
masih di kota A
di sebuah gedung berlantai 20 seseorang gadis sedang sibuk dengan berkas berkasnya sambil sesekali memijat pelipisnya dan bahunya saking banyak nya berkas menumpuk di hadapannya.
" arhhhh kapan sih kim lo mau bekerja di perusahan lo ini,gue udah gila mau mati ngadepin berkas berkas ini. mungkin aja sebentar lagi gue mati muda gara gara berkas ini kim." celoteh mira lemah karena selalu lembur,pekerjaannya tidak pernah habis.
drrtt
ada pesan masuk di ponsel mira.
william
๐ฅ hay sayang lagi ngapain...
mira
๐ค apaan sih ganggu aja.
william
๐ฅ ayo la sayang apa kau tidak merindukanku.
mira
๐ค๐คฎ๐คฎ
william
๐ฅ kamu hamil ya sayang,padahal belum gue apa apain.
mira
๐ค ngaco.๐ก
__ADS_1
william
๐ฅ jangan marah marah donk sayangnya aku, nanti hilang cantiknya๐๐
mira tidak membalas lagi pesanannya will.
" ganggu aja,ck" ujar mira kesal menyimpan ponselnya.sejak mira dan will bertemu di hotel hari itu will terus mengganggu mira. will memaksa meminta nombor ponsel mira akhirnya mau tidak mau dia akhirkan memberikannya.
bahkan tengah malam pun will terus menghubunginya. sampai sampai dia depresi di buatnya oleh will.
...****************...
kota B.
mension leon
07: 00.malam.
meja makan.
(*FLASH BACK*)
leon sedang mandi,dinda duduk di kasur memainkan ponselnya.
drrtt
drrtt
ponsel leon terus berbunyi.dinda tidak peduli. tidak lama ada pesan masuk. dinda yang penasaran melihat ke arah pintu kamar mandi.
lalu pelan pelan mengambil ponsel leon.dinda membukanya.
ternyata tidak di kunci.
__ADS_1
dinda membuka pesan yang tidak ada namanya.
xxxx
๐ฅ leon temui aku besok di tempat biasa.kalau kau datang itu berarti kamu memberiku peluang untuk hubungan kita,aku masih sangat menyayangimu leon.
kira kira begitu la isi pesan nya.
dinda meramas dadanya yang terasa sakit.membaca pesanan tanpa nama itu. tidak tau juga di mana mantan leon mengambil nombor nya padahal leon tidak pernah memberikannya.
dinda juga tidak tau di mana 'tempat biasa' yang di maksud nombor itu.
keesokan harinya dinda menyuruh pak suarto mengantarnya untuk membeli beberapa keperluannya.leon memang tidak mengizinkan dinda bekerja selama masih hamil.
dinda yang melewati sebuah hotel tidak sengaja samar samar melihat leon bersama wanita yang hari itu memeluk leon depan kantor leon.posisi yang dinda lihat leon dengan wanita itu sedang bergandengan tangan. hati dinda mangkin sakit.akhirnya dinda menutup rapat hatinya yang terlanjur sakit.
sebenarnya itu hanya salah faham.masa itu leon sedang ada meeting di hotel bintang 5 itu.
selesai leon meeting leon ingin pulang tapi leon tidak sengaja berpapasan dengan mantannya.leon terus berjalan keluar dari hotel dengan mantannya yang terus meraih tangannya walaupun berkali kali di tepis oleh leon.sedangkan sean sedang menyelesaikan pembayaran di kasir.
...****************...
kembali ke meja makan. mension leon
" bagaimana keadaanmu? " tanya leon pada dinda
" seperti yang kau lihat " jawab dinda acuh masih menunduk.
leon menghela nafas.leon yang sudah selesai makan berlalu ke kamarnya.tidak bersuara lagi mendengar jawapan dinda. mendudukkan dirinya di balkon sambil menghisap rokok.
dinda juga masuk ke kamar.mendudukkan dirinya di sofa kamar itu sambil memainkan ponselnya.
leon yang melihat dinda di sofa menghampiri dinda duduk di dekat dinda. dinda tidak menganggap keberadaan leon.
__ADS_1
leon menghela nafasnya dalam lalu melihat ke arah dinda yang cuek.
" dinda kita harus bicara." ucap leon menatap dinda.