tunai." ujar steff datar tidak peduli pada fani.
hiks ! hiks !
__ADS_1
tiba tiba fani menangis.lebih tepatnya menangis boongan.
bebrapa orang di sana juga memandang ke arah steff dan fani.
steff manatap heran pada fani yang tiba tiba menangis.
" kamu tega banget sih sayang hiks! aku minta uang aja kamu ngak mau kasih,padahalkan untuk anak kita yang lagi ku kandung ini.siapa coba mau memberiku uang kalau bukan kamu." ujar fani berbohong..sedikit meninggikan suaranya.
steff mengatupkan giginya mendengar kebohongan fani.
fani pindah kekursi dekat steff memegang lengan steff lalu mengancamnya.
" mau ngak beri aku uang. kalau tidak aku akan melakukan lebih " ancam fani berbisik.steff melihat orang orang yang memandanginya horor.
" gila ! " geram steff menekan suara.fani benar benar menempel di tubuhnya. steff langsung mengeluarkan dompetnya menarik asal kartu card nya.
lalu memberikan nya pada fani ." black card? bagaimana kau bisa memiliki ini." tanya fani penasaran.
" bukan urusanmu. kod nya xxxx jangan menggangguku lagi "
" selepas kau menggunakan itu. kurasa kau tau di mana tempat mengembalikannya."tambah steff geram dengan wajah merah menahan amarahnya
fani menyandarkan kepalanya di bahu steff. " terima kasih sayang!! " ujar fani dengan nada melengking
uummmuuaahhh..
fani mencium pipi steff. lalu tersenyum manis.
steff mendorong fani yang menempel di bahunya.
" gila !! " ujar steff mengatupkan giginya lalu berdiri berlalu meninggalkan fani.fani tersenyum puas melihat amarah steff yang membara.
...****************...
__ADS_1