
Xan menepuk nepuk pundak Bella. memberi semangat pada gadis rapuh itu.
" menangis la jika itu membuat hatimu lebih baik. semua masalah ada jalan keluarnya. entah itu kita mau memperbaikinya,atau biarkan saja waktu yang mengalir memperbaikinya. sesuatu yang masih bisa terlihat itu masih memiliki pilihan. beda dengan sesuatu yang tidak terlihat lagi. itu hanya akan meninggalkan sebuah penyesalan tanpa batas ujungnya.hanya bisa hidup meratapi tanpa ada lagi pilihan." ujar Xan lembut memberi semangat pada bella.
Xan teringat pada papinya.yang di mana kehidupan papinya hanya di habiskan kantor dan kamarnya saja meratapi kebodohannya.
Xan tau semua tentang papinya.Karena Xan diam diam mengirim orang untuk selalu mengawasi papinya tentang keadaannya.will juga tidak tau kalau Xan mengirim orang untuk menjaga papinya.
walau pun papinya melakukan kesalahan di masa lalu tapi Xan tetap masih sangat menyayangi papinya.dia jarang pulang karena tiap melihat papi dan rumah mereka hatinya hanya merasa sakit seperti tercabik cabik itu lah kenapa Xan jarang kembali.
" aku tidak punya tempat untuk menumpahkan kesedihan ini. papa mama hanya mementingkan ego mereka. mereka tidak peduli padaku. aku hanya ingin sedikit di pedulikan aku hanya ingin sedikit kasih sayang dari mereka. apa aku salah. kenapa aku di lahirkan kalau aku tidak di butuhkan."hiks hiks hiks tangis Bella semangkin pecah.bella mangkin mengeratkan pelukannya pada Xan.kemeja Xan pun sudah basah karena air mata Bella.
mendengar curahan hati Bella tanpa sadar Xan juga menjatuhkan air matanya.namun buru buru Xan menepisnya. Xan tau apa yang Bella rasakan. dia pernah berada di posisi itu.di mana papi maminya terus bertengkar akibat serketaris papinya.sampai² Xan yang baru berusia 10tahun benar benar di abaikan.
" bersabarlah beri mereka sedikit waktu untuk hati mereka. karena sebuah hati yang terluka tidak dengan mudahnya sembuh bella.tidak semudah membalikkan tapak tangan." ujar Xan mencoba memberi pengertian pada bella.
__ADS_1
" berapa lama lagi kak,mereka telah mengabaikan ku 6tahun sebelum mereka bercerai 5tahun lalu.selepas mereka bercerai aku semangkin di abaikan.tidak ada yang peduli padaku. aku hidup di dalam mension yang besar dan mewah.tapi rasanya aku seperti hidup di tengah padang tandus tanpa adanya teduhan dan orang orang untuk meneduhku dan menemaniku."ujar bella sendu air matanya masih mengalir.bella sudah melepaskan pelukannya pada Xan.lalu menatap mata Xan.
mendengar luahan hati gadis yang telah mencuri perhatiannya itu.benar benar membuat hati Xan bagai di cubit sakit.hatinya hancur berkeping. keping.
ternyata ini lah yang membuatmu selalu menatap kosong.aku tau apa yang kau rasakan.aku pernah ada di posisinya.batin Xan memandang sendu Bella.
Xan mengambil tangan bella.lalu menggenggamnya erat.Xan mengangkat dagu bela agar melihat kedalam matanya.
" Bella,menikah lah denganku. aku akan jadi teduhan dan orang yang akan menemanimu. aku tidak akan berjanji seratus Persen untuk selalu bisa membahagiakan mu.tapi aku akan selalu berusaha untuk menjadi tempat teduhanmu Bella. " ujar Xan memandang serius bola mata indah Bella.
Bella diam menunduk. Xan mengusap sayang kepala Bella." kau tidak perlu menjawabnya sekarang. kau bisa menjawab nya kalau kau sudah yakin." ujar Xan tersenyum hangat.
" dan kau tidak perlu risau tentang perasaan ku. hatiku sudah lama memilih gadis di depan ku ini. " ucap Xan menghapus air mata Bella yang masih ada tersisa.
blushh
__ADS_1
wajah Bella memerah mendengar ungkapan perasaan Xan.
" kalau kau malu seperti ini kau terlihat sangat menggemaskan "goda Xan lagi.
blushh
wajah Bella bertambah merah mendengar penuturan Xan.
Bella mengalihkan pandangannya ke sebarang arah.
hahhahahaha Xan tertawa terbahak bahak karena respon Bella yang berhasil dia goda.
menggemaskan sekali.batin Xan
sial. malu banget aku.batin bella
__ADS_1