
" hai kim " ujar fani yang menaik turunkan alisnya.
" ngapain lo di sini " ujar kimy mengangkat satu alisnya.
" ya ngapain lagi nyusul ello la " ujar fani menepuk dadanya.
" ck ck ck ternyata uang lo banyak juga ya, baru aja lo di kota C tiba tiba nonggol lagi di kota A sekarang mau ikut gue lagi ke kota M dapet dari mana uang lo,?" ujar kimy memicingkan mata pada fani.kimy tau fani tidak pernah menggunakan uang dari kartu kredit yang di berikan papinya.fani walau pun nakal tapi dia sangat mandiri tidak pernah menghambur hamburkan uang papinya.
"gue jual diri semalem lumayan buat beli tiket " ujar fani santai sambil tersenyum cerah pada kimy.
" auuuww ngapain sih lo kim mukul pala gue." kesal fani pada kimy karena memukul kepalanya.
" siapa pria yang lo naik ke ranjangnya hah ! bisa bisa nya lo jual diri, kalau sampai papi tau mati lo- " ucapan kimy terhenti karena di bekap oleh fani.
" ngapain sih lo teriak teriak buat malu aja" ujar fani kesal pada kimy.
" ow malu jadi ****** lo ngak malu "ujar kimy marah pada fani menatapnya garang.
" lo kenapa tiba tiba error, ya kali gue jual diri. gue balapan semalem, gue menang ada dong pake beli tiket ikut lo pegi kota M." jawab fani kesal pada kimy.
" owh kirain.miskin banget lo" ujar kimy mengejek fani.fani hanya angkat bahu acuh.
__ADS_1
fani melirik pada steff yang dari tadi memandangnya dingin. fani tersenyum sinis pada steff.
tidak lama mereka sudah menaiki pesawat kebetulan kursi steff bersebelahan kursi fani.
fani di dekat jendela pesawat.
loyer dan kimy duduk bersebelahan. sedangkan di seberang kursi ada fani dan steff.
pesawat pun lepas landas.
loyer melirik kimy yang memejam kan matanya.
" kau tidur " tanya loyer datar sambil menyentuh hidung istrinya yang memejamkan netra indahnya.
loyer yang dari tadi menundukkan pandangannya melihat istrinya.hanya menggeleng datar menjawab pertanyaan istrinya.
tidak lama loyer menempelkan bibirnya di bibir istrinya,menangkup tengkuk istrinya,******* lembut bibir kimy.kimy yang tiba tiba mendapat ciuman hanya diam menatap dalam mata loyer.
hubungan mereka masih sangat kaku. apa lagi loyer yang memang tidak pernah ada konflik pada wanita sebelumnya, dia tidak tau bagaimana bersikap pada wanita.
fani yang tidak sengaja melirik ke arah mereka,melihat mereka ciuman." ck dasar bucin. di pesawat aja mesum " gerutu fani sambil memasang henset di kedua telinga sambil memejam kan matanya.steff yang di sebelah fani mendengar gerutu fani hanya memandang datar ke arah loyer dan kimy sambil menyandarkan kepalanya di kursi lalu memejamkan kedua netranya.
__ADS_1
setelah 1 jam fani memejamkan matanya dia merasa ingin ke toilet. fani membuka matanya.melihat steff yang duduk tenang sambil bersedekap dada.
fani berdiri melewati steff yang memandangnya datar.
" fuhhh legaa " ujar fani
fani kembali ke kursinya.fani melirik pada loyer dan kimy yang sedang memejamkan netra mereka.
fani melihat ke arah steff yang berwajah datar dan tenang.apa dari tadi manusia es itu tidak tidur? ck ckck.matamu saja tidak bersahabat padamu.batin fani mengejek steff dalam hatinya.
fani ingin kembali kekursi nya tapi saat fani melangkahkan kakinya ingin melewati steef tiba tiba pesawat oleng.fani yang tidak siap dengan posisi nya langsung jatuh menimpa tubuh steff.steff yang tiba tiba di timpa tubuh fani dalam keadaan steff yang sedang bersedekap dada.reflex menahan tubuh fani yang menimpanya.dan bibir fani menempel sempurna di bibir steef.posisi fani memegang bahu steff. dan posisi steff yang menahan tubuh fani.sialnya kedua tangan steff menempel sempurna di buah dada fani.
mereka saling pandang.
fani menurunkan pandangan nya pada tangan steff.
lalu mengangkat semula pandangannya mendekatkan bibirnya pada telinga steff lalu.
" sepertinya anda sangat menyukai dada saya " bisik fani pada steff
steff memandang fani dingin.steff juga mendekatkan bibirnya pada telinga fani.
__ADS_1
" anda sangat percaya diri nona. bahkan milik anda sangat buruk ukurannya sangat datar " ujar steff sinis menghina fani.fani tidak terima dengan hinaan steff. lalu tersenyum miring.
" oya? "ujar fani tersenyum miring penuh arti.posisi mereka masih sama seperti tadi.