
KOTA B.
MARKAS DRAGON.
" tuan. anak buah ada melaporkan kalau mereka melihat ada sese orang sering mengintai mension anda tuan."
beritahu Sean pada leon.di ruangan leon di markas.
"mengintai? " ulang leon.
" ya tuan.dan orang orang yang tuan utus untuk menjaga nona muda dari kejauhan juga ada melihat beberapa hari lalu semasa nona keluar mension ada yang mengikuti mobil nona muda tuan" jelas Sean.
" siapa yang coba bermain main."gumam leon" kau perketat penjagaan di mension." perintah leon tegas.
" baik tuan "
" ayo kita pulang " ajak leon
mereka pun berlalu dari markas kembali ke mension leon
...****************...
mension leon
saat ini dinda baru bangun tidur. dinda melihat jam di dinding.sudah pukul 7 malam.
dinda tadi tertidur semasa pulang bersama leon pukul 2 siang dari kantor leon.tapi leon pergi lagi.
dinda keluar berdiri di balkon kamar lalu mendudukkan tubuhnya di sana.sambil melihat ke langit yang gelap.
cklekkk
leon memasuki kamar.dinda tidak sadar kalau leon sudah kembali.
__ADS_1
leon mengarahkan pandangannya mencari dinda di kamar itu. tapi tidak ada.
lalu leon melihat kaca pintu balkon terbuka.
leon perlahan melihat dinda di sana melihat langit malam sambil termenung.
" apa yang kau fikirkan " ujar leon mengejutkan dinda.leon mendudukkan dirinya di samping dinda di sofa balkon itu.
Dinda kaget langsung memegang dadanya.
dinda langsung mendudukkan dirinya dengan tegap lalu sedikit menggeser dari leon.
dinda masih takut dengan candaan leon tadi siang di kantor.yang mengatakan akan membunuhnya jika anaknya lahir.
" kita ke kota A mengunjungi mama papa dan kakek apa kau mau? " tanya leon lembut pada dinda.
" a aku ikut kak leon saja." jawab dinda kaku.
dinda mengangguk.
" ya sudah. aku mau mandi dulu" ujar leon mengusap kepala dinda lalu berlalu.
aku mulai nyaman dengan semua sentuhannya.batin dinda memegang bekas usapan leon.
tidak lama mereka pun makan malam bersama. selepas itu mereka bersiap untuk tidur.seperti biasa leon akan mengusap usap perut dinda.
saat ini dinda berbaring membelakangi leon di lengan leon lalu satu tangan leon mengusap usap perut dinda.
tiba tiba dinda bersuara.ini lah pertama kali dinda yang lebih dulu bersuara selama pernikahan mereka.
" kak " tiada sahutan dari leon.
" kak leon " paggil dinda lagi. tapi tetap tidak ada sahutan dari leon.
__ADS_1
" apa monster itu sudah tidur? tapi baru saja jarinya berhenti. masa langsung tidur." gumam dinda.
monster? nama apa lagi itu.batin leon yang sengaja tidak menjawab dinda.
dinda langsung mengarahkan tangan nya ke belakang di wajah leon untuk menyentuh memastikan leon sudah tidur apa belum.
leon yang usil langsung menggigit jari dinda.
" auwww " teriak dinda kaget.
buahahahaha
leon terbahak bahak mentertawakan dinda.
sedangkan dinda cemberut di usili.
" ya ada apa honey hm? " tanya leon dengan genitnya.
blushhhh
wajah dinda langsung memerah leon memanggilnya honey.leon pun tidak tau sejak kapan dia pintar mengusili.sedangkan leon di kenal pria yang pendiam.
" ada apa dengan wajah mu honey apa kau demam "ujar leon kembali mengusili dinda.leon dapat melihat wajah dinda dari arah samping.
leon menahan tawa nya melihat dinda malu.
dinda memiringkan wajahnya kebawah lengan leon yang dia jadikan bantal menyembunyikan wajah merahnya.
dinda sudah tidak lagi marah pada leon semenjak kejadian tadi di kantor. akhirnya kesalah fahaman dinda selama ini terjawab sudah.
leon mengangkat lengan yang dinda jadikan bantal memeluk dinda merapatkan di dada bidangnya.sedangkan tangan satunya leon gunakan untuk menarik perut dinda yang sudah mulai membesar.leon menarik rapat dinda kedalam pelukannya.
...****************...
__ADS_1