
fani melihat steff yang berdiri menatapnya tanpa berkedip dengan wajah datar langsung menyapanya.
"sampai kapan kau di situ? apa kau tidak lapaŕ? mari la coba steak ini.aku baru belajar memasaknya "bohong fani pada steff.sambil tersenyum.
steff melangkah mendekati fani.sambil terus memandang wajah cantik fani yang lagi meniup daging miliknya.
ternyata wajah gadis bar bar yang selalu tertutup oleh topi ini sangat cantik.kenapa aku baru sadar.pantas saja aska tergila gila padanya.bahkan sampai teropsesi.batin Steff. lalu mendudukkan dirinya di kursi depan fani.
"coba lah." ujar fani sambil mengarahkan garpu yang sudah ada dagingnya ke arah mulut steff.
Steff langsung gugup fani memperlakukannya seperti itu.Steff yang masih diam tidak membuka mulutnya fani langsung beranjak dari duduknya lalu duduk di kursi dekat Steff.
fani memegang dagu Steff."aku tidak meracunimu.buka la mulutmu"ujar fani. yang mendekatkan wajahnya pada Steff.
Steff menatap mata fani.
mata mereka bertemu dengan posisi yang sangat dekat.
deg!
deg!
deg!
Jantung Steff berdebar melihat mata indah fani yang sangat dekat dengannya.
__ADS_1
ada apa denganku.aku bahkan sudah beberapa kali melakukan hubungan lebih dari ini.tapi kenapa aku jadi berdebar seperti ini.batin Steff yang gugup.
deg!
deg!
deg!
jantung fani juga sama berdetak kencang melihat tatapan steff yang lain dari biasanya.fani juga tiba tiba gugup
ada apa dengan jantungku.kenapa aku jadi gugup begini.kami bahkan sering melakukan lebih dari ini..batin fani.sama seperti steff.
Steff buru buru membuka mulutnya lalu memakan steak yang fani suapkan.lalu sedikit menolak fani menjauh darinya.
"pergi la makan,makananmu" ujar steff datar menutupi gugupnya.
seorang fani malu dan gugup.jika di ketahui oleh kimy bisa di ledek dia selama sebulan. siang dan malam.fikir fani.
akhirnya Steff dan fani memakan makanan mereka dengan canggung
...****************...
kota B.
clekkk
__ADS_1
Leon membuka kamarnya yang baru pulang dari markas.Leon melihat dinda yang belum tidur.karena memang Dinda akan menunggu Leon pulang.itu juga kenapa Leon sudah tidak pernah pulang larut malam.
Leon menghampiri dinda yang berbaring di kasur.
"kau belum tidur."tanya leon yang sudah mendudukkan tubuhnya di dekat dinda.
dinda mengangguk.lalu tersenyum tipis pada Leon.
Leon membalas senyuman dinda.lalu beranjak mengganti pakaiannya.
Leon kembali kekasur membaringkan tubuhnya di samping dinda lalu mengusap usap perut dinda seperti biasa.
"dinda,besok kita berangkat ke kota A."ujar leon lembut.
"iya kak" jawab dinda dengan mata terpejam.
"dinda.apa boleh kau tinggal dulu di mension kakek sementara waktu?"tanya leon hati hati pada dinda.karena leon ingin menyiasat orang yang mengincarnya.
dinda mengerutkan dahinya lalu membalikkan tubuhnya menghadap suaminya.
" kenapa kaka menyuruhku tinggal di sana? "tanya dinda sedih menatap mata leon."apa aku merepotkan kaka?"tanya dinda lagi dengan suara rendah.
" ngomong apa sih.tidak sayang kau tidak pernah merepotkanku.aku sedikit pun tidak pernah merasa di repotkan oleh kehadiranmu di kehidupanku."ujar leon lembut.merapikan anak rambut dinda.dan memandang mata teduh dinda.
deg!
__ADS_1
jantung dinda berdebar mendengar Leon Memanggilnya 'sayang' dan perlakuan lembut Leon padanya.
"j jadi kenapa kaka menyuruhkku tinggal di sana kak"tanya dinda dengan gugup memutuskan kontak Matanya pada leon.